William Public Relation & Corporate Communication Lead Stockbit dan Bibit
William : Public Relation & Corporate Communication Lead Stockbit dan Bibit
Seorang seniman sejati bukanlah orang yang terinspirasi, tapi orang yang menginspirasi orang lain”. Begitu ungkapan pelukis terkenal asal Spanyol, Salvador Dali. Bagi sebagian orang, seni menjadi bagian terpenting dalam hidup mereka. Melalui seni, kreativitas makin terasah hingga kemudian terbukalah peluang munculnya inovasi atau ide-ide baru.
Filosofi itu pula yang dipegang kuat William, Public Relation (PR) and Corporate Communication Lead Stockbit dan Bibit. Ia memandang profesi dan passion-nya di bidang komunikasi sebagai sebuah seni.
“Saya melihat, menjadi seorang praktisi PR ini seperti seniman. Jadi, istilahnya, mungkin dasar ilmunya kita bisa pelajari di bangku kuliah atau secara textbook ya. Tapi, seniman itu meskipun mereka melukis objek yang sama, tetap ada sentuhan personal yang tidak terpisahkan,” ujarnya saat diwawancarai Infobank, belum lama ini.
Bagi William, PR memberinya ruang yang besar untuk berekspresi dan mengeksplorasi diri dalam mempelajari hal baru. Menurutnya, tak semua pekerjaan itu mengandung sisi profesionalisme saja. Ia mengatakan, 80% dari pekerjaan PR dipengaruhi sisi profesionalisme, sedangkan 20%-nya dipengaruhi sisi personal.
“Kita sebagai ‘seniman’ di dalam bidang ini harus pintar-pintar mengelola isu, mengelola hubungan di situ,” jelas pria peraih gelar master of strategic communication dari The University of Western Australia yang telah menulis lima buku mengenai pendidikan, pengembangan diri, public speaking, dan networking ini.
William juga menekankan pentingnya inklusivitas dalam bidang PR. Komunikasi yang diterapkan mesti bisa dipahami dengan baik oleh lawan bicara atau khalayak. Maka dari itu, penyesuaian gaya bahasa dan diksi menjadi seni tersendiri dalam bidang PR. Dibutuhkan kreativitas dalam meng address setiap isu kepada setiap segmen masyarakat. SW
Sebagian orang mungkin memandang game online tidak ada manfaatnya. Namun, beda halnya dengan Robby Sutisna, Senior Executive Vice President Marketing Rintis Sejahtera, pengelola jaringan ATM Prima.
Bagi sarjana ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) ini, bermain game online memberikan sejumlah dampak positif terhadap dirinya.
Robby Sutisna Senior Executive Vice President Marketing Rintis Sejahtera
Belajar Lebih Kompetitif via Game Online
Robby pun menjadikannya sebagai hobi. Menurutnya, hobi ini tidak hanya menjadi sarana untuk melepas penat, tapi juga menjadi cara untuk memperkuat sejumlah aspek penting yang mendukung kinerjanya dalam berkarier.
“Hobi ini sebagai cara untuk memperkuat aspek penting yang mendukung kinerja saya dalam karier, yang mana mengajarkan melatih diri menjadi kompetitif dalam segala aspek,” ujarnya kepada Infobank, beberapa waktu lalu.
Robby juga mengungkapkan, bermain game online secara tak langsung mengajarkannya untuk berpikir strategis dan berorientasi pada solusi. Lebih jauh lagi, game online turut membentuk mindset adaptabilitas dan fleksibilitas di dalam dirinya. “Dari sana saya belajar ketekunan dan konsistensi, keterbukaan terhadap feedback, serta lead by example,” tukas pria yang gemar olahraga golf ini.
Menurutnya, mindset tersebut telah menjadi fondasi yang tidak hanya membantunya berkembang secara pribadi, tapi juga mendorong kesuksesan bersama dalam tim dan perusahaan. Hal itulah yang kemudian membantu dirinya dalam memimpin tim untuk mencapai target.
Terkait kepemimpinan (leadership), yang paling penting baginya adalah lead by example dan menerapkan kerja sama di dalam tim. “Pendekatannya adalah kolaboratif. Melibatkan berbagai pihak untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak hanya memenuhi regulasi, tapi juga memberikan solusi yang aman dan bermanfaat bagi pengguna,” pungkasnya. SW
Filosofi itu pula yang dipegang kuat William, Public Relation (PR) and Corporate Communication Lead Stockbit dan Bibit. Ia memandang profesi dan passion-nya di bidang komunikasi sebagai sebuah seni.