Dua UUS beraset di bawah Rp2,5 triliun yang masuk dalam pemeringkatan sama-sama berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Kinerja menawan ditampilkan UUS Bank Jambi dan UUS Bank BPD DIY.
Sumber : Istimewa
1. Bank Jambi
Tampil Menawan
DIPIMPIN Yufnizarman sebagai Direktur Kredit dan Syariah Bank Jambi (telah berpulang pada 26 Agustus 2026), unit usaha syariah (UUS) Bank Jambi tampil menawan di sepanjang 2025. UUS ini berhasil mencetak kinerja yang moncer. Di rating kali ini, UUS Bank Jambi meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 94,51%. Pencapaian itu ditopang pertumbuhan bisnis yang kuat serta kontribusi yang makin besar terhadap kinerja bank induk.
Di 2025, UUS Bank Jambi berhasil memperbesar skala bisnisnya. Total aset tumbuh 29,74% menjadi Rp2,44 triliun dari Rp1,88 triliun pada 2024. Pertumbuhan juga terlihat pada dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 23,09% menjadi Rp1,33 triliun. Sementara itu, pembiayaan tumbuh 11,89% menjadi Rp1,07 triliun.
Pertumbuhan itu menunjukkan makin besarnya kapasitas UUS Bank Jambi dalam menjalankan fungsi intermediasi. Penghimpunan dana yang tumbuh dua digit menjadi salah satu penopang ekspansi bisnis, sementara pembiayaan yang tetap meningkat menunjukkan kemampuan UUS ini menyalurkan dana yang dihimpun ke sektor produktif.
Peran UUS Bank Jambi terhadap induk juga cukup signifikan. Aset UUS berkontribusi 15,85% terhadap aset Bank Jambi, sedangkan DPK menyumbang sekitar 12,31%. Dari sisi pembiayaan, kontribusinya mencapai 10,52% terhadap total pembiayaan (kredit) bank induk. Sementara itu, laba tahun berjalan memberikan kontribusi sekitar 17,06% terhadap laba Bank Jambi. Besarnya kontribusi itu menunjukkan bisnis syariah telah menjadi bagian penting dalam struktur bisnis Bank Jambi.
Dari sisi fundamental, UUS Bank Jambi juga memiliki ruang yang kuat untuk menopang pengembangan bisnis. NPF gross berada pada level rendah, yakni 0,66%. ROA mencapai 3,24%, sementara NCOM tercatat 3,59%, mencerminkan kemampuan UUS dalam menghasilkan pendapatan dari aktivitas bisnisnya.
Kinerja itu memperlihatkan UUS Bank Jambi tidak hanya tumbuh dari sisi skala usaha, tapi juga makin memiliki peran dalam menopang kinerja bank induk. Dengan pertumbuhan aset dan DPK yang tinggi, ekspansi pembiayaan, kualitas aset yang terjaga, serta permodalan yang kuat, UUS ini memiliki fondasi yang solid untuk terus memperbesar bisnis syariahnya.
2. Bank BPD DIY
UUS Bank BPD DIY memperlihatkan perkembangan bisnis yang positif di 2025. UUS yang dipimpin Raden Agus Trimurjanto sebagai Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY ini mampu memperbesar skala usaha sekaligus meningkatkan aktivitas intermediasinya. Aset tumbuh 9,28% menjadi Rp2,31 triliun dari Rp2,12 triliun pada 2024.
Pertumbuhan lebih kuat terlihat pada sisi pembiayaan, yang meningkat 23,70% menjadi Rp1,37 triliun. Kinerja tersebut menunjukkan kian besarnya peran UUS ini dalam menjalankan fungsi intermediasi sekaligus memperluas bisnis syariah Bank BPD DIY.
Kontribusi terhadap bank induk juga cukup berarti. Pembiayaan UUS Bank BPD DIY mencapai 11,78% dari total pembiayaan (kredit) Bank BPD DIY. Sementara itu, aset menyumbang 10,42% terhadap aset bank induk. Dari sisi profitabilitas, laba tahun berjalan UUS ini sebesar Rp62,77 miliar memberikan kontribusi sekitar 18,41% terhadap laba Bank BPD DIY.
Fondasi bisnis UUS ini turut diperkuat oleh permodalan yang solid. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan NPF gross sebesar 2,00%. Kombinasi pertumbuhan aset, ekspansi pembiayaan, kontribusi terhadap induk, serta permodalan yang kuat menjadi modal bagi Bank BPD DIY untuk terus mengembangkan bisnis syariahnya yang dijalankan oleh UUS Bank BPD DIY.
Atas kinerja 2025 yang menawan, UUS Bank BPD DIY meraih predikat “sangat bagus” dalam rating ini, dengan total skor 85,83%. ASP
Untuk mengakses RATING Unit Usaha Syariah Bank Umum PER DESEMBER 2024-2025 dapat di akses melalui Majalah Infobank Edisi September 2026 : https://www.infobankstore.com/magazine/detail/2026/1253/infobank-edisi-september-2026
Tampil Menawan