Tujuh dari 10 perusahaan asuransi jiwa raksasa berhasil meraih predikat “sangat bagus”. BRI Life menjadi yang teratas, sekaligus mempertahankan predikat prestisius itu selama lebih dari satu dekade. Top!
Direksi Asuransi BRI Life; kinerja konsisten ciamik
ASURANSI BRI Life (BRI Life) kembali mengukuhkan diri sebagai perusahaan asuransi jiwa papan atas nasional. Dalam “Rating 117 Asuransi Versi Infobank 2025”, BRI Life menempati peringkat pertama di kelompok perusahaan asuransi jiwa dengan modal sendiri Rp5 triliun ke atas, kategori yang hanya diisi oleh 10 perusahaan terbesar. Dengan total skor 95,43%, BRI Life tidak hanya meraih predikat “sangat bagus”, tapi juga mempertahankan predikat tersebut selama lebih dari 10 tahun berturutturut. Sebuah capaian yang pantas mendapat apresiasi tinggi.
Capaian itu menjadi bukti konsistensi dan kekuatan fundamental dari anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini dalam mengelola bisnis asuransi jiwa di tengah berbagai dinamika industri. Di tengah fluktuasi pasar, tekanan inflasi, serta tantangan dari sisi daya beli masyarakat, BRI Life tetap mampu menunjukkan performa yang solid dan sustain. Bahkan, di 2024, BRI Life mencatatkan pertumbuhan premi bruto yang ciamik, sebesar 14,08% secara tahunan atau menjadi Rp8,88 triliun. Pertumbuhan itu jauh melampaui ratarata pertumbuhan industri yang tercatat 3,40%. Laba bersih BRI Life pun melonjak hingga menjadi Rp760,39 miliar atau naik 42,10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Juga mengungguli rerata industri yang tumbuh 32,61%.
Biro Riset Infobank (birI) mencatat, salah satu indikator kinerja keuangan penting yang menunjukkan kekuatan BRI Life adalah rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) yang mencapai 435%. Angka ini jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%, dan menun jukkan kemampuan perusahaan ini dalam memenuhi kewajiban jangka panjang, termasuk pembayaran klaim. Rasio likuiditas, kecukupan investasi, dan efisiensi hasil investasi terhadap pendapatan premi neto juga mencatat skor tinggi dalam penilaian Infobank.
Menurut Direktur Utama BRI Life, Aris Hartanto, keberhasilan BRI Life tidak lepas dari dominasi kanal bancassurance yang berkontribusi hingga 92% terhadap total annualized premium equivalent (APE). “Keberha silan BRI Life merupakan buah dari ketepatan dalam mengeksekusi strategi bisnis yang selaras dengan arah dan potensi BRI Group, serta dukungan dari strategic partner kami, FWD. Tahun 2024 menjadi milestone penting dalam perjalanan kami mewujudkan corporate value, yaitu memBRI Lifekan Indonesia,” ujarnya kepada Infobank, akhir Juni lalu.
Aris juga menjelaskan bahwa BRI Life menjalankan perencanaan bisnis yang berlapis dan terukur, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Perencanaan tersebut secara berkala direviu dan disesuai kan dengan kondisi pasar dan perkembangan bisnis.
“Selama satu dekade terakhir, kami tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya.
BRI Life tak hanya fokus pada penguatan lini konvensional, tapi juga agresif melakukan inovasi, terutama pada produk digital. Produk seperti AcciCare dan LifeCare kini tersedia di aplikasi BRImo, aplikasi perbankan digital milik BRI, sementara produk anyar Prosport yang melindungi masyarakat saat berolahraga dengan premi terjangkau sudah bisa diakses melalui digital landing page perusa haan. BRI Life bahkan menyiapkan produk mikro terbaru dengan ticket size yang lebih tinggi untuk memperluas jangkauan proteksi ke segmen bawah.
