Belum ada produk di keranjang belanja kamu

BPRS BERASET RP50 MILIAR S.D. < RP100 MILIAR

Oleh Steven Widjaja
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

BPRS BERASET RP50 MILIAR S.D.

1. BPRS Gajahtongga Kotopiliang
Naik Level dan Tetap Gemilang

 

BPRS Gajahtongga Kotopiliang kembali menunjukkan kinerja yang solid di 2025. Setelah tahun sebelumnya meraih predikat “sangat bagus” dan menjadi jawara di kelompok aset Rp25 miliar hingga di bawah Rp50 miliar, kini BPRS asal Sawahlunto, Sumatera Barat, ini naik kelas ke kelompok aset Rp50 miliar hingga di bawah Rp100 miliar. Hebatnya, predikat “sangat bagus” tetap dipertahankannya dengan total skor 99,41% sekaligus menempati posisi teratas.

Dari lima aspek penilaian rating, BPRS yang dipimpin Efi Mulya Putra sebagai direktur utama ini mencatat nilai sempurna pada aspek permodalan, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi. Di sisi intermediasi, pembiayaan tumbuh 15,22% secara tahunan menjadi Rp46,14 miliar pada 2025. Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga, tecermin dari non performing financing (NPF) di level 1,04%.

Kinerja penghimpunan dana BPRS ini pun ikut menguat. DPK tumbuh 9,08% menjadi Rp35,67 miliar, sementara modal inti tercatat Rp9,23 miliar dengan CAR 29,86%. Efisiensinya juga makin apik, ditandai rasio BO/PO yang turun menjadi 70,44% dari 72,66% pada 2024.

Dengan laba Rp1,90 miliar, total aset BPRS Gajahtongga Kotopiliang tercatat Rp54,86 miliar atau tumbuh 23,09% secara tahunan. Lonjakan aset itu membawa BPRS ini naik kelas ke kelompok aset yang lebih tinggi. Yang menarik, naik kelas ternyata tidak membuat performanya menurun. Top! SW

2. BPRS Bobato Lestari

BPRS Bobato Lestari mencatat kinerja moncer di 2025. Pembiayaan tumbuh 37,31% menjadi Rp62,13 miliar, sementara DPK naik 19,77% ke Rp47,12 miliar, menandakan mesin bisnis dan kepercayaan nasabah sama-sama menguat. Dari sisi efisiensi, BPRS asal Tidore Kepulauan, Maluku Utara, ini juga tampil apik dengan rasio BO/PO 44,75% dan NI 14,17%.

Kinerja itu berbuah manis pada laba bersih yang melonjak 42,39% menjadi Rp4,35 miliar. Di bawah kepemimpinan Husni Abdul Halim sebagai direktur utama, BPRS Bobato Lestari sukses meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 99,34%. SW

3. BPRS Artha Mas Abadi

BPRS Artha Mas Abadi asal Pati, Jawa Tengah, mencetak kinerja apik dan meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 98,71%. Rapor biru ini ditopang pembiayaan yang tumbuh 19,96% menjadi Rp59,35 miliar dan DPK yang naik 23,02% menjadi Rp64,92 miliar pada 2025. Dari sisi rentabilitas, kinerjanya pun solid dengan ROA 3,99% dan ROE 43,82%.

Efisiensi BPRS ini tetap terjaga dengan rasio BO/PO di level 78,48%. Sementara, laba bersih tumbuh 11,85% menjadi Rp2,19 miliar. Capaian itu menegaskan bahwa BPRS Artha Mas Abadi mampu menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mencetak profit yang sehat. SW

4. BPRS Guguk Mas Makmur 

BPRS Guguk Mas Makmur kokoh mempertahankan predikat “sangat bagus” dengan total skor 97,97%. BPRS asal Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, ini mencatat pembiayaan tumbuh 13,78% menjadi Rp49,09 miliar di 2025, dengan NPF terjaga di level 3,57%. DPK pun naik 14,18% menjadi Rp46,51 miliar.

Pertumbuhan bisnis itu mendorong total aset naik 16,42% menjadi Rp60,83 miliar. Dari sisi efisiensi, kinerjanya juga tetap apik dengan rasio BO/ PO 78% dan NI 10,87%. Kinerja itu menunjukkan bahwa BPRS Guguk Mas Makmur mampu terus bertumbuh tanpa mengorbankan kesehatan operasional. SW

5. BPRS Berkah Dana Fadhlillah Perseroda

Dari sisi permodalan, modal inti BPRS ini naik 8,12% menjadi Rp10,89 miliar dengan CAR solid di level 23,50%. Efisiensi juga tetap terjaga, tecermin dari rasio BO/PO sebesar 77,16% dan NI 11,53%. Angka-angka itu menegaskan bahwa bisnis BPRS ini terus bertumbuh, sementara fondasi keuangannya tetap kuat. SW

BPRS BERASET RP25 MILIAR S.D.

