Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Nunung Suhartini, Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB

Consumer Banking Bank BJB Tumbuh Ditopang Digitalisasi dan Captive Market

Kekuatan hubungan lokal hingga akselerasi digital dan optimalisasi ekosistem payroll membuat kehadiran Bank BJB di segmen consumer banking makin kuat. Meski disesaki banyak pemain, bank ini terus memperkuat positioning dan menjadikan consumer banking sebagai mesin pertumbuhan utamanya.

Oleh Ari Astriawan
Nunung Suhartini; rutin melakukan monitoring

Nunung Suhartini; rutin melakukan monitoring

BISNIS consumer banking menjadi salah satu penopang utama portofolio kredit Bank BJB. Dengan porsi lebih dari 65% terhadap total portofolio kredit, segmen ini menjadi growth engine bagi BPD terbesar di Indonesia ini.

Bank ini juga terus memperkuat positioningnya di segmen ini, terutama di lini kredit multiguna ASN dan ekosistem payroll yang menjadi captive market utama. Penguatan dan optimalisasi digitalisasi, termasuk lewat platform digital bjb KGB Pisan, disokong dengan kolaborasi menjadi salah satu strategi Bank BJB dalam melakukan ekspansi bisnis consumer banking.

Seperti apa perkembangan bisnis consumer banking Bank BJB? Bagaimana rencana strategis untuk melakukan ekspansi di tengah banyaknya pemain yang membuat persaingan di segmen ini sangat ketat? Berikut penjelasan Nunung Suhartini, Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB, kepada Infobank, bulan lalu. Petikannya:

Bisnis consumer banking makin kompetitif. Seperti apa perkembangannya di Bank BJB?

Segmen kredit konsumer di Bank BJB masih menunjukkan tren pertumbuhan positif. Dari sisi layanan, Bank BJB saat ini menjadi bank daerah pertama yang menghadirkan kanal digital untuk memenuhi kebutuhan para ASN akan kemudahan, kecepatan, ketepatan, dan kenyamanan dalam pengajuan fasilitas kredit melalui produk bjb KGB Pisan.

Selain itu, kami terus memperkuat sinergi melalui kerja sama dengan perusahaan dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) melalui skema joint financing, untuk memperluas jangkauan pembiayaan dan meningkatkan nilai tambah bagi nasabah.

Seberapa besar kontribusi kredit konsumer terhadap total portofolio kredit Bank BJB saat ini? Bagaimana trennya dalam beberapa tahun terakhir, dan target ke depan?

Portofolio kredit segmen konsumer tumbuh menjadi Rp75,1 triliun, dengan kontribusi sebesar 65,3% terhadap total portofolio kredit Bank BJB. Salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan kredit pada segmen konsumer ini adalah produk bjb KGB Pisan, berupa platform digital yang dirancang untuk memudahkan ASN dalam pengajuan kredit.

Dari berbagai lini bisnis atau produk, seperti KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, hingga kredit multiguna, mana yang saat ini menjadi mesin utama pertumbuhan bisnis konsumer di Bank BJB? Seperti apa kontribusinya per lini bisnis?

Untuk segmen konsumer, kontribusi terbesar berasal dari kredit multiguna yang disalurkan kepada ASN, atau target market lain yang penghasilannya disalurkan melalui Bank BJB. Sedangkan, untuk segmen KPR, kontribusi terbesar berasal dari program pemerintah dengan porsi hampir mencapai 50% terhadap portofolio segmen KPR.

Dalam situasi ekonomi yang dinamis, menjaga kualitas kredit tentu bukan hal mudah. Seperti apa kualitas kredit konsumer Bank BJB saat ini, dan bagaimana menjaga kualitas aset tetap sehat?

Upaya untuk menjaga kualitas kredit segmen kredit konsumer kami lakukan sejak awal pengajuan kredit oleh calon debitur. Saat ini, rasio non performing loan (NPL) segmen konsumer di Bank BJB terjaga dengan baik di level 0,44%. Dalam menjaga kualitas kredit, kami rutin melakukan monitoring yang intensif serta menjalankan action plan yang telah dibentuk apabila terdapat penurunan terhadap fasilitas kredit debitur.

Banyak bank berlomba menawarkan layanan ritel yang relatif serupa di bisnis consumer banking. Apa pembeda utama consumer banking Bank BJB dengan pemain Iain di industri?

Di tengah kompetisi layanan ritel yang serupa, Bank BJB unggul melalui kombinasi kekuatan hubungan lokal yang kuat, pemanfaatan ekosistem payroll dan pemerintah daerah, serta akselerasi transformasi digital. Solusi end-to-end berbasis digital, mulai dari pengajuan hingga pencairan kredit, menjadi keunggulan kompetitif yang mendorong efisiensi dan kenyamanan bagi nasabah konsumer. Diferensiasi ini menjadikan Bank BJB lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat daerah dan segmen ASN sebagai captive market utama.

