Infobank
ARTIFICIAL intelligence (AI) bagi industri/lembaga perbankan dan lembaga keuangan nonbank (LKNB) kini sudah menjadi keharusan, dan trennya akan terus berkelanjutan. KMS Technology (2025) memprediksi, pasar AI pada 2033 mencapai US$315,50 miliar. Pertumbuhannya cukup besar, lebih kurang 31,83%. Menurut Citibank (2025), adopsi AI di sektor perbankan diperkirakan dapat meningkatkan keuntungan sekitar US$170 miliar atau naik 9% pada 2028.
Penggunaan AI di industri perbankan dan LKNB sepertinya sulit dihindari. Lihat saja, saat ini makin banyak bank dan LKNB yang melakukan transformasi dan modernisasi digital. AI diprediksi meningkatkan produktivitas di bank investasi sebesar 27% dan meningkatkan operasional front-office sebesar 27%- 35% pada 2026 (KMS Technology, 2025). Sementara, menurut laporan McKinsey, AI generatif (generative AI/ GenAI) dapat menambah keuntungan industri perbankan global sebesar US$200 miliar hingga US$340 miliar setiap tahunnya, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi.