Sebanyak 67 anak perusahaan BUMN masuk dalam rating BUMN kali ini. Dari jumlah itu, 34 perusahaan mendapat predikat “sangat bagus”. Surveyor Indonesia menempati posisi tertinggi dengan kinerja mengesankan.
Sumber : Istimewa
ANGKAT topi untuk PT Surveyor Indonesia (Surveyor Indonesia). Dalam rating BUMN ini, Surveyor Indonesia berhasil menduduki peringkat teratas di kelas anak usaha BUMN. Surveyor Indonesia, yang berada di bawah naungan holding BUMN Jasa Survei atau IDSurvey ini, meraih total skor 98,31% dan berhak atas predikat “sangat bagus”. Capaian ini menjadi bukti bahwa Surveyor Indonesia mampu menjaga konsistensi kinerja dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan jasa survei yang tepercaya di Tanah Air.
Berdasarkan hasil rating, Surveyor Indonesia memperoleh nilai sempurna pada beberapa aspek penilaian penting, terutama pada aspek pertumbuhan dan aktiva lancar dibanding kewajiban jangka pendek. Pada aspek pertumbuhan yang mencakup aktiva total, ekuitas, pendapatan usaha, hingga laba tahun berjalan, Surveyor Indonesia berhasil meraih nilai tertinggi. Begitu pula pada aspek aktiva lancar terhadap kewajiban jangka pendek yang memperlihatkan kekuatan likuiditas perusahaan. Aspek lainnya, seperti solvabilitas, efisiensi, dan rentabilitas, juga menunjukkan nilai yang cukup tinggi.
Di bawah kepemimpinan Sandry Pasambuna sebagai direktur utama, Surveyor Indonesia
membukukan kinerja positif di 2024. Perusahaan ini berhasil meraih laba bersih Rp248,73 miliar, tumbuh 7,79% dari 2023. Pertumbuhan laba ini didukung oleh kenaikan pendapatan usaha yang mencapai 14,46%, menjadi Rp2,09 triliun pada 2024. Selain itu, total aset meningkat 12,02% menjadi Rp2,62 triliun, memperlihatkan penguatan kapasitas finansial yang signifikan.
Dari sisi struktur permodalan, Surveyor Indonesia menunjukkan kondisi yang sangat sehat. Rasio kewajiban terhadap aset tercatat 22,44%, sementara ekuitas terhadap aktiva total mendominasi hingga 77,56%. Adapun kewajiban terhadap ekuitas berada di level rendah 28,93%, mencerminkan perusahaan memiliki fundamental yang kuat dan mampu menjaga keseimbangan keuangan dengan baik. Hal ini memperlihatkan bahwa Surveyor Indonesia berada dalam posisi yang aman untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan berkelanjutan.
Kinerja efisiensi dan profitabilitas Surveyor Indonesia juga patut diapresiasi. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) tercatat 90,33%, sementara rasio laba usaha terhadap pendapatan usaha berada di angka 9,67%. Selain itu, ROA mencapai 10,02% dan ROE 12,81%. Indikator itu menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset dan modal secara optimal untuk menghasilkan laba yang solid. Pencapaian ini menegaskan bahwa Surveyor Indonesia mampu menjaga kinerja yang sehat, tumbuh, dan berdaya saing di tengah dinamika industri jasa survei nasional.
FOTO 2
PADA rating kali ini, PT Pegadaian tampil sangat kuat dengan meraih nilai sempurna di empat aspek penilaian, yaitu pertumbuhan, aktiva lancar terhadap kewajiban jangka pendek, efisiensi, dan rentabilitas. Atas capaian itu, perusahaan anggota holding BUMN Ultra Mikro yang dipimpin Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini berhasil meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 97,12%.
Di 2024, kinerja PT Pegadaian, yang dinakhodai Damar Latri Setiawan sebagai direktur utama ini, mengesankan. Pendapatan usaha tumbuh 58,04% secara tahunan menjadi Rp38,62 triliun. Pertumbuhan pendapatan itu memberi dorongan besar pada laba bersih yang meningkat 33,70% menjadi Rp5,85 triliun. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi bisnis dan pengelolaan operasional yang dijalankan PT Pegadaian mampu memberikan kontribusi nyata terhadap profitabilitas dan keberlanjutan usaha.
