Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Di Balik Kesuksesan Leader Strategis dan Taktis

Ia memiliki mimpi besar untuk membawa Bank Bengkulu menjadi bank terdepan. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah strategi sudah disiapkan guna membawa perusahaan melewati periode menantang.

Oleh Mohammad Adrianto Sukarso
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

ISWAHYUDI, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu), merupakan leader yang strategis dan taktis dalam memimpin perusahaan. Sejak 2004, pria kelahiran Banyuasin, Sumatera Selatan, ini sudah mengenyam sejumlah jabatan middle manager dan pejabat eksekutif di Bank Bengkulu maupun perusahaan sebelumnya, seperti di Bank Syariah Mandiri (BSM). Kepiawaian dan kelihaiannya menjalankan operasio nal bank membuatnya dipercaya untuk menjadi direktur bisnis perusahaan pada 2024. Dan pada Maret 2025, ia ditunjuk menjadi Plt. Direktur Utama Bank Bengkulu, hingga akhirnya disahkan menjadi Direktur Utama Bank Bengkulu pada Juni 2026.

Bukan periode yang mudah bagi pemilik gelar Sarjana Akuntansi Universitas Kader Bangsa, alumni Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, dan mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini saat diangkat menjadi direktur utama perusahaan. Ia harus menghadapi sejumlah dinamika industri bank daerah, seperti berlanjutnya kebijakan pengurangan transfer keuangan daerah.

Dengan sigap, Iswahyudi beserta tim mengupayakan mitigasi risiko dari peristiwa ini. Di tengah kondisi menantang, Bank Bengkulu berupaya menjaga pencapaian target laba melalui penyaluran kredit secara prudent dan pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) secara optimal.

“Lalu, mitigasi risiko dilakukan dengan mencari sumber likuiditas dana murah (CASA) dari masyarakat diluar eko sistem pemda, menjaga kualitas kredit existing yang terkait langsung dengan ekosistem pemda, memberi kan kredit-kredit baru diluar ASN dengan tetap memperhatikan risiko kredit yang ada,” sambungnya.

Bank Bengkulu juga konsisten menjaga rasio keuangan sesuai dengan ketentuan regulator. Dampaknya, kinerja Bank Bengkulu sampai dengan Juni 2026 terbilang moncer. Aset memelesat 9,66% secara year on year (yoy) ke posisi Rp11,05 triliun. Meningkatnya aset salah satunya ditopang oleh kredit yang tumbuh 3,94% menjadi Rp7,81 triliun.

Pertumbuhan kredit juga dibarengi dengan non performing loan (NPL) terkendali yakni sebesar 1,80%. Dari sisi DPK, Bank Bengkulu sukses menghimpun dana Rp8,10 triliun hingga periode tersebut. Bank Bengkulu juga membukukan rasio keuangan yang sehat, seperti return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing sebesar 1,53% dan 9,99%. Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) juga terjaga di posisi 80,44%.

Hasilnya, Bank Bengkulu membukukan laba bersih Rp71,21 miliar, melonjak drastis 30,53% dari periode sebelumnya. Pencapaian ini salah satunya berkat peran stakeholders dan pemegang saham untuk terus mendukung bisnis Bank Bengkulu di masa-masa sulit ini.

Di sisi lain, Iswahyudi juga memberikan suri teladan kepada karyawan perusahaan untuk menjaga disiplin dan berintegritas, guna menjaga bank agar tetap tumbuh dengan baik dan berkelanjutan. Ia juga mendorong pegawai bank untuk terus belajar dan berkembang, sebagaimana yang ia lakukan ketika menjadi kandidat doktor (S-3) Ilmu Manajemen Universitas Bengkulu.

“Kepemimpinan yang saya terapkan dari dulu adalah memimpin dengan memberi contoh (leading by example). Saya memberi contoh kedisiplinan dan pelayanan, me negakkan integritas serta bekerja berdasarkan data,” tegas sosok yang juga memiliki gelar Pascasarjana Manajemen Universitas Dehasen Bengkulu. Ke depan, Iswahyudi ingin menjadikan Bank Bengkulu sebagai pilihan utama masyarakat setempat, sekaligus membawa perusahaan menjadi bank terdepan di wilayah Sumatra bagian Selatan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Bank Bengkulu akan memperkokoh fondasi yang kuat melalui kecukupan modal inti, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan digitalisasi layanan. Iswahyudi optimistis, perusahaan mampu mencapai target laba Rp150 miliar pada akhir 2026. L

TOP YOUNG CEO 2026 

Bukan periode yang mudah bagi pemilik gelar Sarjana Akuntansi Universitas Kader Bangsa, alumni Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, dan mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini saat diangkat menjadi direktur utama perusahaan. Ia harus menghadapi sejumlah dinamika industri bank daerah, seperti berlanjutnya kebijakan pengurangan transfer keuangan daerah.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi November 2026

Rp 65.000

BELI