Inisiatif digitalisasi juga diterap kan dalam proses internal, seperti penggunaan platform MoKlaim untuk mempercepat pengajuan klaim, pene rapan jet underwriting untuk seleksi risiko otomatis, serta implemen tasi sistem keuangan digital yang terkini menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan PSAK yang berlaku. Ini semua menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat layanan berbasis customer centric.
Dari sisi sinergi, BRI Life memper luas kemitraan dengan berbagai entitas di bawah naungan BRI Group. Salah satu kolaborasi yang cukup menonjol adalah dengan PT Permo dalan Nasional Madani (PNM), ter utama dalam memberikan proteksi kepada nasabah ultra mikro PNM Mekaar. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 1 juta nasabah Mekaar telah terproteksi oleh BRI Life. Sinergi ini diperkuat pula dengan kegiatan literasi keuangan dan asuransi yang rutin dilakukan di berbagai daerah.
Terkait target 2025, BRI Life memproyeksikan pertumbuhan APE sebesar 24%, dengan strategi utama melalui sinergi dengan BRI Group dan dukungan FWD sebagai mitra strategis. Hingga Mei 2025, APE BRI Life telah tumbuh 9%, dengan kontribusi kanal bancassurance mencapai 87%. Perusahaan ini juga telah membukukan laba bersih sebesar Rp354 miliar dan fee based income sebesar Rp313 miliar, mencerminkan keberhasilan strategi yang dijalankan di awal tahun.
Lebih jauh, meski industri asuransi jiwa tengah menghadapi sejumlah tantangan besar, seperti inflasi medis, ketidakpastian suku bunga, serta tekanan pada daya beli akibat meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), BRI Life melihat semua ini sebagai peluang untuk memperluas cakupan perlindungan. Salah satu upaya mitigasi yang dijalankan adalah implementasi model managed care guna menekan lonjakan klaim, khususnya di lini Kesehatan.
“Ketidakpastian global justru memperkuat peran asuransi jiwa sebagai pilar utama dalam perlin dungan finansial jangka panjang. Kami ingin menjadi ‘Most Valuable Life Insurance’ sekaligus ‘Champion of Life Insurance Inclusiveness’ pada 2029. Karena itu, kami akan terus menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan segmentasi masyarakat dari segala sisi: gaya hidup, siklus hidup, hingga kebutuhan digital,” ungkap Aris.
Sebagai bagian dari strategi per tumbuhan jangka menengah, BRI Life tengah mengembangkan model bisnis baru priority bancassurance specialist (PBS) yang akan ditugaskan di kantor kantor prioritas BRI. Inisiatif ini bertujuan untuk menang kap potensi besar di segmen nasabah prioritas dan private, dengan pende katan layanan yang berbeda dan lebih personal.
Tak hanya fokus ke luar, BRI Life juga memperhatikan kesejahteraan tenaga pemasar dan staf bank yang berkontribusi dalam penjualan produk asuransi. Berbagai program peningkatan kompetensi, penghar gaan, dan penguatan sistem supervisi tengah dikembangkan untuk menjaga semangat dan efektivitas tim pemasaran.
Keberhasilan BRI Life bukan sekadar keberhasilan finansial, tapi juga keberhasilan membangun sistem yang mampu tumbuh di tengah keti dakpastian. Strategi yang terintegrasi, eksekusi yang presisi, sinergi dalam ekosistem BRI Group, serta sentuhan digitalisasi menjadikan BRI Life tidak hanya bertahan, tapi juga menjadi panutan dalam industri.
