Di balik perannya sebagai Chief Digital Officer Bank Maybank Indonesia (Maybank Indonesia), Charles Budiman memandang manusia sebagai “amunisi” terpenting dalam setiap perubahan. Menurutnya, teknologi hanya alat. Tanpa manusia yang siap, matang, dan berkarakter, strategi transformasi digital tak akan berjalan optimal.
Charles menegaskan bahwa kesiapan SDM harus menjadi titik awal setiap agenda digital. Transformasi bukan sekadar soal sistem atau platform, tapi juga kesiapan orang-orang yang menjalankannya. “Jadi, bagaimana caranya untuk kita memastikan dari orangnya itu, orangnya sudah ready sebetulnya untuk menjalankan strategi digital transformation ini sendiri,” ujarnya kepada Infobank, beberapa waktu lalu.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pola pikir yang berorientasi pada kebutuhan nasabah. SDM teknologi tak cukup hanya piawai secara teknis, tapi juga mampu berpikir kritis dan berempati. “Mindset-nya adalah, saya jangan cuma asal bikin fitur doang ‘nih. Fiturnya harus mulai dulu dengan mindset: I need to know who is my customer, what do they need. Once you have that, then you think about the product,” tuturnya.
Sebagai pemimpin, Charles meyakini bahwa warisan terbaik bukanlah sistem atau proyek, melainkan manusia yang tumbuh. Munculnya pemimpinpemimpin baru dari dalam tim adalah impian yang mesti ia rawat. Pengalaman hidup dan bekerja selama 17 tahun di Negeri Kincir Angin membentuk nilai keterbukaan dan transparansi dalam kepemimpinannya.
“Lebih bagus untuk bisa saling challenge, saling mengingati. Itu penting sekali. Selama tim bisa convince, tapi menggunakan data ke saya bahwa argumen saya salah, saya akan accept itu,” katanya dengan nada rendah hati.
Nilai lain yang juga dipegang erat Charles adalah kedisiplinan dan konsistensi. Dua hal yang ia pelajari dari kecintaannya pada lari maraton. Baginya, bekerja adalah perjalanan panjang yang menuntut ketekunan, bukan sprint sesaat. “If you already know that you have a target, ada race, maraton, like it or not, just be consistent. Be on the road, do it. Itu terbentuk dan terbawa ke kerjaan juga,” pungkasnya.
Charles menegaskan bahwa kesiapan SDM harus menjadi titik awal setiap agenda digital. Transformasi bukan sekadar soal sistem atau platform, tapi juga kesiapan orang-orang yang menjalankannya. “Jadi, bagaimana caranya untuk kita memastikan dari orangnya itu, orangnya sudah ready sebetulnya untuk menjalankan strategi digital transformation ini sendiri,” ujarnya kepada Infobank, beberapa waktu lalu.