MEMASUKI 2026, kinerja perbankan nasional tampak solid. Siaran pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2025 (data posisi November 2025) mencatat kredit tumbuh 7,74% (yoy) menjadi Rp8.314,48 triliun, dengan NPL gross pada kisaran angka 2,21% dan NPL net sebesar 0,86%.
Namun, kinerja yang solid itu bisa menjadi semu jika hanya mencermati NPL semata, karena itu OJK juga membeberkan angka loan at risk (LAR) – indikator risiko kredit yang lebih luas yang terdiri atas kredit restrukturisasi berstatus kolektibilitas 1, kredit kolektibilitas 2 (dalam perhatian khusus), dan kredit bermasalah (NPL) – yang masih berada pada kisaran angka 9,22%.