Dalam dunia asuransi yang makin kompetitif dan penuh tantangan, BRI Life membuktikan bahwa stabilitas, inovasi, dan inklusi dapat berjalan bersamaan. Lebih dari sekadar mem pertahankan predikat “sangat bagus”, BRI Life mengubahnya menjadi standar baru, tonggak pencapaian yang menginspirasi industri. Sudah sepantasnya angkat topi untuk dedikasi BRI Life dalam membangun perlindungan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
ASURANSI Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia) menempati peringkat kedua dengan total skor 89,68% dan meraih predikat “sangat bagus”, mempertahankan predi kat yang sama seperti tahun sebelumnya. Kinerja unggul perusahaan yang dinakhodai Alexander Grenz selaku di rektur utama ini terlihat dari berbagai indikator finansial, seperti likuiditas, kecukupan investasi, pertumbuhan pre mi bruto, dan rasio laba sebelum pajak terhadap ratarata modal sendiri. Di 2024, Allianz Life Indonesia meraup premi bruto Rp17,62 triliun, tumbuh 8,59% dari 2023. Ar
ASURANSI Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) mencetak kinerja keuangan yang biru di 2024 dengan laba bersih Rp1,84 triliun, terbang 347,44% secara tahun an. Pertumbuhan laba ini jauh di atas ratarata industri yang naik 32,61%, sekaligus tertinggi di kelompoknya. Salah satu pendorong pertumbuhan laba adalah pen dapatan premi bruto yang naik 5,45% menjadi Rp10,42 triliun. Dipimpin Lauren Sulistiawati sebagai presiden direktur dan CEO, Manulife Indonesia kini berpredikat “sangat bagus”, dari sebelumnya “bagus” saja. Ar
PRUDENTIAL Life Assurance (Prudential Indonesia) berpredikat “sangat bagus” dengan total skor 85,33%, mempertahankan prestasi serupa pada rating 2024. Dipimpin Tony Benitez selaku presiden direktur, perusa haan ini mencatat kinerja keuangan solid dengan nilai terbaik di sejumlah aspek penilaian rating, seperti rasio solvabilitas (RBC), kecukupan investasi, pertumbuhan premi bruto dan modal sendiri, hingga rasio profitabilitas terhadap modal. Di 2024, Prudential Indonesia meraup premi bruto Rp20,75 triliun, naik 4,37% dari 2023. Ar
AIA Financial menunjukkan kinerja keuangan yang gemilang di 2024, mengantarkannya meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 84,58%. Capaian ini menjadi lompatan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ketika AIA Financial hanya meraih predikat “bagus”. Di bawah kepemimpinan Harsya Wardhana Prasetyo sebagai presiden direktur, perusahaan ini berha sil memperkuat fondasi keuangannya secara menyeluruh. Salah satu indikator kunci dari penguatan itu adalah per tumbuhan laba bersih yang naik 21,12%, pada 2024. Ar
BNI Life Insurance (BNI Life) berhasil meraih predikat “sangat bagus” berkat kinerja ciamiknya di 2024. Di bawah kepemimpinan Neny Asriany sebagai direktur me rangkap plt direktur utama, perusahaan ini meraup laba bersih Rp283,12 miliar, tumbuh 3,64% secara tahunan de ngan premi bruto yang meningkat 3,77% menjadi Rp5,58 triliun. Nilai sempurna diraih BNI Life pada aspekaspek penting, seperti rasio solvabilitas minimum (RBC), likui ditas, kecukupan investasi, dan rasio perimbangan hasil investasi dengan pendapatan premi neto. Ar
KINERJA yang menguat ditunjukkan Indolife Pension tama di 2024. Hal ini mendorong peningkatan peringkat nya dalam rating kali ini menjadi berpredikat “sangat bagus” dengan total skor 81,68%, setelah sebelumnya hanya meraih predikat “cukup bagus”. Di bawah kepe mimpinan direktur utama Andreas S. Soedjijanto, perusa haan ini tampil menonjol di sejumlah aspek seperti likui ditas, pertumbuhan premi bruto, pertumbuhan modal sendiri, rasio perimbangan hasil investasi terhadap pen dapatan premi neto, dengan meraih nilai sempurna. Ar
ASURANSI BRI Life (BRI Life) kembali mengukuhkan diri sebagai perusahaan asuransi jiwa papan atas nasional. Dalam “Rating 117 Asuransi Versi Infobank 2025”, BRI Life menempati peringkat pertama di kelompok perusahaan asuransi jiwa dengan modal sendiri Rp5 triliun ke atas, kategori yang hanya diisi oleh 10 perusahaan terbesar. Dengan total skor 95,43%, BRI Life tidak hanya meraih predikat “sangat bagus”, tapi juga mempertahankan predikat tersebut selama lebih dari 10 tahun berturutturut. Sebuah capaian yang pantas mendapat apresiasi tinggi.
