Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rating 417 BPR Versi Infobank 2024 - BPR Beraset RP250 Miliar Sampai Dengan Di Bawah RP500 Miliar

Kampiun di Papan Tengah

Bisnis yang tumbuh eksponensial itu berimbas pada profitabilitasnya. Di akhir 2023, BPR yang per Maret lalu berganti nama menjadi BPR Kirana Indonesia ini mengantongi laba bersih Rp14,58 miliar atau memelesat 502,04%.

Oleh Infobank
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

1. BPR Prima Dadi Arta

BPR Prima Dadi Arta mendapatkan total skor 99,28% dalam rating kali ini. Raihan itu membawa BPR asal Kediri, Jawa Timur, ini meraih predikat “sangat bagus” dan menempati posisi teratas di kelompok BPR beraset Rp250 miliar sampai dengan di bawah Rp500 miliar. Kelompok ini dihuni 90 BPR, dan 50 di antaranya berhak atas predikat “sangat bagus”. Mesin bisnis BPR Prima Dadi Arta menderu sangat kencang pada 2023. BPR yang dipimpin Natanael Edwin Supranoto sebagai direktur utama ini menjalankan fungsi intermediasinya dengan luar biasa. Kreditnya meroket 354,52% secara tahunan atau menjadi Rp346,84 miliar.

Pertumbuhan itu 38 kali lebih besar dibandingkan dengan industri BPR yang naik 8,89%. Ekspansi kreditnya juga dibarengi dengan prinsip kehati-hatian. NPL terjaga di level 1,16%, jauh di bawah rata-rata industri yang sebesar 6,51% (net). Likuiditas BPR Prima Dadi Arta juga solid. DPK-nya melonjak 243,62% menjadi Rp348,40 miliar.

Bisnis yang tumbuh eksponensial itu berimbas pada profitabilitasnya. Di akhir 2023, BPR yang per Maret lalu berganti nama menjadi BPR Kirana Indonesia ini mengantongi laba bersih Rp14,58 miliar atau memelesat 502,04%. Sementara, modal intinya meningkat 382,40% atau menjadi Rp48,66 miliar. Pertumbuhan modal intinya tertinggi di antara semua BPR yang dirating. Aset BPR Prima Dadi Arta pun tumbuh 199,34% menjadi Rp459,05 miliar.

Kinerja bisnis yang tumbuh solid itu membuat BPR ini mendapatkan nilai sempurna di tiga aspek penilaian, yakni aspek rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi.

2. BPR Sejahtera Artha Sembada

Pada rating kali ini, BPR Sejahtera Artha Sembada diganjar predikat “sangat bagus”. Total skor 98,46% mengantarkannya ke posisi kedua terbaik di kelasnya. Performa bisnis BPR ini memang ciamik tahun lalu. BPR ini berhasil memacu kreditnya sehingga tumbuh 91,79% menjadi Rp303,44 miliar.

Kualitas asetnya pun terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) di level 2,71%, jauh di bawah threshold 5%. Sementara, DPK-nya tumbuh 69,18% menjadi Rp234,02 miliar. Laba BPR asal Pekalongan ini tembus Rp15,15 miliar atau tumbuh 67,52%.

3. BPR Bank Kertiawan DI posisi ketiga,

BPR Bank Kertiawan mendapat total skor 97,77% dan berpredikat “sangat bagus”. Selain mencatat pertumbuhan fungsi intermediasi di atas rata-rata industri, satu aspek menonjol lain dari BPR yang dipimpin Emic Dwi Setyawati sebagai direktur utama ini adalah efisiensi. Lihat saja, BO/PO BPR yang berpusat di Denpasar, Bali, ini tercatat 68,46% pada 2023. Aspek keuangan lainnya pun terlihat apik.

Capital adequacy ratio (CAR)-nya berada di posisi 28,17% atau tertinggi di kelompok enam besar, dengan net interest margin (NIM) 7,74%.

4. BPR Barelang Mandiri PERFORMA bisnis yang solid dibukukan

BPR Barelang Mandiri. Bank rural satu ini mampu menyalurkan kredit sebesar Rp269,02 miliar pada 2023 atau tumbuh 24,40% secara tahunan. Selain ekspansi, BPR ini berhasil menekan rasio kredit bermasalah (NPL) dari 6,41% pada 2022 menjadi 3,88%.

Sementara, DPK-nya meningkat 22,48% menjadi Rp310,94 miliar. Laba BPR Barelang Mandiri pun memelesat 98,02% menjadi Rp8,65 miliar dengan total aset Rp350,27 miliar atau mengembang 20,53%. BPR asal Kota Batam, Kepulauan Riau, ini mendapat total skor 97,76%.

5. BPR Nusumma Jatim

BPR Nusumma Jatim, asal Jombang, Jawa Timur, menduduki posisi kelima di kelompok ini dengan total skor 97,66%. Pada 2023, BPR ini berhasil meraup laba bersih Rp19,83 miliar atau naik 46,54%. Kenaikan laba itu ditopang kredit yang tumbuh 25,55% atau menjadi Rp312,21 miliar.

Kualitas kreditnya pun sangat terjaga, dengan NPL hanya 0,98%. Ekspansi kredit disokong likuiditas yang kuat. DPKnya tercatat Rp195,64 miliar atau tumbuh 58,12%. Total asetnya pun mengembang 32,09% atau menjadi Rp484,22 miliar.

6. BPR Dana Nagoya

BPR Dana Nagoya melengkapi jajaran enam besar di kategori ini dengan total skor 97,55%. BPR ini berhasil membukukan pertumbuhan laba tertinggi kedua di antara enam besar bank rural lainnya, yaitu sebesar 112,52%, menjadi Rp10,80 miliar di 2023.

Pertumbuhan laba itu didorong penyaluran kredit yang tumbuh 44,52% menjadi Rp280,90 miliar. Sedangkan, DPK-nya tercatat naik 34,23% menjadi Rp305,96 miliar. Bank rural yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau, ini membukukan aset Rp354,41 miliar atau meningkat 30,98% secara tahunan.

 

BPR Prima Dadi Arta mendapatkan total skor 99,28% dalam rating kali ini. Raihan itu membawa BPR asal Kediri, Jawa Timur, ini meraih predikat “sangat bagus” dan menempati posisi teratas di kelompok BPR beraset Rp250 miliar sampai dengan di bawah Rp500 miliar. Kelompok ini dihuni 90 BPR, dan 50 di antaranya berhak atas predikat “sangat bagus”. Mesin bisnis BPR Prima Dadi Arta menderu sangat kencang pada 2023. BPR yang dipimpin Natanael Edwin Supranoto sebagai direktur utama ini menjalankan fungsi intermediasinya dengan luar biasa. Kreditnya meroket 354,52% secara tahunan atau menjadi Rp346,84 miliar.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Agustus 2024

Rp 65.000

BELI