Pemulihan ekonomi pascabencana, seperti yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pasti membutuhkan dukungan perbankan, termasuk BPD. Relaksasi kredit nasabah terdampak jadi inisiatif bijak. Makin cepat recovery ekonomi dan usaha nasabah, makin cepat pula kualitas aset membaik.
Sumber: Istimewa
BENCANA banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra tak hanya menewaskan lebih dari 1.000 orang. Sendi-sendi perekonomian di sejumlah wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pun ikut goyah. Bencana ini juga menjadi ujian bagi perbankan, termasuk bank pembangunan daerah (BPD). Utamanya dalam pemulihan operasional di kantor cabang atau unit terdampak dan menjaga kualitas aset.
Bankir-bankir harus mengambil peran penting dalam mendukung pemulihan bagi nasabah yang menjadi korban bencana. Di Sumatra, ratusan ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) luluh lantak diterjang banjir dan longsor. Para nasabah di sana membutuhkan dukungan dan waktu untuk bisa kembali bangkit.