Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Debt Collector Bukan Setan, Debitur Nakal Itu Nyata

Keributan yang melibatkan DC alias si penagih utang sering kali langsung memojokkan perannya. Padahal, pangkal masalahnya bukan karena ada atau tidak ada DC, tapi bagaimana penagihan itu dijalankan. DC dibutuhkan karena debitur nakal perlu “lawan” yang seimbang.

Oleh Alfi Salima Puteri

PERISTIWA bentrokan yang melibatkan debt collector (DC) hingga menimbulkan korban jiwa di Kalibata, Jakarta, medio Desember lalu, kembali menyulut persepsi publik terhadap industri pembiayaan. Dalam pusaran emosi dan informasi yang kadang tak utuh, para penagih utang kerap diposisikan sebagai simbol persoalan, seolah keberadaan mereka adalah akar atau sumber masalah.

Padahal, jika ditarik ke hulu, masalah sesungguhnya bukan pada eksistensi DC, melainkan pada cara penagihan yang menyimpang dari koridor hukum dan etika yang telah ditetapkan dengan jelas.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Januari 2026

Rp 65.000

BELI