Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Perusahaan Asuransi Jiwa Bermodal Sendiri Rp250 Miliar S.D. <Rp1 Triliun

Perta Life Bertengger di Puncak Papan Tengah

Oleh Ari Astriawan
Direksi Perta Life Insurance; siap melangkah lebih jauh

Direksi Perta Life Insurance; siap melangkah lebih jauh

PERTA Life Insurance (Perta Life) mencatatkan prestasi gemilang dengan menempati posisi teratas di kelompok perusahaan asuransi jiwa dengan modal sendiri Rp250 miliar hingga di bawah Rp1 triliun. Dari total 9 perusahaan di kelompok ini, hanya lima yang berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Perta Life menjadi pemimpin klasemen berkat performa bisnis yang konsisten dan mengesankan sepanjang 2024.

Perusahaan ini membukukan total skor 98,42%. Salah satu yang tertinggi di antara seluruh perusahaan asuransi jiwa yang masuk dalam penilaian/rating. Hebatnya lagi, dari 11 aspek penilaian, sembilan aspek berhasil disapu bersih dengan nilai sempurna. Mencerminkan kekuatan fundamental, efisiensi operasional, dan financial governance yang prima.

Di bawah kepemimpinan Hanindio W. Hadi sebagai direktur utama, Perta Life menunjukkan pertumbuhan bisnis yang jauh di atas rata-rata industri. Premi bruto tumbuh signifikan 38,73% secara year on year (yoy) menjadi Rp1,25 triliun, jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri yang hanya 3,40%. Kinerja investasi pun menunjukkan hasil positif, naik 11,32% menjadi Rp2,78 triliun, ketika rata-rata industri justru mengalami kontraksi sebesar 0,66%. Peningkatan ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola portofolio investasi secara cermat, sekaligus menjaga keseimbangan antara risiko dan hasil.

Modal sendiri Perta Life juga diperkuat dengan dukungan dari pemegang saham, tumbuh 17,51% dari Rp515,78 miliar menjadi Rp606,07 miliar. Jauh lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan industri yang hanya 2,85%. Dari sisi profitabilitas, perusahaan berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp103,16 miliar, naik 11,98% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu, total aset Perta Life meningkat menjadi Rp3,11 triliun, tumbuh 8,13%, yang memperkuat fondasi finansial perusahaan untuk terus berekspansi dan berinovasi.

Aspek permodalan dan likuiditas yang menjadi perhatian utama regulator pun tercatat dalam kondisi sangat sehat. Risk based capital (RBC) mencapai 359,66%. Jauh di atas ambang batas minimal 120% yang diwajibkan regulator, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi risiko klaim dan fluktuasi pasar. Rasio likuiditas juga berada di angka aman, yakni 305,26%, menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa perlu mencairkan aset investasi. Kedua indikator ini mempertegas kestabilan dan kesiapan Perta Life untuk melangkah lebih jauh dalam peta persaingan industri asuransi jiwa nasional.

Dengan rekam jejak kinerja yang solid dan skor penilaian yang nyaris sempurna, Perta Life tidak hanya tampil sebagai juara di kelompok asuransi jiwa menengah, tapi juga menunjukkan potensi besar untuk naik kelas ke level yang lebih tinggi.

RAPOR biru yang dicatatkan Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) pada 2024 diganjar predikat “sangat bagus” dalam rating ini. Anak usaha Bank Central Asia (BCA) ini meraih total skor 90,86% dan menempati posisi kedua di kelasnya. Dari 11 aspek penilaian, BCA Life meraih nilai sempurna di sembilan aspek. Predikat “sangat bagus” digenggam BCA Life selama lima tahun berturut turut.

