“Si Biru” BCA berada di puncak peringkat bank KBMI 4, disusul Bank Mandiri dan BNI. Sementara, BRI terlempar ke posisi keempat. Hasil ini menegaskan ketat dan dinamisnya persaingan kualitas layanan perbankan.
Sumber : Istimewa
BANK Central Asia (BCA) menegas kan dominasinya sebagai bank dengan layanan terbaik di Indonesia. Berdasarkan hasil survei Satisfaction, Loyalty, and Engagement (SLE) 2026 yang dilakukan Marketing Research Indonesia (MRI) bersama Infobank, BCA berhasil duduk di puncak peringkat bank KBMI 4. Capaian ini layak diapresiasi karena menunjukkan konsistensi BCA dalam menjaga kuali tas layanan dan pengalam an nasabah di tengah per saingan yang makin ketat.
Di kelompok bank bermodal inti di atas Rp70 triliun (KBMI 4), persaingan berlangsung sangat ketat antara BCA, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tapi, BCA tampil paling unggul dengan total skor 70,83%, melampaui ratarata skor KBMI 4 yang sebesar 67,39% dan ratarata industri bank umum yang sebesar 66,31%. BCA pun berhasil menggeser BRI yang pada survei tahun lalu berada di posisi teratas. Tahun ini, situasinya berbalik cukup tajam.
BRI harus menerima kenyataan terlempar dari jajaran tiga besar dan turun ke peringkat keempat. Ini menjadi sorotan penting, mengingat pada survei SLE 2025 BRI masih memimpin peringkat nasional. Per ubahan posisi ini menegas kan bahwa ke unggulan layanan bersifat dinamis. Siapa yang lengah, bisa tertinggal.
Keunggulan BCA terlihat pada berbagai aspek penilaian, mulai dari satisfaction, net promoter score (NPS), perceived banking security, branded customer experience, hingga kepuasan layanan mobile banking. BCA juga mencatat skor tertinggi dalam layanan petugas keamanan, customer service, proses layanan, dan kantor cabang. Hanya, BCA masih harus mengakui keunggulan Bank Mandiri dalam aspek loyalty dan engagement nasabah.
Peningkatan skor BCA juga terbilang signifikan. Pada survei sebelumnya, bank yang dipimpin Hendra Lembong sebagai presiden direktur ini mencatat skor 66,98%, sementara tahun ini melonjak menjadi 70,83%. Peningkatan skor ini mencerminkan keber hasilan bank swasta ter besar di Indonesia yang per September 2025 beraset Rp1.538,50 triliun dalam melakukan perbaikan berkelanjutan yang berdampak langsung pada kepuasan dan kedekatan emosional nasabah.
Di posisi kedua ada Bank Mandiri yang membukukan total skor 70,00%, naik dari 67,72% pada survei tahun sebelum nya. Skor Bank Mandiri ini juga di atas ratarata KBMI 4. Bank yang dipimpin Riduan se bagai direktur utama ini unggul dalam aspek loyalty dan engage ment, yang mencerminkan kualitas layanannya mam pu me mikat nasabah secara emosional.
Adapun BNI menem pati peringkat ketiga dengan total skor 64,32%. Bank yang dipimpin Putrama Wahju Setyawan sebagai direktur utama ini terus memper tahankan kualitas pelayanan nya dan berhasil menjaga persepsi positif dari nasabah.
Hasil SLE 2026 secara keseluruhan menunjukkan persaingan yang sehat di antara bankbank besar nasional. Masingmasing bank terus berinovasi dan beradaptasi, karena dalam kompetisi layanan, posisi puncak tidak pernah benar benar aman. Dan, tahun ini, BCA membuktikan diri sebagai bank yang paling siap.
Di kelompok bank bermodal inti di atas Rp70 triliun (KBMI 4), persaingan berlangsung sangat ketat antara BCA, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tapi, BCA tampil paling unggul dengan total skor 70,83%, melampaui ratarata skor KBMI 4 yang sebesar 67,39% dan ratarata industri bank umum yang sebesar 66,31%. BCA pun berhasil menggeser BRI yang pada survei tahun lalu berada di posisi teratas. Tahun ini, situasinya berbalik cukup tajam.