NILAI tukar rupiah melemah dan mendekati angka Rp18.000 per US$1. Pelemahan ini perlu menjadi perhatian serius selu ruh pihak karena berpotensi men do rong kenaikan inflasi dan mene kan daya beli masyarakat. Langkah pemerintah dan Bank Indonesia (BI) melalui berbagai strategi stabilisasi kurs patut diapresiasi sebagai upaya menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi nasional. Namun, keberhasilan menjaga rupiah tidak cukup hanya mengan dal kan satu kebijakan. Dibutuhkan koordinasi yang kuat antarstake holders agar langkah yang diambil berjalan efektif dan terintegrasi. Soliditas kebijakan dan kesamaan visi antarlembaga menja di kunci utama untuk menjaga rupiah tetap stabil di tengah tekanan global.