Meski 10 BPD ini belum meraih predikat “The Best” di rating tahun ini, fondasi bisnis mereka sudah terlihat kuat. Dengan eksekusi yang konsisten dan fokus memperkuat keunggulan, bank-bank ini punya peluang besar untuk mencetak kinerja yang lebih solid ke depan.
Istimewa
RATING BUMD Keuangan Versi The Asian Post 2026” memberi gambaran yang lugas. Dari 27 bank pembangunan daerah (BPD) yang dirating, memang masih ada 10 bank yang belum meraih predikat “The Best”. Tapi, hasil ini tak bisa dibaca sebagai kegagalan. Justru terlihat jelas bahwa bank-bank daerah ini sudah punya fondasi bisnis yang sehat dan arah penguatan yang konsisten, sebuah momentum positif yang layak diapresiasi.
Di kelompok bank besar, Bank BJB dan Bank Jakarta menunjukkan kualitas intermediasi dan permodalan yang solid. Bank BJB unggul di loan to deposit ratio (LDR) dengan capital adequacy ratio (CAR) di atas 20%, menandakan penyaluran kreditnya tetap sehat meski laba menurun secara tahunan. Bank Jakarta tampil efisien dengan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO), pertumbuhan laba, dan dana pihak ketiga (DPK) bernilai sempurna, serta return on equity (ROE) yang tetap di atas bunga deposito.
Adapun Bank Kaltimtara dan Bank Riau Kepri Syariah mencatat keunggulan yang menonjol. Bank Kaltimtara kuat di permodalan dan efisiensi biaya bunga, tecermin dari net interest margin (NIM) yang sempurna. Bank ini juga unggul di sisi dana murah. Sementara, Bank Riau Kepri Syariah mencatat kombinasi CAR, LDR, pertumbuhan laba, BO/PO, dan NIM yang sama- sama optimal. Hal ini memberi competitive advantage yang nyata bagi bank ini.