Infobank
PEMERINTAH kerap memosisikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, bukan ancaman bagi tenaga kerja manusia. AI akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan, namun menciptakan 90 juta pekerjaan baru.
Dalam satu dekade terakhir, AI telah berevolusi dari sekadar alat bantu menjadi sistem pengambilan keputusan yang kompleks. Kemampuannya dalam mengolah data besar, menghasilkan analisis prediktif, dan mengeksekusi tugas secara otomatis menjadikannya unggul dalam empat dimensi utama: efisiensi, efektivitas, biaya, dan kualitas.
Teknologi menggantikan tenaga kerja manusia ketika biaya dan kinerjanya lebih unggul: bekerja tanpa henti, tanpa kelelahan, dan dengan tingkat kesalahan yang relatif rendah. Mesin yang tidak hanya menggantikan tenaga fisik, tetapi juga kapasitas kognitif manusia. Keandalan AI bukan sekadar keunggulan teknis, melainkan kekuatan struktural yang mendorong transformasi ekonomi secara luas.