Perang AS-Israel dengan Iran berdampak serius terhadap ekonomi dunia. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat harga minyak dunia melambung, menimbulkan kekhawatiran secara global.
Infobank
TINDAKAN Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menyerang Iran pada 28 Februari lalu menciptakan efek domino. Iran tak hanya melancarkan serangan balasan lewat rudal dan drone, tapi juga dalam bentuk ekonomi berupa pemblokiran Selat Hormuz.
Selat Hormuz, yang menjadi jalur distribusi sekitar 20 juta barel minyak per hari atau 20% dari total pasokan minyak dunia, adalah jalur perdagangan minyak terbesar kedua di dunia setelah Selat Malaka. Sejak perang mulai berkecamuk, harga minyak dunia terus melambung melewati US$100 per barel, 40% lebih tinggi ketimbang sehari sebelum perang, dan melonjak 50% secara bulanan.