Capaian itu menjadi bukti konsistensi dan kekuatan fundamental dari anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini dalam mengelola bisnis asuransi jiwa di tengah berbagai dinamika industri. Di tengah fluktuasi pasar, tekanan inflasi, serta tantangan dari sisi daya beli masyarakat, BRI Life tetap mampu menunjukkan performa yang solid dan sustain. Bahkan, di 2024, BRI Life mencatatkan pertumbuhan premi bruto yang ciamik, sebesar 14,08% secara tahunan atau menjadi Rp8,88 triliun. Pertumbuhan itu jauh melampaui ratarata pertumbuhan industri yang tercatat 3,40%. Laba bersih BRI Life pun melonjak hingga menjadi Rp760,39 miliar atau naik 42,10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Juga mengungguli rerata industri yang tumbuh 32,61%.
Biro Riset Infobank (birI) mencatat, salah satu indikator kinerja keuangan penting yang menunjukkan kekuatan BRI Life adalah rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) yang mencapai 435%. Angka ini jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%, dan menun jukkan kemampuan perusahaan ini dalam memenuhi kewajiban jangka panjang, termasuk pembayaran klaim. Rasio likuiditas, kecukupan investasi, dan efisiensi hasil investasi terhadap pendapatan premi neto juga mencatat skor tinggi dalam penilaian Infobank.
Menurut Direktur Utama BRI Life, Aris Hartanto, keberhasilan BRI Life tidak lepas dari dominasi kanal bancassurance yang berkontribusi hingga 92% terhadap total annualized premium equivalent (APE). “Keberha silan BRI Life merupakan buah dari ketepatan dalam mengeksekusi strategi bisnis yang selaras dengan arah dan potensi BRI Group, serta dukungan dari strategic partner kami, FWD. Tahun 2024 menjadi milestone penting dalam perjalanan kami mewujudkan corporate value, yaitu memBRI Lifekan Indonesia,” ujarnya kepada Infobank, akhir Juni lalu.
Aris juga menjelaskan bahwa BRI Life menjalankan perencanaan bisnis yang berlapis dan terukur, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Perencanaan tersebut secara berkala direviu dan disesuai kan dengan kondisi pasar dan perkembangan bisnis.
“Selama satu dekade terakhir, kami tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya.
BRI Life tak hanya fokus pada penguatan lini konvensional, tapi juga agresif melakukan inovasi, terutama pada produk digital. Produk seperti AcciCare dan LifeCare kini tersedia di aplikasi BRImo, aplikasi perbankan digital milik BRI, sementara produk anyar Prosport yang melindungi masyarakat saat berolahraga dengan premi terjangkau sudah bisa diakses melalui digital landing page perusa haan. BRI Life bahkan menyiapkan produk mikro terbaru dengan ticket size yang lebih tinggi untuk memperluas jangkauan proteksi ke segmen bawah.
Inisiatif digitalisasi juga diterap kan dalam proses internal, seperti penggunaan platform MoKlaim untuk mempercepat pengajuan klaim, pene rapan jet underwriting untuk seleksi risiko otomatis, serta implemen tasi sistem keuangan digital yang terkini menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan PSAK yang berlaku. Ini semua menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat layanan berbasis customer centric.
Dari sisi sinergi, BRI Life memper luas kemitraan dengan berbagai entitas di bawah naungan BRI Group. Salah satu kolaborasi yang cukup menonjol adalah dengan PT Permo dalan Nasional Madani (PNM), ter utama dalam memberikan proteksi kepada nasabah ultra mikro PNM Mekaar. Hingga pertengahan 2025, lebih dari 1 juta nasabah Mekaar telah terproteksi oleh BRI Life. Sinergi ini diperkuat pula dengan kegiatan literasi keuangan dan asuransi yang rutin dilakukan di berbagai daerah.