Seperti apa arah strategi pengembangan consumer banking Bank BJB? Apakah fokusnya akan lebih kuat ke digitalisasi, kolaborasi, ekspansi pasar baru, atau ke hal lain?

Mengenai arah ke depan, salah satu strategi pertumbuhan pada segmen konsumer adalah melalui penguatan platform digital dengan mengoptimalkan produk bjb KGB Pisan, yang semula hanya dapat diberikan kepada debitur existing (top up), kini diperluas sehingga dapat disalurkan juga kepada debitur baru. Selain itu, dalam upaya pengembangan Bank BJB sebagai grup, selain meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan, Bank BJB turut menjajaki peluang kerja sama dengan anggota KUB melalui skema joint financing.

Inovasi jadi kunci di bisnis ritel. Bisa diceritakan inovasi terbaru, terkait consumer banking, yang sedang dikembangkan Bank BJB untuk memperkuat hubungan dengan nasabah?

Bank BJB melakukan optimalisasi pada platform digital dengan meluncurkan bjb KGB Pisan sebagai bagian dari komitmen Bank BJB dalam menghadirkan layanan keuangan yang inovatif dan relevan di era digital. bjb KGB Pisan merupakan solusi pembiayaan berbasis digital yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih cepat, mudah, dan praktis bagi ASN.

Selain kredit, consumer banking menjadi pintu masuk dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK). Bagaimana kontribusinya sejauh ini, dan strategi apa yang digunakan Bank BJB untuk meningkatkan loyalitas nasabah ritel?

Komposisi nasabah ritel per September 2025 mencapai 33,2% dari total DPK. Untuk memperkuat loyalitas nasabah ritel, Bank BJB menerapkan strategi melalui lima pilar utama, yaitu penguatan ekosistem payroll, pengembangan lifecycle banking, akselerasi digital banking, peningkatan CRM dan engagement, serta optimalisasi peran insan Bank BJB guna mendorong pertumbuhan DPK secara berkelanjutan.

Menurut Anda, seperti apa peluang pertumbuhan consumer banking di Indonesia ke depan, terutama dengan makin kuatnya tren konsumsi, gaya hidup digital masyarakat, dan tren penurunan suku bunga?

Peluang pertumbuhan consumer banking di Indonesia diperkirakan tetap kuat seiring meningkatnya tren konsumsi masyarakat, gaya hidup digital, serta potensi penurunan suku bunga. Transformasi digital yang makin matang membuka ruang bagi perluasan layanan dan percepatan proses pembiayaan, termasuk pada segmen kredit konsumer yang menjadi fokus kami. Penguatan transaksi digital perbankan melalui peningkatan kapabilitas layanan, integrasi ekosistem digital, dan kemudahan proses end-to-end menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman nasabah yang lebih cepat, efisien, dan aman.

Sejalan dengan momentum tersebut, Bank BJB siap memanfaatkan peluang melalui pengembangan platform layanan digital untuk mendorong pertumbuhan penyaluran kredit yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas jangkauan layanan bagi seluruh nasabah.

Apa tantangan yang dihadapi dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis kredit konsumer dan kualitas portofolio, dan bagaimana Bank BJB meresponsnya agar tetap kompetitif? Lalu, seperti apa target pertumbuhan bisnis consumer banking Bank BJB di 2025-2026 dari sisi funding, lending, dan market share terhadap bisnis keseluruhan Bank BJB?

Tantangan utama dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis kredit konsumer dan kualitas portofolio adalah memastikan ekspansi tetap prudent di tengah dinamika ekonomi dan regulasi. Di 2025-2026, Bank BJB menargetkan pertumbuhan consumer banking yang solid pada sisi lending melalui ekspansi kredit konsumer yang lebih kuat dan berkontribusi signifikan terhadap total portofolio. Dengan strategi tersebut, kami optimistis dapat meningkatkan market share consumer banking dan menjaga daya saing sebagai bank regional yang unggul dan berkelanjutan.

Dari sisi pendanaan, segmen ritel merupakan pendorong pertumbuhan DPK yang efisien, stabil, dan berkelanjutan. Dengan memperkuat ekosistem digital, payroll, tabungan ritel, serta engagement berbasis komunitas, Bank BJB berkomitmen untuk menjaga loyalitas nasabah sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Bank ini juga terus memperkuat positioningnya di segmen ini, terutama di lini kredit multiguna ASN dan ekosistem payroll yang menjadi captive market utama. Penguatan dan optimalisasi digitalisasi, termasuk lewat platform digital bjb KGB Pisan, disokong dengan kolaborasi menjadi salah satu strategi Bank BJB dalam melakukan ekspansi bisnis consumer banking.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Januari 2026

Rp 65.000

BELI