Belum ada produk di keranjang belanja kamu

PERUSAHAAN PEMBIAYAAN BERASET RP1 TRILIUN SAMPAI DENGAN DI BAWAH RP2,5 TRILIUN

Swadharma Bhakti Sedaya Finance Cetak Skor Tertinggi dalam Rating

Kinerja perusahaan pembiayaan di kelompok aset Rp1 triliun hingga di bawah Rp2,5 triliun menunjukkan performa yang cukup kuat. Dari 25 perusahaan yang berada di kelompok ini, 14 perusahaan sukses meraih predikat “sangat bagus”.

Oleh Alfi Salima Puteri
Sumber: Istimewa

Sumber: Istimewa

TOTAL skor 98,04% tidak hanya membawa Swadharma Bhakti Sedaya Finance duduk di posisi puncak di kelompok aset Rp1 triliun sampai dengan di bawah Rp2,5 triliun. Skor itu juga sekaligus membuatnya menjadi perusahaan pembiayaan peraih skor tertinggi dari semua perusahaan pembiayaan yang dirating tahun ini.

Berdasarkan penilaian rating, pada aspek pertumbuhan, perusahaan yang dipimpin Harry Iman Subekti sebagai presiden direktur ini meraih nilai sempurna untuk indikator pertumbuhan pembiayaan dan kenaikan modal sendiri. Dari sisi rasio keuangan, perusahaan juga menunjukkan performa yang kuat pada sejumlah indikator penting, antara lain rasio pembiayaan terhadap total aset, pembiayaan terhadap kewajiban, serta modal sendiri terhadap total aset, yang mencerminkan tingkat solvabilitas yang sehat.

Sementara itu, rasio efisiensi operasional atau BO/PO tercatat sebesar 58,21%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri yang berada di level 82,86%. Tingkat profitabilitas perusahaan pun tergolong tinggi. Terlihat dari return on asset (ROA) sebesar 7,84% dan return on equity (ROE) sebesar 11,58%. Kedua rasio tersebut berada di atas rata-rata industri yang masing-masing sebesar 4,17% dan 10,71%.

Kinerja positif perusahaan juga tecermin dari sejumlah indikator keuangan sepanjang 2025. Piutang pembiayaan Swadharma Bhakti Sedaya Finance tercatat naik 4,62% secara year on year (yoy) menjadi Rp1,28 triliun. Kinerja pembiayaan mendorong kenaikan pendapatan sebesar 10,80% atau menjadi Rp246,24 miliar.

Sementara, beban operasional bisa ditekan 16,78% atau menjadi Rp143,34 miliar. Ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional secara optimal. Tidak heran bila rasio BO/PO-nya pun terjaga di level rendah. Multifinance ini terbukti mampu me-manage biaya di tengah ekspansi bisnis yang terus dilakukan.

Kinerja keuangan yang solid itu turut mendongkrak laba bersih perusahaan hingga melonjak 105,80% menjadi Rp80,07 miliar pada akhir 2025, dari Rp38,91 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi permodalan, modal sendiri perusahaan meningkat 9,27% menjadi Rp722,05 miliar. Adapun total aset perusahaan tumbuh 4,30% secara tahunan menjadi Rp1,34 triliun.

Swadharma Bhakti Sedaya Finance merupakan bagian dari Astra Credit Companies (ACC) bersama Astra Sedaya Finance, Astra Auto Finance, serta perusahaan layanan teknologi informasi yakni Cipta Sedaya Digital Indonesia. ACC sendiri memiliki beragam produk pembiayaan, mulai dari pembiayaan mobil baru dan bekas untuk seluruh merek, pembiayaan retail commercial, fleet, hingga fasilitas dana dengan skema konvensional maupun syariah.

ASTRA Auto Finance meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 96,17%. Pada 2025, perusahaan pembiayaan yang dipimpin Denny Santoso sebagai presiden direktur ini mencatatkan pertumbuhan laba 51,04% secara tahunan menjadi Rp67,18 miliar. Kenaikan laba ditopang pembiayaan yang tumbuh 1,30% menjadi Rp1,59 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri yang sebesar 0,61%. Total aset Astra Auto Finance meningkat 0,76% menjadi Rp1,68 triliun. Efisiensi operasional juga sangat baik, tecermin dari rasio BO/PO 66,48%. 

KARUNIA Multifinance membukukan total skor 95,85% dalam rating kali ini. Perusahaan pembiayaan yang dipimpin Agus Hendarto sebagai presiden direktur ini pun meraih predikat “sangat bagus”. Pencapaian itu ditopang oleh pertumbuhan positif yang diraih tahun lalu. Pada 2025, perusahaan mencatat laba Rp21,62 miliar, naik 8,23% secara tahunan. Pembiayaan tumbuh 24,76% menjadi Rp984,27 miliar. Multifinance yang berdiri sejak 2013 ini mencatat total aset Rp1,04 triliun, tumbuh 21,90% dibandingkan dengan 2024. 

DI 2025, Sarana Global Finance Indonesia (SG Finance), dengan direktur utama Evelyn Halim, mencatatkan pertumbuhan pembiayaan 31,75% atau menjadi Rp2,04 triliun. Pertumbuhan pembiayaan yang tinggi mencerminkan efektivitas strategi ekspansi dan tingginya kepercayaan pasar terhadap perusahaan. Tahun lalu, SG Finance meraup laba Rp90,72 miliar. Dalam rating tahun ini, SG Finance berhasil masuk dalam jajaran empat besar multifinance terbaik dengan total skor 95,07% serta predikat “sangat bagus”. 

KB Bukopin Finance mencatatkan performa yang solid dan kompetitif sepanjang 2025. Dalam rating kali ini, perusahaan yang dipimpin Hendra Gunawan sebagai direktur utama ini memperoleh total skor 94,88% dengan predikat “sangat bagus”. KB Bukopin Finance membukukan pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 84,70% secara tahunan menjadi Rp1,08 triliun, jauh melampaui rata-rata industri yang hanya tumbuh 0,61%. Di lain sisi, total aset perusahaan meningkat 78,70% menjadi Rp1,16 triliun, mencerminkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan terjaga. 

KEBERHASILAN Caturnusa Sejahtera Finance (CSF) dalam menjaga performa bisnis layak mendapat apresiasi. Perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam grup Traveloka ini berhasil membuku kan pertumbuhan positif di 2025. CSF, yang dipimpin Michael Lasmana sebagai direktur utama, menyalurkan pembiayaan Rp1,02 triliun atau tumbuh 5,97% dibandingkan dengan 2024. Pertumbuhan itu diiringi pening katan aset dan modal sendiri masing-masing sebesar 3,80% dan 21,85%. Laba yang dibukukan sebesar Rp101,63 miliar. Dalam rating ini, CSF meraih total skor 94,41% dengan predikat “sangat bagus”.

Berdasarkan penilaian rating, pada aspek pertumbuhan, perusahaan yang dipimpin Harry Iman Subekti sebagai presiden direktur ini meraih nilai sempurna untuk indikator pertumbuhan pembiayaan dan kenaikan modal sendiri. Dari sisi rasio keuangan, perusahaan juga menunjukkan performa yang kuat pada sejumlah indikator penting, antara lain rasio pembiayaan terhadap total aset, pembiayaan terhadap kewajiban, serta modal sendiri terhadap total aset, yang mencerminkan tingkat solvabilitas yang sehat.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juni 2026

Rp 65.000

BELI