Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Meningkatkan Produktivitas Karyawan Bank: Sebuah Tantangan & Peluang

PENULIS ADALAH COMMERCIAL DIRECTOR MERCER & MERCER MARSH BENEFIT INDONESIA, KETUA UMUM IKATAN ALUMNI UI PSIKOLOGI

Oleh ISDAR ANDRE MARWAN

INDUSTRI perbankan terus mengalami disrupsi yang berkelanjutan yang disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya perubahan preferensi nasabah, inovasi digital, serta ekspektasi dan permintaan yang makin tinggi dari regulator. Selain itu, ada ketidakstabilan finansial dan ketegangan geopolitik yang mengancam stabilitas ekonomi dan perdamaian kawasan dan dunia. Kondisi ini mendorong industri perbankan untuk terus bertransformasi guna menjaga bisnis yang berkelanjutan dan meraih keuntungan yang diharapkan.

Penggerak utama yang mendorong transformasi yang sedang terjadi di hampir semua perusahaan, termasuk di sektor perbankan, adalah peningkatan produktivitas. Untuk meningkatkan produktivitas karyawan, para pemimpin perusahaan harus mengetahui dan menangani hal-hal yang membuat karyawan menjadi tidak produktif.

Menurut studi Global Talent Trend 2024 (GTT 2024) oleh Mercer, faktor yang paling banyak menyebabkan karyawan di sektor perbankan menjadi tidak produktif adalah terlalu banyak hal yang harus dengan sibuk mereka kerjakan (too much busy works), namun tidak berdampak pada peningkatan produktivitas bank. Selain itu, karyawan merasa tidak memiliki waktu untuk berpikir (no time to think). Faktor terakhir adalah struktur organisasi yang tidak efektif (ineffective organization structure), yang menyebabkan birokrasi yang rumit dan pengambilan keputusan yang lambat. 

Menurut studi yang sama, satu dari dua eksekutif organisasi mengatakan bahwa kehadiran artificial intelligence (AI) akan mengubah model bisnis mereka secara mendasar. Pertama, AI akan mengurangi beban kerja karyawan karena sebagian tugas mereka akan diambil alih oleh AI, terutama dalam analisis data yang besar; membuat pengambilan keputusan menjadi lebih akurat; dan mendorong inovasi produk baru. Kemudian, pekerjaan transaksional, seperti pekerjaan administratif dan tugas yang berulang dan dikerjakan sendiri akan banyak diambil oleh robotic process automation (RPA) dan AI

Faktor yang paling banyak menyebabkan karyawan di sektor perbankan menjadi tidak produktif adalah terlalu banyak hal yang harus dengan sibuk mereka kerjakan (too much busy works), namun tidak berdampak pada peningkatan produktivitas bank.

Pekerjaan yang melibatkan interaksi dengan orang lain dan membutuhkan keahlian khusus (expertise) juga akan dibantu oleh AI.  

Dengan adanya AI, sebanyak 34% waktu karyawan yang sebelumnya dihabiskan untuk mengerjakan pekerjaan yang repetitif bisa dialihkan untuk melakukan upskilling dan reskilling, yang saat ini hanya memakan 18% dari waktu mereka. Upskilling dan reskilling menjadi isu yang sangat krusial karena menurut para eksekutif dalam studi GTT 2024, 70% karyawan tidak siap untuk beradaptasi dengan cara bekerja yang baru di masa depan, termasuk mengadopsi AI

Peningkatan cara-cara untuk meningkatkan skills atau keterampilan karyawan dengan memberikan imbalan lebih untuk skills yang didapatkan atau ditingkatkan oleh karyawan yang sudah ada, dibandingkan dengan merekrut karyawan baru dengan skills yang diperlukan. Diprediksi juga akan ada peningkatan dalam tren perusahaan yang membayar pengembangan skills karyawan di luar perusahaan. Kita bisa melihat contoh penerapan tren ini dalam konsep skills-based organization di Standard Chartered Bank dan juga hubungannya dengan kesempatan karier di Mastercard.

Ada beberapa rekomendasi yang bisa dipertimbangkan untuk meningkatkan produktivitas. Satu, melakukan work redesigning, mengoptimalkan peranan RPA dan AI dalam membantu manusia melakukan pekerjaannya. Dua, mendefinisikan pekerjaan mana saja yang bisa dilakukan oleh karyawan internal, pekerjaan yang bisa secara fleksibel dikerjakan oleh karyawan internal (internal gig), atau yang mana yang bisa dikerjakan gig workers dan yang mana yang bisa dialihdayakan. 

Tiga, mengetahui skills yang mana yang diperlukan untuk organisasi agar bisa mencapai tujuan strategiknya saat ini dan di masa depan. Empat, mengetahui dan mendata skills yang dimiliki oleh karyawan kita saat ini dan juga aspirasi karier mereka, serta memahami ketersediaan talenta yang diperlukan di masa depan. Lima, terus melakukan upskilling dan reskilling serta rotasi karyawan dengan perspektif untuk pembelajaran dan pengembangan mereka. 

Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa siapkah organisasi Anda meningkatkan produktivitas karyawan Anda?

Penggerak utama yang mendorong transformasi yang sedang terjadi di hampir semua perusahaan, termasuk di sektor perbankan, adalah peningkatan produktivitas. Untuk meningkatkan produktivitas karyawan, para pemimpin perusahaan harus mengetahui dan menangani hal-hal yang membuat karyawan menjadi tidak produktif.

Menurut studi Global Talent Trend 2024 (GTT 2024) oleh Mercer, faktor yang paling banyak menyebabkan karyawan di sektor perbankan menjadi tidak produktif adalah terlalu banyak hal yang harus dengan sibuk mereka kerjakan (too much busy works), namun tidak berdampak pada peningkatan produktivitas bank. Selain itu, karyawan merasa tidak memiliki waktu untuk berpikir (no time to think). Faktor terakhir adalah struktur organisasi yang tidak efektif (ineffective organization structure), yang menyebabkan birokrasi yang rumit dan pengambilan keputusan yang lambat. 

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Agustus 2024

Rp 65.000

BELI