Momentum pertumbuhan positif berhasil dipertahankan hingga paruh pertama 2025. PT Pegadaian membukukan laba Rp3,58 triliun, naik 23,13% secara tahunan. Kinerja itu ditopang oleh pendapatan usaha yang melonjak 148,03% menjadi Rp39,87 triliun. AUS
FOTO 3
ANAK usaha Pertamina, PT Pertamina International Shipping (PIS), menempati urutan ketiga di kelas anak perusahaan BUMN dengan torehan prestasi yang membanggakan. Di bawah kepemimpinan Surya Tri Harto selaku chief executive officer (CEO), PIS mencatat pertumbuhan signifikan di berbagai aspek fundamental. Di 2024, aktiva tumbuh 27,94% menjadi Rp80,90 triliun. Ekuitas meningkat 28,29% menjadi Rp42,62 triliun.
Kinerja keuangan lainnya juga sangat impresif dengan rasio ROA 12,53% dan ROE 23,81%. Laba bersih melonjak 77,50% menjadi Rp9,03 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian 2023. Dengan hasil itu, PIS memperoleh total skor 96,35% dan berhak atas predikat “sangat bagus”. Pencapaian ini membuktikan kapasitas PIS dalam mengelola bisnis pelayaran dan logistik energi secara efisien, sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu anak perusahaan BUMN yang mampu memberikan kontribusi besar bagi induk dan perekonomian nasional. MAS
FOTO 4
DENGAN total skor 96,22% dan predikat “sangat bagus”, Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menduduki posisi keempat di kelompok ini. Pencapaian itu tak lepas dari kepemimpinan Maswar Purnama selaku plt direktur utama bersama jajaran tim yang mampu membawa bank ini ke posisi lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hasil ini menjadi bukti bahwa Bank Mantap makin solid dalam menjaga kinerja dan keberlanjutan bisnis.
Berdasarkan data rating, Bank Mantap menunjukkan kinerja efisiensi yang sangat baik dengan rasio BO/PO sebesar 69,01%. Aspek rentabilitas juga mencatatkan hasil positif, tecermin dari ROA 3,26% dan ROE 22,89%. Dari sisi keuangan, pendapatan usaha tumbuh 8,93% menjadi Rp6,62 triliun, yang turut mendorong laba bersih naik 5,77% menjadi Rp1,58 triliun pada 2024. Pencapaian ini menegaskan kemampuan Bank Mantap untuk terus berkembang secara berkelanjutan dengan manajemen yang terarah dan strategi bisnis yang solid. MAS
FOTO 5
PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) mencatatkan pencapaian membanggakan pada rating ini dengan meraih total skor 95,65% dan predikat “sangat bagus”. Keberhasilan itu mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perusahaan terbaik di sektor jasa terminal kendaraan. Dipimpin Direktur Utama Sugeng Mulyadi, IPCC meraih delapan nilai sempurna dari 12 aspek penilaian. Hal ini menunjukkan manajemen yang solid dalam menjaga keseimbangan keuangan dan operasional perusahaan.
Di sisi kinerja keuangan, pada 2024, IPCC mencatat rasio aktiva lancar dibanding kewajiban jangka pendek 486,65%, yang merupakan terbaik di antara sepuluh besar perusahaan dalam rating. Rasio ekuitas terhadap total aktiva terbilang kuat di angka 69,01%, dengan rasio laba usaha terhadap pendapatan usaha mencapai 30,64% serta BO/PO berada di level 69,36%. Kinerja itu berbuah raihan laba bersih Rp212,22 miliar, tumbuh 11,19%. MAS
FOTO 6
ASURANSI BRI Life (BRI Life) berhasil melanjutkan kinerja positifnya di 2024 dengan torehan yang mem bang gakan. Di bawah kepemimpinan Aris Hartanto sebagai direktur utama, perusahaan ini mampu menja ga pertumbuhan yang solid di berbagai aspek. Hal itu tergambar dalam rapor keuangannya yang membiru.
BRI Life, yang merupakan anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), di 2024 mencatat tingkat RBC yang baik sebesar 435,00% di atas standar minimum sebesar 120%. Dalam hal pertumbuhan, kinerja BRI Life juga mengesankan. Aset mengembang 12,15% secara tahunan menjadi Rp26,41 triliun. Modal sendiri naik 12,55% menjadi Rp10,26 triliun. Pendapatan usaha tumbuh 6,64% menjadi Rp9,80 triliun. Sedangkan laba bersih sebelum pajak tumbuh 53,79% menjadi Rp960,99 miliar. Dalam rating, BRI Life meraih total skor 95,43% dan mendapatkan predikat “sangat bagus”. MAS
FOTO 7
KERJA keras Budi Santoso, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan jajarannya pada 2024 terbayarkan dengan hasil yang memuaskan. Perusahaan anggota holding BUMN di bawah PT Danareksa ini meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 94,49%. Pada aspek penilaian rating, KBI mencatat nilai sempurna di aspek pertumbuhan, rasio BO/PO, dan rentabilitas, menandakan kualitas pengelolaan perusahaan yang terus meningkat.
