Danamon melompat ke posisi teratas kelompok UUS bank beraset Rp10 triliun ke atas. Di antara enam UUS di kelompok ini, empat UUS berhak atas predikat “sangat bagus”.
Sumber : Istimewa
1. Bank Danamon Indonesia
Jawara Baru Kelas Atas
UNIT usaha syariah (UUS) Bank Danamon Indonesia (Danamon Syariah) mencatatkan lompatan besar. Kali ini, Danamon Syariah menjadi kampiun di kelas aset Rp10 triliun ke atas. Dengan total skor 87,44%, UUS ini meraih predikat “sangat bagus” mengungguli peersnya. Di rating sebelumnya, Danamon Syariah berpredikat “bagus”. Lompatan ini tidak lepas dari performa bisnisnya yang tumbuh solid, melampaui rata-rata pertumbuhan industri.
Danamon Syariah menutup 2025 dengan raihan laba bersih Rp268,34 miliar naik 97,33% dari 2024. Pencapaian ini di atas rata-rata industri UUS yang tumbuh 11,67%.
Kenaikan laba UUS ini disokong fungsi intermediasi yang tumbuh kuat. Pembiayaan naik 25,89% menjadi Rp14,70 triliun. Bandingkan dengan pembiayaan industri UUS yang justru tumbuh minus 21,10%. Kualitas aset juga terjaga, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) di posisi 1,60%, masih di bawah rata-rata industri yang berada di level 2,09%.
Dana pihak ketiga (DPK) mengembang 27,38% menjadi Rp10,82 triliun, sementara DPK industri malah minus 23,43%. UUS yang dipimpin Herry Hykmanto sebagai Direktur Bank Danamon Indonesia, yang membawahkan perbankan syariah ini, mengakhiri 2025 dengan total aset Rp16,07 triliun, atau tumbuh 12,90%.
Dengan indikator-indikator keuangan penting yang kompak tumbuh kuat itu, UUS ini pun mendapatkan apresiasi lebih dan menjadi jawara baru di kelas atas.
2. Maybank Indonesia
LABA UUS Maybank Indonesia melonjak 104,01%, atau menjadi Rp846,66 miliar di 2025. UUS yang dinakhodai Romy H. Buchari sebagai Direktur Unit Usaha Syariah Bank Maybank Indonesia ini mendapat total skor 86,86%. Di antara UUS yang ada di Indonesia, Maybank Syariah adalah yang paling besar kontribusinya terhadap bank induk, baik dari sisi aset (24,68%), pembiayaan (28,09%), DPK (28,43%), maupun laba (64,65%).
Di 2025, UUS Maybank menyalurkan pembiayaan Rp30,51 triliun. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp33,19 triliun. Sedangkan, total asetnya naik 2,71% secara tahunan atau menjadi Rp44,13 triliun. AA
3. Permata Bank
UUS Permata Bank mencatatkan lonjakan laba paling tinggi di kelompoknya, yakni 160,63% secara tahunan, menjadi Rp1,01 triliun di 2025. UUS ini berhasil menjaga profitabilitas dengan menjalankan operasional bisnisnya secara efisien. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) berada di posisi 58,16%, paling rendah di antara peers-nya.
Sementara, dari sisi intermediasi, pembiayaan Rp23,85 triliun, dengan DPK Rp26,99 triliun. Total aset UUS bank yang dipimpin Meliza M. Rusli sebagai Direktur Utama Permata Bank ini Rp36,82 triliun di akhir 2025. UUS Permata Bank mendapatkan total skor 83,38% dan meraih predikat “sangat bagus”. AA
4. Bank CIMB Niaga
UUS Bank CIMB Niaga tetap menjadi yang terbesar dari sisi aset di antara pemain kakap lainnya. Total aset UUS yang dipimpin Pandji P. Djajanegara sebagai Direktur Perbankan Syariah Bank CIMB Niaga ini Rp70,22 triliun pada 2025, naik 4,03% secara tahunan. Tahun lalu, UUS ini menyalurkan pembiayaan Rp55,72 triliun. DPK Rp50,31 triliun. Laba bersih yang diraup Rp1,77 triliun, terbesar di antara UUS lain.
UUS Bank CIMB Niaga berhasil meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 82,07%. UUS yang sedang bersiap untuk spin off menjadi BUS ini menjadi salah satu langganan “sangat bagus” di rating versi Infobank. AA
Untuk mengakses RATING Unit Usaha Syariah Bank Umum PER DESEMBER 2024-2025 dapat di akses melalui Majalah Infobank Edisi September 2026 : https://www.infobankstore.com/magazine/detail/2026/1253/infobank-edisi-september-2026
Jawara Baru Kelas Atas