Sumber : Infobank
NERACA perdagangan Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif pada Oktober 2025, dengan surplus sebesar US$2,39 miliar. Capaian ini sekaligus memperpanjang tradisi surplus menjadi 66 bulan berturut turut. Surplus tersebut terutama ditopang oleh perdagangan nonmigas yang membukukan surplus US$4,31 miliar, menunjukkan masih kuatnya daya saing komoditas Indonesia di pasar global.
Secara kumulatif, sepanjang Januari-Oktober 2025, surplus perdagangan Indonesia mencapai US$35,88 miliar. Kontribusi terbesar juga berasal dari sektor nonmigas yang menyumbang surplus hingga US$51,51 miliar, menegaskan pentingnya peran sektor ini sebagai penopang utama kinerja perdagangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Ke depan, agar surplus ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, pemerintah perlu lebih jeli membaca peluang perdagangan. Identifikasi tren komoditas yang tengah dan akan diminati pasar menjadi kunci penting. Kebijakan tata kelola keuangan dan perpajakan yang tepat juga perlu diperkuat agar setiap aktivitas ekspor dan impor dapat memberikan manfaat optimal bagi penerimaan negara.
Sulaiman Bandung, Jawa Barat
Secara kumulatif, sepanjang Januari-Oktober 2025, surplus perdagangan Indonesia mencapai US$35,88 miliar. Kontribusi terbesar juga berasal dari sektor nonmigas yang menyumbang surplus hingga US$51,51 miliar, menegaskan pentingnya peran sektor ini sebagai penopang utama kinerja perdagangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.