KBI mencatatkan pertumbuhan positif di 2024. Laba yang dibukukan Rp73,85 miliar, naik 21,66% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung pendapatan usaha yang tumbuh 25,38% menjadi Rp187,47 miliar, sementara total aset meningkat 14,03% menjadi Rp2,54 triliun. Hasil itu menjadi bukti bahwa KBI mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. SW
FOTO 8
KINERJA PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menguat di 2024. Hal itu terbaca dari hasil rating ini di mana PGN berhasil meraih predikat “sangat bagus”, dari sebelumnya “bagus” saja. Pencapaian itu menjadi bukti pengelolaan yang makin solid dari perusahaan yang bernaung di bawah PT Pertamina sebagai induk holding migas.
Dalam penilaian rating, perusahaan yang dipimpin Arief Setiawan Handoko sebagai direktur utama, dan pada 27 Agustus 2025 telah digantikan oleh Arief Kurnia Risdianto, mencatat nilai sempurna pada aspek aktiva lancar dibanding kewajiban jangka pendek, rasio BO/PO, serta rentabilitas. Sementara, aspek pertumbuhan dan solvabilitas nilainya cukup tinggi. PGN mendapat total skor 93,82%.
Pada 2024, PGN membukukan laba bersih Rp7,11 triliun. Secara tahunan laba itu mengembang 22,38%. Peningkatan laba ditopang oleh pendapatan usaha yang naik 8,93% menjadi Rp61,23 triliun. SW
FOTO 9
BANK Syariah Indonesia (BSI) merupakan anak perusahaan Bank Mandiri yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di 2024. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI kembali meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 93,67%. Pencapaian ini menunjukkan konsistensi bank ini dalam menjaga kualitas kinerja serta keberlanjutan pertumbuhan yang positif. Keberhasilan itu juga menjadi bukti komitmen manajemen dalam mengelola bank secara sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi di industri perbankan nasional.
Dari sisi kinerja, pada 2024, BSI mencatatkan pertumbuhan positif, mulai dari aset, pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), modal inti, hingga laba. Bank yang dipimpin Anggoro Eko Cahyo selaku direktur utama ini juga mencatat peringkat komposit profil manajemen risiko dengan nilai cukup tinggi. BSI memperoleh nilai sempurna pada aspek permodalan dan efisiensi. SW
FOTO 10
DIPIMPIN R. Budi Legowo selaku chief executive officer (CEO), BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) berhasil menunjukkan kinerja gemilang di 2024. Anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini mencatatkan total skor 93,00% dan meraih predikat “sangat bagus” dalam rating kali ini. Fundamental BRI Insurance juga tambah kuat, terlihat dari rasio kecukupan modal (RBC) yang mencapai 374,22%, jauh di atas ambang batas minimum yang dipersyaratkan. Kinerja itu menunjukkan kemampuan BRI Insurance dalam menjaga kesehatan keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan pemegang polis.
Pertumbuhan bisnis juga tampak dari berbagai indikator keuangan. Premi bruto tercatat Rp3,51 triliun, naik 18,88% dibandingkan dengan 2023, sementara investasi tumbuh 19,27% menjadi Rp3,13 triliun. Laba sebelum pajak meningkat 44,45% menjadi Rp904,17 miliar. Selain itu, modal sendiri naik 29,44% menjadi Rp2,51 triliun, sedangkan total aset bertambah 18,96% menjadi Rp7,40 triliun. SW
Berdasarkan hasil rating, Surveyor Indonesia memperoleh nilai sempurna pada beberapa aspek penilaian penting, terutama pada aspek pertumbuhan dan aktiva lancar dibanding kewajiban jangka pendek. Pada aspek pertumbuhan yang mencakup aktiva total, ekuitas, pendapatan usaha, hingga laba tahun berjalan, Surveyor Indonesia berhasil meraih nilai tertinggi. Begitu pula pada aspek aktiva lancar terhadap kewajiban jangka pendek yang memperlihatkan kekuatan likuiditas perusahaan. Aspek lainnya, seperti solvabilitas, efisiensi, dan rentabilitas, juga menunjukkan nilai yang cukup tinggi.