Terkait target 2025, BRI Life memproyeksikan pertumbuhan APE sebesar 24%, dengan strategi utama melalui sinergi dengan BRI Group dan dukungan FWD sebagai mitra strategis. Hingga Mei 2025, APE BRI Life telah tumbuh 9%, dengan kontribusi kanal bancassurance mencapai 87%. Perusahaan ini juga telah membukukan laba bersih sebesar Rp354 miliar dan fee based income sebesar Rp313 miliar, mencerminkan keberhasilan strategi yang dijalankan di awal tahun.
Lebih jauh, meski industri asuransi jiwa tengah menghadapi sejumlah tantangan besar, seperti inflasi medis, ketidakpastian suku bunga, serta tekanan pada daya beli akibat meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK), BRI Life melihat semua ini sebagai peluang untuk memperluas cakupan perlindungan. Salah satu upaya mitigasi yang dijalankan adalah implementasi model managed care guna menekan lonjakan klaim, khususnya di lini Kesehatan.
“Ketidakpastian global justru memperkuat peran asuransi jiwa sebagai pilar utama dalam perlin dungan finansial jangka panjang. Kami ingin menjadi ‘Most Valuable Life Insurance’ sekaligus ‘Champion of Life Insurance Inclusiveness’ pada 2029. Karena itu, kami akan terus menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan segmentasi masyarakat dari segala sisi: gaya hidup, siklus hidup, hingga kebutuhan digital,” ungkap Aris.
Sebagai bagian dari strategi per tumbuhan jangka menengah, BRI Life tengah mengembangkan model bisnis baru priority bancassurance specialist (PBS) yang akan ditugaskan di kantor kantor prioritas BRI. Inisiatif ini bertujuan untuk menang kap potensi besar di segmen nasabah prioritas dan private, dengan pende katan layanan yang berbeda dan lebih personal.
Tak hanya fokus ke luar, BRI Life juga memperhatikan kesejahteraan tenaga pemasar dan staf bank yang berkontribusi dalam penjualan produk asuransi. Berbagai program peningkatan kompetensi, penghar gaan, dan penguatan sistem supervisi tengah dikembangkan untuk menjaga semangat dan efektivitas tim pemasaran.
Keberhasilan BRI Life bukan sekadar keberhasilan finansial, tapi juga keberhasilan membangun sistem yang mampu tumbuh di tengah keti dakpastian. Strategi yang terintegrasi, eksekusi yang presisi, sinergi dalam ekosistem BRI Group, serta sentuhan digitalisasi menjadikan BRI Life tidak hanya bertahan, tapi juga menjadi panutan dalam industri.
