Selain mendatangkan efisiensi, akselerasi digital bagi industri pembiayaan bisa memunculkan risiko sistemis yang dapat mengancam operasional, data, dan kepercayaan konsumen. Penguatan teknologi, tata kelola, dan SDM adalah keharusan demi keberlanjutan industri.
Istimewa
AKSELERASI digital telah menjadi mesin utama pertumbuhan industri pembiayaan. Proses pengajuan kredit yang serbadaring, integrasi data lintas sistem, hingga keputusan pembiayaan berbasis teknologi berhasil memangkas waktu dan biaya. Namun, di balik efisiensi tersebut, digitalisasi juga membuka ruang bagi ancaman yang jauh lebih kompleks: serangan siber (cybercrime).
Ketika sistem teknologi menjadi tulang punggung operasional, industri multifinance tidak lagi hanya berhadapan dengan risiko kredit dan likuiditas, tapi juga risiko non keuangan, khususnya serangan siber, yang berpotensi melumpuhkan bisnis dalam hitungan jam. Gangguan sistem akibat serangan digital bukan sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman langsung terhadap keberlangsungan usaha dan stabilitas industri secara keseluruhan.