Dalam edisi rating multifinance tahun ini, terdapat 51 perusahaan yang masuk ke dalam kelompok aset Rp100 miliar hingga di bawah Rp500 miliar. Sebanyak 21 perusahaan pembiayaan mendapat predikat “sangat bagus”.
Manajemen Modalku Financial Indonesia; pantas diacungi jempol
Dalam dua edisi terakhir, kampiun di kategori multifinance dengan aset Rp100 miliar hingga di bawah Rp500 miliar selalu memperoleh nilai/skor total tertinggi di antara perusahaan pembiayaan lain. Tak terkecuali di tahun ini. Modalku Finansial Indonesia (Modalku Finance), sebagai jawara di kelompok ini, meraih skor yang nyaris sempurna, yaitu 98,47%.
Dengan total skor tersebut, perusahaan pembiayaan yang dipimpin Steven Gunawan selaku presiden direktur ini memperoleh predikat “sangat bagus”. Salah satu faktor keberhasilan anak perusahaan fintech P2P lending Modalku dalam meraih skor tinggi adalah pertumbuhan laba bersih yang ciamik.
Di 2023, Modalku Finance memperoleh laba bersih hingga Rp9,83 miliar. Persentase kenaikan laba multifinance ini mencapai 3.882,34% secara year on year (yoy). Dengan demikian, Modalku Finance adalah multifinance yang mengalami persentase peningkatan. laba bersih tertinggi kedua di antara 140 multifinance lain yang dirating pada edisi ini.
Pertumbuhan kinerja Modalku Finance pada 2023 terbilang bagus. Hampir semua aspek keuangan tumbuh double digit. Sebagai contoh, aset perusahaan pembiayaan yang dahulu bernama Buana Sejahtera Multidana ini tumbuh dari Rp153,13 miliar pada 2022 menjadi Rp192,17 miliar di 2023. Piutang pembiayaan juga tumbuh apik, sebesar 21,62% menjadi Rp173,17 miliar, jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan piutang industri pembiayaan nasional, yang berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada di angka 13,23% di periode tersebut. Modal sendiri perusahaan pembiayaan ini juga naik, yaitu 8,76% dari Rp148,89 miliar per 2022.
Angka-angka pertumbuhan itu membuat Modalku Finance mendapat nilai sempurna dari segi pertumbuhan kinerja keuangan. Tidak hanya itu. Perusahaan pembiayaan ini juga mencatat nilai sempurna dari sisi efisiensi dan produktivitas yang diwakili oleh rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) dan rentabilitas mencakup return on asset (ROA) dan return on equity (ROE).
BO/PO Modalku Finance terbilang sehat, berada di 61,9%, usai mencatat pendapatan operasional sebesar Rp33,2 miliar dan memiliki beban operasional Rp20,55 miliar pada 2023. Sementara, ROA dan ROE masingmasing berada di level 7,33% dan 6,33%. Menunjukkan bahwa perusahaan multifinance cakap dalam memperoleh laba.
Capaian Modalku Finance pada 2023 lalu pantas diacungi jempol, karena ditempuh dalam waktu relatif singkat. Di 2022, Modalku, yang sejatinya merupakan perusahaan fintech lending, mengakuisisi multifinance Buana Sejahtera Multidana dan mengubah nama perusahaan menjadi Modalku Finance.
Berbeda dengan Buana Sejahtera Multidana yang berfokus pada pembiayaan multiguna, Modalku Finance mengubah fokus perusahaan dan berkecimpung di pembiayaan produktif, yang bertujuan mendukung usaha kecil dan menengah (UKM)
Dengan total skor tersebut, perusahaan pembiayaan yang dipimpin Steven Gunawan selaku presiden direktur ini memperoleh predikat “sangat bagus”. Salah satu faktor keberhasilan anak perusahaan fintech P2P lending Modalku dalam meraih skor tinggi adalah pertumbuhan laba bersih yang ciamik.