Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Imam Teguh Saptono, Direktur Utama Bank Muamalat

Strategi Menjaga Dana Murah dan Kualitas Aset

Oleh AUS

Di September 2025, DPK Bank Muamalat tumbuh positif, tapi CASA turun. Apa strategi untuk memperkuat kembali dana murah, serta cost of fund tetap efisien?

Untuk menjaga dana murah dan efisiensi cost of fund, Bank Muamalat bertumpu pada penguatan CASA melalui ekosistem haji dan wakaf. Ekosistem haji menjadi sumber dana transaksional yang stabil, mulai dari setoran awal, pelunasan, hingga kebutuhan jemaah. Sementara, ekosistem wakaf menyediakan dana jangka panjang yang tidak sensitif terhadap bunga, sekaligus menopang pembiayaan dan investasi berdampak. Inilah fondasi CASA Bank Muamalat ke depan.

FDR Bank Muamalat kini berada di bawah 40%. Apakah Bank Muamalat memang sedang menahan ekspansi pembiayaan, atau ada strategi baru dalam penyaluran pembiayaan syariah?

Kondisi FDR yang ada saat ini lebih disebabkan oleh dampak transaksi aksi korporasi yang kami lakukan pada tahun 2018 dan 2021. Strategi utama kami saat ini adalah pertumbuhan pembiayaan pada segmen ritel khususnya konsumer melalui produk unggulan kami yaitu Solusi Emas Hijrah, Multiguna dan KPR.

Di lain sisi, untuk pembiayaan UMKM, Bank Muamalat juga fokus pada ekosistem haji dan umrah serta bisnis Islamic ecosystem khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan. Ke depannya, kami juga akan lebih fokus pada ekosistem haji dan umrah secara presisi, seperti membiayai travelnya, booking seat/tiket pesawat, kateringnya, dan hotelnya. Ini adalah closedloop ecosystem di mana kami menguasai arus kas dan memitigasi risiko dengan lebih baik.

NPF gross naik menjadi 4,26% di September 2025. Bagaimana strategi menjaga kualitas aset ke depan?

Kenaikan NPF tersebut adalah bagian dari proses clean-up yang sedang kami lakukan penyelesaiannya secara agresif. Strategi kami untuk menjaga kualitas aset sangat terukur, yaitu pertama resolusi aset lama. Kami intensif melakukan restrukturisasi, penjualan aset, dan recovery. Kedua, originasi aset baru, seperti yang saya sebutkan tadi, pembiayaan baru kami akan fokus pada segmen ritel baik konsumer maupun UMKM yang berfokus pada ekosistem haji dan umrah maupun Islamic ecosystem. Ini adalah pembiayaan yang risikonya lebih termitigasi karena kami memiliki kontrol atas arus kas di dalam ekosistem tersebut.

Rasio BO/PO masih di kisaran 99%, artinya efisiensi belum optimal. Apa langkah konkret dalam menekan biaya operasional?

Efisiensi merupakan sebuah keharusan yang secara inheren melekat pada proses bisnis bank. Upaya perbaikannya terus dilakukan oleh Bank Muamalat melalui digitalisasi dan sinergi ekosistem. Di sisi digitalisasi, kami sedang melakukan uplift kapabilitas digital kami secara masif. Dengan memindahkan transaksi nasabah dari kantor cabang fisik ke mobile banking Bank Muamalat (MDIN). Sedangkan, sinergi ekosistem, yakni model bisnis bank haji secara inheren lebih efisien. Misalnya, akuisisi nasabah secara masif didapat melalui sistem pendaftaran jemaah haji melalui BPS-BPIH.

Untuk menjaga dana murah dan efisiensi cost of fund, Bank Muamalat bertumpu pada penguatan CASA melalui ekosistem haji dan wakaf. Ekosistem haji menjadi sumber dana transaksional yang stabil, mulai dari setoran awal, pelunasan, hingga kebutuhan jemaah. Sementara, ekosistem wakaf menyediakan dana jangka panjang yang tidak sensitif terhadap bunga, sekaligus menopang pembiayaan dan investasi berdampak. Inilah fondasi CASA Bank Muamalat ke depan.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Januari 2026

Rp 65.000

BELI