PT Bank National Nobu Tbk (Bank Nobu) kini tampil di posisi terdepan setelah berulang kali membukukan pertumbuhan usaha yang solid dari tahun ke tahun.
Sumber: Istimewa
Di paruh pertama tahun ini, Bank Nobu atau Nobu Bank sukses membukukan rapor biru hampir di setiap lini bisnisnya. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, perseroan berhasil meraup laba bersih sebesar Rp127,75 miliar, meningkat pesat sebesar 103,97% yoy dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp62,6 miliar.
Laba di semester I/2024 tersebut bahkan hampir menyentuh capaian akhir 2023, yang sebesar Rp141,54 miliar dan jauh melampaui laba di tahun 2022, sebesar Rp103,85 miliar.
Presiden Direktur Nobu Bank Suhaimin Johan mengatakan, laba yang melesat didongkrak oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 25,45% menjadi Rp455,12 miliar, dari periode yang sama sebelumnya Rp362,80 miliar.
Mengekor di belakangnya, ada peningkatan signifikan dari pendapatan berbasis komisi ( fee based income) yang tumbuh 119,00% secara tahunan menjadi Rp136,16 miliar di semester I/2024, dari yang sebelumnya Rp62,17 miliar pada Juni 2023.
“Kalau dihitung sebagai kontribusi, fee based income itu berkontribusi hampir 12,5% dari total pendapatan. Nah, berarti 87,5% berasal dari pendapatan bunga. Pendapatan bunga kita karena pertumbuhan kredit kami juga di atas rata-rata industri. Jadi akibat pertumbuhan kredit 37% sehingga berkontribusi atas pertumbuhan bunga,” jelas Suhaimin kepada Infobank di medio September 2024.
Meroketnya laba bank tak terlepas dari menguatnya penetrasi kredit yang disalurkan perseroan. Di segi intermediasi, di akhir Juni 2024 Bank Nobu telah menyalurkan kredit Rp17,43 triliun, naik 36,88% dari Juni 2023 sebesar Rp12,73 triliun, dengan NPL (Non Performing Loan) yang ter-manage di bawah 1%. Alhasil, aset bank ikut terkerek naik menjadi Rp30,71 triliun, tumbuh 32,14% dari sebelumnya Rp23,24 triliun pada Juni 2023.
Menutup tahun 2024 ini, Suhaimin menargetkan perolehan Laba Bersih hingga Rp270 miliar, atau melejit 90,8% dibandingkan capaian tahun lalu, yaitu Rp141,54 miliar. Beberapa langkah telah disiapkan dengan fokus pada KPR segmen primary houses (hunian pertama) rumah tapak. Ia menilai, pasar untuk primary houses sampai kini masih besar sekali. Lalu, melanjutkan kredit kepada UKM dan mikro yang kini total kontribusinya sekitar 35%.
“Kredit UKM ini cikal bakal dari kekuatan NOBU dari awal berdiri. Waktu kami rintis 2011 yang lalu, cabang-cabang kita itu sudah semuanya fokus kepada segmen UKM karena UKM itu yang paling merata ada di setiap daerah. Dan kami memang dari dulu belum fokus di corporate loan-nya. Jadi kami fokuskan kepada UKM. Nah, UKM ini pun
kami fokus kepada sektor yang menurut kami bisa kami kuasai,” terangnya. Sejumlah UKM yang dimaksud merupakan distributor ritel produk konsumen sehari-hari (Fast-moving Consumer Goods/FMCG), makanan dan minuman (food and beverage/ FnB), pemasok (general supply), dan kontraktor.
Selanjutnya, untuk mengejar pertumbuhan bisnis, Bank Nobu akan memperbesar porsi fee based income sebagai salah satu motor pendapatan bank di samping pendapatan dari bunga bersih.
Caranya, dengan meningkatkan pendapatan dari produk-produk tabungan, memperluas transaksi QRIS pada semua merchant, dan mengakselerasi transaksi layanan laku pandai dari mitra NobuBank88.
“Kami pakai mitra namanya NobuBank88 yang sebenarnya mereka adalah laku pandai. Orang punya toko, dia bisa bertindak sebagai bank. Nah, itu produknya NobuBank88. Jumlahnya sudah ribuan agen,” terangnya.
Sejalan dengan itu, Suhaimin menyatakan akan terus menjaga hubungan baik dengan customer base yang telah loyal, baik nasabah deposan maupun kredit. Menurutnya, menjaga kepercayaan dan kepuasan nasabah menjadi hal utama yang dikedepankan untuk menjaga pertumbuhan bisnis agar tetap sustain.
Perlu diketahui, berdasarkan penilaian yang dilakukan Biro Riset Infobank atas laporan kinerja keuangan publikasi, Bank Nobu menjadi salah satu bank berkinerja terbaik di 2023 sehingga layak mendapatkan “The Excellent Performance Bank 2023 di kategori KBMI I” dari Majalah Infobank. RAL
Laba di semester I/2024 tersebut bahkan hampir menyentuh capaian akhir 2023, yang sebesar Rp141,54 miliar dan jauh melampaui laba di tahun 2022, sebesar Rp103,85 miliar.