Belum ada produk di keranjang belanja kamu

IGNASIUS JONAN

Keep Your Debt Levels Low

IGNASIUS JONAN Adalah Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019.

Oleh IGNASIUS JONAN
Sumber : Infobank

Sumber : Infobank

TIDAK ada kejayaan yang aba di. Baik di dunia bisnis mau pun politik. Kebangkitan dan kebangkrutan sudah lama terjadi. Dunia mengenal Jepang seba gai negara tertua yang berdiri sejak abad ketujuh sebelum Masehi. Tapi, Kekaisaran Ottoman yang berdiri pa da 1299 dengan imperiumnya yang lintas benua akhirnya selesai pada 1922.

Di dunia bisnis juga ada perusa haanperusahaan legendaris yang mam pu bertahan sampai ratusan, bah kan ribuan tahun. Ada Kongo Gumi yang berdiri di Jepang pada 578, Monnaie de Paris yang berdiri di Pran cis pada 864, atau The Royal Mint yang beroperasi di Inggris sejak 886. Daya tahan negara atau perusahaan tersebut menarik untuk disi mak. Sebab, umur perusahaan tren nya makin pendek. Usia perusahaan dalam Standard & Poor’s 500 menurun dari ratarata 61 tahun pada 1958 menjadi kurang dari 18 tahun saat ini. Ada perusahaan yang telah mencapai usia lebih dari 100 tahun tapi akhirnya ambruk. Seperti Lehman Brothers yang berdiri pada 1850 dan resmi bangkrut pada 2008.

Di dunia bisnis, risiko kebangkrut an makin meningkat. Perang tarif, peralihan rute perdagangan, penu runan ekspor akibat konflik geopoli tik, hingga penggunaan artificial intelligence (AI). Menurut Global Insolvency Outlook 202627 yang dikeluarkan Allianz Research, tahun 2026 adalah tahun kelima kenaikan kebangkrutan global sejak terjadi pandemi COVID19.

Pada periode tersebut, naiknya risiko kebangkrutan juga dipicu oleh maraknya bisnis perusahaan rintisan atau start-up yang memiliki kerentan an finansial yang lebih tinggi. Pemain baru sering kali menerapkan strategi harga agresif yang menekan perusa haan lama. Start-up yang bermuncul an selama masa penurunan ekonomi akhirnya menciptakan banyak “perusahaan zombi”.

Sumber kebangkrutan umumnya berasal dari kegagalan membayar utang. Seperti Yunani pernah bangkrut pada 2012, kemudian di bailout melalui serangkaian paket penyelamatan dari Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa, dan International Monetary Fund (IMF) senilai ratusan miliar euro. Atau, seperti Del Monte yang berdiri pada 1886 dan memba ngun pabrik pengalengan yang terkenal di San Francisco pada 1907 kemudian pada Juli 2025 mengumum kan tidak mampu membayar utang hingga Rp162 triliun.

Utang bisa membuat arus kas di masa datang menjadi sulit diprediksi hingga menggiring kepada kebangkrutan. Karena utang menjadi sumber utama kegagalan sebuah negara atau perusahaan, maka cara teraman mengatasi kegagalan bayar utang adalah dengan tidak mengambil utang. Seperti dikatakan businessman asal Amerika Serikat (AS), Warren Utang bisa membuat arus kas di masa datang menjadi sulit diprediksi hingga menggiring kepada kebangkrutan. Karena utang menjadi sumber utama kegagalan sebuah negara atau perusahaan, maka cara teraman mengatasi kegagalan bayar utang adalah dengan tidak mengambil utang. Buffet, “I do not like debt and do not like to invest in companies that have too much debt, particularly longterm debt. With long term debt, increase in interest rate can drastiscally affect company profits and make future cash flow less predictable.”

Namun, pada kenyataannya, tidak semua utang buruk. Utang sangat di butuhkan untuk mendanai pertum buh an bisnis atau pembangunan. Banyak negara atau perusahaan ber kembang pesat karena memanfaatkan utang. Karena pengelolaan utang adalah sesuatu yang strategis, maka itu menjadi domain para pemimpin dan pengambil keputusan. The art of debt management yang dimulai dari seorang pemimpin yang mengambil keputusan untuk mengambil utang kemudian mengelolanya setidaknya perlu mencermati tiga hal ini.

Satu, jaga arus kas yang sehat dan jangan mengabaikan pemboros an keuangan kecil yang bisa menye bab kan kegagalan membayar kewa jib an dalam jangka panjang. Dua, minimize risiko pinjaman dengan melunasi utang jangka pendek atau yang berbiaya tinggi, terutama ketika terjadi kenaikan suku bunga. Tiga, utang harus digunakan untuk menda nai pertumbuhan bisnis dan mengha sil kan pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan biaya utang.

Karena utang mengandung risiko, maka tulisan ini saya tutup dengan pesan: keep your debt levels low. Jaga level utang tetap rendah dan harus dikelola dengan baik agar tidak men jelma menjadi silent killer.

Lalu, jika tanpa utang, apakah ada jaminan negara atau perusahaan bisa bertahan lama? Organisasi tanpa utang juga bisa bangkrut. Artinya, setiap pemimpin juga harus mencer mati “pembunuh senyap” lain yang ditandai oleh diamnya para pengikut, tidak jelasnya arahan yang mencipta kan tumpang tindihnya pekerjaan, adanya silo yang menghambat ino vasi, serta toleransi terhadap kinerja yang buruk maupun kebocoran keuangan. Sebuah lubang kecil dapat meneng gelamkan kapal besar, seperti pepatah terkenal dari negarawan AS, Benjamin Franklin (17061790), “Beware of little expenses. A small leak will sink a great ship.”

Di dunia bisnis juga ada perusa haanperusahaan legendaris yang mam pu bertahan sampai ratusan, bah kan ribuan tahun. Ada Kongo Gumi yang berdiri di Jepang pada 578, Monnaie de Paris yang berdiri di Pran cis pada 864, atau The Royal Mint yang beroperasi di Inggris sejak 886. Daya tahan negara atau perusahaan tersebut menarik untuk disi mak. Sebab, umur perusahaan tren nya makin pendek. Usia perusahaan dalam Standard & Poor’s 500 menurun dari ratarata 61 tahun pada 1958 menjadi kurang dari 18 tahun saat ini. Ada perusahaan yang telah mencapai usia lebih dari 100 tahun tapi akhirnya ambruk. Seperti Lehman Brothers yang berdiri pada 1850 dan resmi bangkrut pada 2008.

Di dunia bisnis, risiko kebangkrut an makin meningkat. Perang tarif, peralihan rute perdagangan, penu runan ekspor akibat konflik geopoli tik, hingga penggunaan artificial intelligence (AI). Menurut Global Insolvency Outlook 202627 yang dikeluarkan Allianz Research, tahun 2026 adalah tahun kelima kenaikan kebangkrutan global sejak terjadi pandemi COVID19.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2026

Rp 65.000

BELI