Biro Riset Infobank (birl) mencatat, pada 2024, perusahaan yang dinakhodai Eva Agrayani sebagai presiden direktur & CEO ini mengantongi laba sebelum pajak sebesar Rp90,39 miliar, atau tumbuh 29,16% year on year (yoy). Perolehan premi brutonya mencapai Rp1,51 triliun. Sedangkan, jumlah investasi naik 18,97%, atau menjadi Rp3,01 triliun. Di lain sisi, total aset mengembang dari Rp2,88 triliun menjadi Rp3,34 triliun, atau naik 16,01% secara tahunan. Kesehatan keuangannya pun sangat baik, dengan risk based capital (RBC) dan rasio likuiditas masing-masing di level 433,08% dan 733,92%. AA

RAIHAN total skor 84,34% mengantarkan PFI Mega Life Insurance mengamankan posisi ketiga. Perusahaan ini meraih nilai maksimal di tujuh aspek penilaian, yakni rasio pencapaian solvabilitas, rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan modal sendiri, rasio perimbangan hasil investasi dengan pendapatan premi bruto, laba rugi sebelum pajak terhadap rata-rata modal sendiri, dan laba rugi komprehensif terhadap rata-rata modal sendiri.

Pencapaian ini melanjutkan momentum positif yang dicatatkan PFI Mega Life Insurance dalam beberapa tahun terakhir. PFI Mega Life Insurance meraih predikat “sangat bagus” selama lima tahun berturut-turut. Kondisi keuangan PFI Mega Life Insurance terjaga sangat sehat. Tecermin dari risk based capital (RBC) yang di posisi 1.869,00% dan rasio likuiditas di 441,00%. Perusahaan yang dikomandoi Samdarshi Sumit sebagai presiden direktur mengantongi laba sebelum pajak Rp43,22 miliar di 2024. Pendapatan premi brutonya tercatat Rp440,16 miliar. AA

SALAH satu lini bisnis Astra Financial, yaitu Asuransi Jiwa Astra (Astra Life), berhasil mendapatkan total skor 81,17% dan berpredikat “sangat bagus” dalam rating ini. Predikat itu berhak didapatkan karena kinerja perusahaan ini membiru di 2024.

Pada 2024, Astra Life mengantongi laba sebelum pajak sebesar Rp61,28 miliar, atau meroket 5.120,02% dalam setahunan. Sementara, pendapatan premi brutonya tercatat sebesar Rp5,95 triliun. Pemegang saham juga memperkuat permodalan, dengan modal sendiri tercatat naik 7,03% menjadi Rp748,21 miliar. Sedangkan total asetnya tercatat Rp6,81 triliun.

Fundamental keuangan perusahaan asuransi yang dipimpin Nico Tahir sebagai presiden direktur ini terjaga. Hal itu terlihat dari tingkat pencapaian solvabilitas (RBC) yang di level 293,00%, jauh di atas ketentuan regulator, yakni minimum 120%. Demikian pula rasio likuiditas yang terjaga di level 197,00%. AA

MELENGKAPI top 5 di kelompok ini ada Asuransi Jiwa Starinvestama yang meraih total skor 81,00% dan berhak atas predikat “sangat bagus”. Di tengah beragam dinamika yang dihadapi industri asuransi jiwa, perusahaan yang dipimpin Liarny sebagai presiden direktur ini mampu menjaga kinerja bisnisnya.

Asuransi Jiwa Starinvestama menghimpun pendapatan premi bruto sebesar Rp2,62 triliun di 2024, naik 10,00% secara tahunan. Jumlah investasinya pun melonjak 14,74% menjadi Rp5,00 triliun. Perusahaan asuransi ini juga mencatatkan kenaikan dari sisi modal sendiri dan total aset, yang masing-masing tumbuh 6,73% dan 19,32%.

Sementara, dari sisi permodalan, risk based capital (RBC) ada di posisi 899,08%, jauh di atas ketentuan regulator. Dengan rasio likuiditas 924,42%, perusahaan asuransi ini jelas sangat mampu membiayai operasional sehari-hari, alias sangat sehat. AA

 

 

Perusahaan ini membukukan total skor 98,42%. Salah satu yang tertinggi di antara seluruh perusahaan asuransi jiwa yang masuk dalam penilaian/rating. Hebatnya lagi, dari 11 aspek penilaian, sembilan aspek berhasil disapu bersih dengan nilai sempurna. Mencerminkan kekuatan fundamental, efisiensi operasional, dan financial governance yang prima.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juli 2025

Rp 65.000

BELI