BUDI HERAWAN, DIREKTUR UTAMA ASURANSI CANDI UTAMA & KETUA UMUM AAUI
Bagaimana pandangan Anda mengenai kinerja industri asuransi umum di Indonesia tahun ini?
Tahun ini, kinerja industri asuransi umum tidak akan lebih baik daripada 2024. Karena asuransi kendaraan bermotor kontraksi, asuransi properti tidak ada kue baru, asuransi kredit juga melambat, ekspor impor untuk kargo juga belum sesuai dengan harapan, perkapalan juga masih terbatas. Tapi, strateginya adalah bagaimana kami memimpin atau menyikapi situasi ini dengan bijak. Ada banyak caranya, seperti efisiensi atau mencari terobosan tentang produk-produk yang belum pernah ada. Salah satunya dengan parametric insurance (asuransi parametrik).
Dan, yang selalu saya tekankan, industri juga masih minim di asuransi mikro, dalam hal ini termasuk ekonomi kreatif. Segmen ekonomi kreatif itu kalau benar-benar fokus, peluangnya luar biasa. Akan tetapi, siapa yang mau meng garap. Harus ada pionir. Hal ini yang belum saya lihat. Untuk menjadi pionir memang diperlu kan biaya, sehingga bagaimana kami bisa me-manage biaya agar tidak besar. Jadi, hal-hal itu yang menjadi tantangan bagi seorang eksekutif asuransi di 2025.
Apakah Anda optimistis industri asuransi umum mampu tumbuh double digit, dan apa saja yang akan menopang pertumbuhan itu?
Ya, double digit, tapi tidak seperti tahun lalu. Untuk kinerja tahun lalu pun, saya sedang evaluasi. Sepertinya kinerja pada Q4-2024 akan melambat juga. Di lain sisi, regulator sudah fully aware – membantu dengan cara pemikiran-pemikiran. Tapi, melihat kondisi ekonomi dan inflasi yang masih tinggi, saya agak pesimistis. Kami coba mau mengusulkan dari perusahaan pembiayaan, namun daya beli terhadap kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua melalui perusahaan pembiayaan juga agak kontraksi.
Belum lagi kami menghadapi tantangan paralelisasi PSAK 117 tahun ini. Di sinilah tantangan seorang leader, bisa atau tidak melewati kesulitan, serta melihat semua peluang dan kekurangan. Jadi, kami memang harus berpikir yang lebih strategis.
Selain itu, tantangan terbesar di industri asuransi adalah kurangnya pemimpin dengan kepemimpinan kuat atau strong leadership dan integritas. Meskipun banyak orang pintar, tetapi sejumlah perusahaan asuransi menghadapi masalah karena buruknya pengelolaan dari eksekutif. Jadi, kepintaran saja tidak cukup untuk memajukan perusahaan, tetapi perlu adanya kepemimpinan yang berintegritas dan tata kelola yang baik (good governance). Reputasi perusahaan bisa rusak jika eksekutifnya tidak menjaga prinsip-prinsip tersebut. Kunci utama dalam asuransi adalah kepercayaan. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat harus dijaga dengan baik dan tidak disalahguna kan agar industri ini bisa berkembang secara positif.
Melihat kondisi ekonomi dan inasi yang masih tinggi, bagaimana kinerja industri asuransi umum dari sisi klaim? Biasanya kalau ekonomi sulit ada risiko fraud?
Betul. Saya pun sudah mengingatkan semua di dalam proses underwriting, akseptasi untuk tetap dan harus prudent. Apalagi pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Pasal 251 KUHD ini juga berat bagi industri kami. Saya juga baru mengulas semua sampai detail, dari tugas jangka pendek bagi kami, seperti melakukan evaluasi terhadap semua polis yang beredar di Indonesia baik polis standar maupun polis yang nonstandar. Hal ini menjadi salah satu tugas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.
Jadi, kalau mau melihat terkait the real leadership in industry, (bisa dilihat) di 2025 ini. Siapa yang akan survive dengan result yang bagus, it’s a good leader. Menurut saya, hanya good leader yang bisa melewati masa sulit dan orang yang jeli melihat peluang di situasi sulit. Orang sukses adalah orang yang bisa melihat peluang di tempat yang sempit.
Soal diberlakukannya regulasi POJK 20/2023 dan asuransi wajib kendaraan bermotor (TPL), sudah siapkah industri asuransi umum?
Terkait POJK 20/2023, saya sudah bersurat mengingatkan ke OJK, tapi belum dapat tanggapan yang positif. Saya minta relaksasi, tetapi belum ada jawaban. Karena menyangkut surety bond itu lebih banyak membantu UMKM. Saat ini, asuransi kredit dari 22 pemain, mungkin tinggal 7 atau 8 pemain. Belum lagi ada resharing, ada ketentuan pembatasan biaya akuisisi dan batasan tenor waktu dari yang 15 tahun sekarang hanya tinggal 5 tahun. Kemudian, untuk asuransi wajib kendaraan bermotor, kami masih menunggu juga. Saya sedang minta audiensi untuk memaparkan kesiapan di industri sampai sejauh mana.
Dengan berbagai tantangan di industri, termasuk permodalan, mungkin perusahaan asuransi umum way out-nya akan mencari partner strategis. Tapi, seberapa menarik industri asuransi umum bagi investor saat ini?
Kalau mencari strategic partner atau bagaimana investor yang ada bisa menaikkan modal agak sulit karena return on investment industri masih kecil, masih di bawah 3%. Jadi, tidak ada ketertarikan untuk mereka (investor) menambah. Baik (perusahaan asuransi) yang besar pun akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu, saya selalu bilang marilah perbaiki dulu di industri asuransi ini. Caranya bagaimana? Tentunya dimulai dari disiplin leader-leader yang ada di perusahaan asuransi.
Bagaimana target kinerja keuangan Asuransi Candi Utama di 2025?
Kami tetap optimistis. Saya selalu menanamkan harus ada keoptimisan di dalam perusahaan. Alhamdulillah ada pertumbuhan di perusahaan, profit juga ada. Namun, kalau saya lebih melihat sisi full year dalam mengelola perusahaan. Kalau mau cepat growth-nya gampang. Tapi, itu bisa sustain, itu yang jadi pertanyaan. Market itu melihat reputasi asuransi, siapa yang mengelola, siapa yang menjalani. Karena, ini bisnis trust atau kepercayaan
Tahun ini, kinerja industri asuransi umum tidak akan lebih baik daripada 2024. Karena asuransi kendaraan bermotor kontraksi, asuransi properti tidak ada kue baru, asuransi kredit juga melambat, ekspor impor untuk kargo juga belum sesuai dengan harapan, perkapalan juga masih terbatas. Tapi, strateginya adalah bagaimana kami memimpin atau menyikapi situasi ini dengan bijak. Ada banyak caranya, seperti efisiensi atau mencari terobosan tentang produk-produk yang belum pernah ada. Salah satunya dengan parametric insurance (asuransi parametrik).