1. BPRS Rahmania Dana Sejahtera
Naik-Naik ke Puncak

BPRS Rahmania Dana Sejahtera kembali berkilau dengan mempertahankan predikat “sangat bagus” selama dua tahun berturutturut. BPRS asal Bireuen, Aceh, ini bahkan naik kelas ke posisi puncak dari peringkat ketiga pada rating sebelumnya, mengungguli 23 BPRS di kelompok aset Rp25 miliar hingga di bawah Rp50 miliar.

Dipimpin T. Ahmad Naufal sebagai direktur utama, mesin bisnis BPRS Rahmania Dana Sejahtera menderu kencang di 2025. Pembiayaan tumbuh 4,02% menjadi Rp27,59 miliar dengan NPF tetap 0%, sementara dana pihak ketiga (DPK) melonjak 16,95% menjadi Rp28,52 miliar dari Rp24,39 miliar pada 2024.

Kinerja intermediasi BPRS ini makin solid dengan FDR yang turun ke 96,63% dari 109,50%, menandakan pengelolaan dana yang lebih terukur. Efisiensi juga cukup apik, tecermin dari BO/PO 84,74% dan NI 8,73%. BPRS Rahmania Dana Sejahtera sukses mengantongi total skor 99,05% dan bertengger di puncak. SW

2. BPRS Maslahat Dana Syariah Nusantara

BPRS Maslahat Dana Syariah Nusantara bersinar lewat kinerja apik di 2025. Pembiayaan tumbuh 26,08% menjadi Rp25,59 miliar dan DPK melonjak 34,06% ke Rp25,25 miliar. Dipimpin Ahmad Rayendra sebagai direktur utama, total aset BPRS ini memelesat 38,11% menjadi Rp34,31 miliar, sementara laba bersih tumbuh 49,98% menjadi Rp1,47 miliar. BPRS Maslahat Dana Syariah Nusantara meraih total skor 97,84% dan berpredikat “sangat bagus”. SW

3. BPRS Unawi Barokah

BPRS Unawi Barokah membukukan pertumbuhan aset 50,55% secara tahunan ke Rp25,95 miliar di 2025. BPRS asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini menghimpun DPK Rp11,06 miliar, tumbuh 170,56%. Sementara, pembiayaannya tercatat Rp20,75 miliar, naik 49,72%, dengan NPF terjaga di 6,28%. BPRS Unawi Barokah menyandang predikat “sangat bagus” dengan total skor 90,47%. SW

4. BPRS Fajar Sejahtera Bali

BPRS Fajar Sejahtera Bali mempertahankan predikat “sangat bagus”, dengan total skor 84,19%. BPRS yang dipimpin Ida Bagus Putu Swara Hamdani sebagai direktur utama ini membukukan laba bersih Rp623,88 juta di 2025, dan menyalurkan pembiayaan Rp13,06 miliar. Dari sisi efisiensi, BPRS asal Badung, Bali, ini sangat efisien dalam menjalankan bisnisnya, dengan BO/PO berada di 76,08% dan NI 10,83%. SW

5. BPRS Serambi Mekah

BPRS Serambi Mekah memperoleh predikat “sangat bagus” dengan total skor 83,94%. BPRS ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih 69,52% menjadi Rp760,77 juta di 2025. BPRS yang dipimpin Firman sebagai direktur utama ini menyalurkan pembiayaan Rp25,83 miliar. Sementara, ROA dan ROE masingmasing 11,26% dan 13,35%. Bisnis BPRS ini juga terbilang efisien dengan tingkat BO/PO 89,43%. SW

  • BPRS BERASET DI BAWAH RP25 MILIAR
  1.  BPRS Gowata
    Menonjol di Empat Aspek

BPRS Gowata menjadi satu-satunya BPRS peraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 99,72% di kelompok BPRS beraset di bawah Rp25 miliar yang dihuni 23 BPRS. Pencapaian itu diraih BPRS ini karena kinerja cemerlang di 2025. BPRS Gowata mencatatkan pertumbuhan pembiayaan 28,12% di 2025 menjadi Rp8,18 miliar, dengan NPF 0,49%. DPK tumbuh 7,42% menjadi Rp2,98 miliar. Total asetnya melonjak 44,72% ke Rp13,75 miliar.

Dari sisi efisiensi bisnis, BPRS asal Gowa, Sulawesi Selatan, ini terbilang sangat baik, dengan BO/PO 67,90% dan NI 14,59%. Apiknya kinerja dari BPRS yang dipimpin Andi Fatmawati selaku direktur ini turut ditopang permodalan yang solid. Modal inti BPRS Gowata melonjak 42,36% menjadi Rp6,61 miliar di 2025, dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 92,50%. Sementara itu, ROA dan ROE-nya masing-masing berada di level 6,49% dan 27,24%. BPRS dengan pertumbuhan laba bersih 17,36% ke Rp794,87 juta ini memperoleh nilai sempurna di aspek permodalan, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi. SW

 

Untuk mengakses Rating Kinerja Keuangan Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah PER DESEMBER 2024-2025dapat di akses melalui Majalah Infobank Edisi September 2026 

https://www.infobankstore.com/magazine/detail/2026/1253/infobank-edisi-september-2026

 

1. BPRS Gajahtongga Kotopiliang
Naik Level dan Tetap Gemilang

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2026

Rp 65.000

BELI