Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Manuver Menggarap Pasar Syariah Digital

Jago Syariah memanfaat kan teknologi digital untuk memperluas akses layanan keuangan berbasis syariah. Strategi ini sekaligus menjadi langkah UUS Bank Jago ini untuk mempercepat inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Oleh Ayu Utami Saraswati
Infobank

Infobank

PROSPEK ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia tahun ini masih sangat besar, didukung basis masyarakat muslim yang kuat, pertumbuhan industri halal, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah. Di tengah besarnya peluang itu, posisi bank syariah berbasis digital memiliki peran penting untuk mendorong perluasan layanan maupun inklusi keuangan syariah.

Kepada Infobank, Waasi Sumintardja, Head of Sharia Business Bank Jago, menjelaskan posisi unit usaha syariah (UUS) Bank Jago atau Jago Syariah sebagai bank syariah berbasis digital yang berupaya menghadirkan layanan keuangan yang mudah diakses, relevan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan pun membuat Jago Syariah makin diminati nasabah, yang mayoritas generasi muda. Ini tecermin dari kinerjanya yang positif

Hingga Desember 2025, total pengguna Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah atau tumbuh 16,5% secara tahunan. Waasi pun menjelaskan strategi Jago Syariah tahun ini dalam menangkap peluang dengan menghadirkan beragam fitur pengelolaan keuangan berbasis syariah, termasuk tabungan haji, umrah, investasi, hingga ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf). Petikannya:

Melihat dinamika ekonomi domestik dan global saat ini, bagaimana Anda memandang prospek ekonomi dan keuangan syariah di 2026?

Kalau kita melihat perkembangan di Indonesia, saya melihat prospek ekonomi dan keuangan syariah masih sangat besar. Basis masyarakat muslim yang kuat, tumbuhnya industri halal, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan keuangan syariah menjadi fondasi yang sangat positif. Jadi, sebenarnya demand-nya sudah ada dan terus berkembang. Tantangan kita sekarang lebih fokus pada memperluas akses produk dan layanan perbankan syariah dan meningkatkan literasi tentang keuangan syariah.

Di sinilah bank berbasis teknologi dapat berperan penting. Dengan teknologi digital, Jago Syariah bisa hadir lebih dekat, lebih praktis, dan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat untuk perbankan syariah saat ini. Bagi kami, digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi cara untuk mempercepat inklusi keuangan syariah dan menghubungkannya dengan ekosistem ekonomi halal yang lebih luas. Saya optimistis ke depan keuangan syariah di Indonesia bisa tumbuh jauh lebih cepat dan memberikan kontribusi yang makin besar bagi perekonomian nasional.

Di tengah akselerasi digitalisasi, bagaimana posisi Jago Syariah dalam menangkap peluang generasi muda yang kian nyaman menggunakan layanan keuangan berbasis digital, termasuk untuk kebutuhan syariah?

Kalau bicara generasi muda, mereka kini terbiasa dengan layanan digital yang mudah, cepat, serta bisa diakses kapan dan di mana saja. Di lain sisi, banyak yang ingin keuangannya tetap sesuai prinsip yang mereka pegang, termasuk syariah. Di sinilah Jago Syariah hadir, membantu mereka mengatur keuangan secara fleksibel dan relevan melalui fitur-fitur canggih di aplikasi Jago berbasis prinsip syariah.

Semua produk dan fitur Jago Syariah telah sesuai fatwa DSN-MUI dan diawasi Dewan Pengawas Syariah. Pengalaman digitalnya setara bank konvensional, dengan fitur Kantong (Pockets) yang memungkinkan nasabah memisahkan uang ke dalam berbagai pos sesuai kebutuhan, mulai dari tabungan masa depan, dana darurat, traveling halal, hingga kebutuhan ibadah seperti sedekah, umrah, atau haji. Dengan begitu, generasi muda dapat lebih mudah mengatur keuangan, tetap disiplin, dan menja lan kan prinsip syariah dengan tenang.

Minat terhadap tabungan haji dan umrah terlihat meningkat di Jago Syariah. Dari pengamatan Anda, apakah ada perubahan perilaku masyarakat dalam merencanakan ibadah, khususnya dengan hadirnya fitur seperti Kantong Haji dan Umrah di aplikasi Jago Syariah?

