Infobank
SECARA sosiologis, terdapat tiga model relasi laki-laki dan perempuan di dalam masyarakat. Kata perempuan berasal dari kata per-empu-an, yang sejak awal sudah menunjukkan penghargaan sebagai empu. Sosok yang mesti dihormati.
Dalam masyarakat nomad yang hidupnya berpindah-pindah dan suka berburu serta berperang antarsuku, peran laki-laki lebih dominan. Masyarakat yang hidup di daerah tandus, kaum laki-lakinya sering kali terlibat perang karena berebut sumber air atau padang rumput hijau. Sementara, kaum perempuan tinggal di rumah mengasuh anak, memasak, dan memberi makan ternak. Mereka tidak punya peran sosial ekonomi seperti laki-laki sehingga peran perempuan terpinggirkan.
Namun, relasi ini berbeda dengan penduduk yang tinggal di daerah pertanian yang subur dan aman, yang hidupnya cukup mengandalkan hasil sawah dan kebun. Perempuan ada kalanya lebih aktif mengurus sawah dan kebun. Terlebih lagi jika posisi perempuan sebagai pemiliknya. Mereka bisa menggaji buruh laki-laki untuk menggarap sawahnya.