Dalam dunia asuransi yang makin kompetitif dan penuh tantangan, BRI Life membuktikan bahwa stabilitas, inovasi, dan inklusi dapat berjalan bersamaan. Lebih dari sekadar mem pertahankan predikat “sangat bagus”, BRI Life mengubahnya menjadi standar baru, tonggak pencapaian yang menginspirasi industri. Sudah sepantasnya angkat topi untuk dedikasi BRI Life dalam membangun perlindungan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
ASURANSI Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia) menempati peringkat kedua dengan total skor 89,68% dan meraih predikat “sangat bagus”, mempertahankan predi kat yang sama seperti tahun sebelumnya. Kinerja unggul perusahaan yang dinakhodai Alexander Grenz selaku di rektur utama ini terlihat dari berbagai indikator finansial, seperti likuiditas, kecukupan investasi, pertumbuhan pre mi bruto, dan rasio laba sebelum pajak terhadap ratarata modal sendiri. Di 2024, Allianz Life Indonesia meraup premi bruto Rp17,62 triliun, tumbuh 8,59% dari 2023. Ar
ASURANSI Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) mencetak kinerja keuangan yang biru di 2024 dengan laba bersih Rp1,84 triliun, terbang 347,44% secara tahun an. Pertumbuhan laba ini jauh di atas ratarata industri yang naik 32,61%, sekaligus tertinggi di kelompoknya. Salah satu pendorong pertumbuhan laba adalah pen dapatan premi bruto yang naik 5,45% menjadi Rp10,42 triliun. Dipimpin Lauren Sulistiawati sebagai presiden direktur dan CEO, Manulife Indonesia kini berpredikat “sangat bagus”, dari sebelumnya “bagus” saja. Ar
PRUDENTIAL Life Assurance (Prudential Indonesia) berpredikat “sangat bagus” dengan total skor 85,33%, mempertahankan prestasi serupa pada rating 2024. Dipimpin Tony Benitez selaku presiden direktur, perusa haan ini mencatat kinerja keuangan solid dengan nilai terbaik di sejumlah aspek penilaian rating, seperti rasio solvabilitas (RBC), kecukupan investasi, pertumbuhan premi bruto dan modal sendiri, hingga rasio profitabilitas terhadap modal. Di 2024, Prudential Indonesia meraup premi bruto Rp20,75 triliun, naik 4,37% dari 2023. Ar
AIA Financial menunjukkan kinerja keuangan yang gemilang di 2024, mengantarkannya meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 84,58%. Capaian ini menjadi lompatan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ketika AIA Financial hanya meraih predikat “bagus”. Di bawah kepemimpinan Harsya Wardhana Prasetyo sebagai presiden direktur, perusahaan ini berha sil memperkuat fondasi keuangannya secara menyeluruh. Salah satu indikator kunci dari penguatan itu adalah per tumbuhan laba bersih yang naik 21,12%, pada 2024. Ar
BNI Life Insurance (BNI Life) berhasil meraih predikat “sangat bagus” berkat kinerja ciamiknya di 2024. Di bawah kepemimpinan Neny Asriany sebagai direktur me rangkap plt direktur utama, perusahaan ini meraup laba bersih Rp283,12 miliar, tumbuh 3,64% secara tahunan de ngan premi bruto yang meningkat 3,77% menjadi Rp5,58 triliun. Nilai sempurna diraih BNI Life pada aspekaspek penting, seperti rasio solvabilitas minimum (RBC), likui ditas, kecukupan investasi, dan rasio perimbangan hasil investasi dengan pendapatan premi neto. Ar
KINERJA yang menguat ditunjukkan Indolife Pension tama di 2024. Hal ini mendorong peningkatan peringkat nya dalam rating kali ini menjadi berpredikat “sangat bagus” dengan total skor 81,68%, setelah sebelumnya hanya meraih predikat “cukup bagus”. Di bawah kepe mimpinan direktur utama Andreas S. Soedjijanto, perusa haan ini tampil menonjol di sejumlah aspek seperti likui ditas, pertumbuhan premi bruto, pertumbuhan modal sendiri, rasio perimbangan hasil investasi terhadap pen dapatan premi neto, dengan meraih nilai sempurna. Ar
Capaian itu menjadi bukti konsistensi dan kekuatan fundamental dari anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini dalam mengelola bisnis asuransi jiwa di tengah berbagai dinamika industri. Di tengah fluktuasi pasar, tekanan inflasi, serta tantangan dari sisi daya beli masyarakat, BRI Life tetap mampu menunjukkan performa yang solid dan sustain. Bahkan, di 2024, BRI Life mencatatkan pertumbuhan premi bruto yang ciamik, sebesar 14,08% secara tahunan atau menjadi Rp8,88 triliun. Pertumbuhan itu jauh melampaui ratarata pertumbuhan industri yang tercatat 3,40%. Laba bersih BRI Life pun melonjak hingga menjadi Rp760,39 miliar atau naik 42,10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Juga mengungguli rerata industri yang tumbuh 32,61%.