Kalau kita lihat tren di Jago Syariah, ada perubahan yang mena[1]rik dalam perilaku nasabah dalam merencanakan ibadah, terutama haji dan umrah. Banyak nasabah kini lebih disiplin dan rapi dalam menyiap kan dana, antara lain dengan memanfaatkan fitur Kantong Haji dan Umrah. Nasabah bisa menabung secara rutin, memisahkan dana khusus untuk ibadah, dan ini terlihat dari tingginya minat terhadap kantong-kantong tersebut.

Yang menarik, banyak juga yang memanfaatkan Kantong Bersama. Jadi, menabung bisa sekaligus bareng keluarga, saudara, atau teman. Ini bukan cuma soal menyiapkan dana, tapi juga membuat persiapan ibadah jadi lebih transparan, gotong royong, dan menyenangkan.

Anda sempat menyinggung pentingnya pendekatan berbasis use case syariah. Seperti apa strategi Jago Syariah agar produk yang dikembangkan benar-benar relevan dengan kebutuhan gaya hidup halal masyarakat?

Di Bank Jago, kami memiliki prinsip life-centric, yaitu merancang setiap produk, layanan, serta fitur aplikasi Jago dan Jago Syariah dengan mendengarkan masyarakat dan menempatkan aspek kehidupan sehari-hari sebagai prioritas utama. Jadi, bukan sekadar menggunakan teknologi semata.

Kami mencoba memahami gaya hidup dengan prinsip syariah secara menyeluruh. Itulah kenapa, fitur seperti Kantong dibuat fleksibel dan bisa dipersonalisasi untuk berbagai tujuan. Semua dipastikan sesuai dengan prinsip syariah karena diawasi Dewan Pengawas Syariah, sehingga nasabah bisa nyaman dan tenang. Dengan pendekatan ini, Jago Syariah hadir tidak hanya sekadar serbadigital, tapi juga benar-benar selaras dengan cara hidup dan nilai-nilai yang dipegang masyarakat Indonesia.

Dengan literasi keuangan syariah yang terus meningkat, bagaimana Jago Syariah melihat peluang untuk mendorong inklusi tanpa bergantung pada ekspansi cabang fisik?

Masyarakat Indonesia kini makin memahami keuangan syariah, tapi belum semuanya bisa mengakses layanan secara optimal. Kalau melihat data OJK tahun 2025, literasinya naik dari 39% jadi 43%, tapi inklusinya baru 13%. Jadi, ada inclusion gap yang signifikan. Tapi, kami melihat ini sebagai potensi besar untuk mendorong inklusi keuangan secara lebih luas.

Itulah sebabnya, Jago Syariah tidak terlalu berfokus pada cabang fisik. Dengan layanan digital, siapa pun bisa mengakses produk keuangan formal dengan mudah, kapan dan di mana saja. Kami juga berkolaborasi dengan platform seperti Bibit/Stockbit dan GoTo serta menyediakan fasilitas untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui kerja sama dengan lembaga tepercaya, seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan Baznas.

Jika melihat perkembangan saat ini, apa tantangan terbesar dalam mengedukasi masyarakat bahwa bank syariah digital bukan sekadar alternatif, tapi juga bisa menjadi solusi utama dalam pengelolaan keuangan sehari-hari?

Salah satu tantangan terbesar saat ini memang soal persepsi. Masih banyak yang melihat bank syariah digital sebagai alternatif, padahal sebenarnya bisa jadi solusi utama untuk mengelola keuangan sehari-hari. Tantangan lainnya termasuk infrastruktur dan akses yang terbatas, pemanfaatan layanan formal yang masih rendah, kesenjangan digitalisasi, serta inclusion gap, di mana banyak orang yang sudah paham keuangan syariah tapi belum bisa mengakses layanan.

Karena itu, edukasi literasi keuangan syariah yang berbarengan dengan penetrasi produk dan layanan keuangan syariah menjadi kunci untuk menunjukkan bagaimana layanan syariah bisa membantu masyarakat menata keuangan mereka, mulai dari menabung dan berinves tasi sampai memenuhi kebutuhan harian, semuanya mudah dan sesuai prinsip syariah.

Kepada Infobank, Waasi Sumintardja, Head of Sharia Business Bank Jago, menjelaskan posisi unit usaha syariah (UUS) Bank Jago atau Jago Syariah sebagai bank syariah berbasis digital yang berupaya menghadirkan layanan keuangan yang mudah diakses, relevan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan pun membuat Jago Syariah makin diminati nasabah, yang mayoritas generasi muda. Ini tecermin dari kinerjanya yang positif

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi April 2026

Rp 65.000

BELI