Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Perusahaan Asuransi Sosial

Jasa Raharja Membaik, Asabri dan Taspen Apa Kabar?

Sulit menggambarkan kondisi industri asuransi sosial karena tak semua perusahaan menerbitkan laporan keuangan. Kinerja keuangan Jasa Raharja tampaknya menguat di 2024, dan makin meningkat di lima bulan pertama 2025. Asabri dan Taspen masih absen menerbitkan laporan keuangan.

Oleh Ari Astriawan
Sumber: Jasa Raharja

Sumber: Jasa Raharja

 BIRO Riset Infobank (birI) tidak bisa mendapatkan gambaran utuh tentang kondisi industri asuransi sosial beberapa tahun belakangan. Ada tiga perusahaan pelat merah yang bermain di segmen ini, yakni Jasa  Raharja, Asuransi Sosial ABRI (Asabri), dan Taspen. Sayangnya, hanya Jasa Raharja yang masih rutin memublikasikan laporan keuangan. Sedangkan Asabri dan Taspen sudah beberapa tahun terakhir tidak merilis laporan keuangan ke publik. 

 

 

Dalam catatan Biro Riset Infobank, Taspen terakhir merilis laporan keuangan tahun buku 2019. Sementara, Asabri lebih lama lagi, terakhir adalah laporan keuangan tahun buku 2017. Berbagai persoalan yang terjadi di industri ini mungkin menjadi alasan kedua perusahaan itu absen menerbitkan laporan keuangan. Kondisi asuransi sosial belakangan memang tampak menantang. 

Meski begitu, 2024 sepertinya menjadi tahun yang lebih baik dibandingkan dengan 2023. Paling tidak, terlihat dari performa keuangan Jasa Raharja yang menunjukkan perbaikan, setelah mengalami koreksi di 2023. Mengacu pada data Biro Riset Infobank, di bawah kepemimpinan Rivan A. Purwantono sebagai direktur utama – yang per awal Mei 2025 diangkat sebagai Direktur Utama Jasa Marga – performa bisnis Jasa Raharja sepanjang 2024 menunjukkan peningkatan. 

Pendapatan premi bruto Jasa Raharja yang kini dipimpin plt Direktur Utama, Rubi Handojo, masih tumbuh tipis 1,44% year on year (yoy), dari Rp4,75 triliun menjadi Rp4,81 triliun. Jumlah investasi yang tumbuh negatif pada 2023, berbalik naik 1,17%, atau menjadi Rp14,09 triliun per akhir 2024. 

Kinerja labanya memang masih tumbuh negatif, yakni minus 0,62% menjadi Rp1,50 triliun. Namun, penurunan laba sebelum pajak ini tak sedalam tahun sebelumnya, yang anjlok 15,21%. Sementara, total asetnya tumbuh tipis 0,66%, dari Rp15,23 triliun menjadi Rp15,33 triliun. 

Rasio-rasio keuangan lainnya pun mengindikasikan perbaikan. Risk based capital (RBC) terjaga solid di posisi 843,61%. Demikian pula dengan rasio likuiditas yang mencapai 339,75%. Kedua rasio penting itu jauh di atas threshold yang ditetapkan regulator, yakni minimal 120%. 

Tahun ini, mesin bisnis Jasa Raharja tampaknya menderu lebih kencang. Per Mei 2025, perseroan membukukan pendapatan premi bruto sebesar Rp2,09 triliun. Capaian itu melonjak 20,18% secara tahunan. Sedangkan, laba sebelum pajak memelesat 82,01%, atau menjadi Rp979,56 miliar. Indikator keuangan lainnya pun mayoritas tumbuh positif. 

Sementara, untuk Asabri, jika mengutip dari laporan tahunan 2023, perseroan membukukan kenaikan premi 10,37% atau menjadi Rp6,81 triliun per akhir 2023. Pendapatan premi ini didominasi segmen atau program THT PSL, dengan kontribusi sebesar Rp5,17 triliun.

 

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juli 2025

Rp 65.000

BELI