Pertumbuhan bisnis penjaminan menuntut lebih dari sekadar perluasan portofolio. Kemampuan menembus pasar baru menjadi kunci untuk membuka sumber pendapatan dan memperkuat daya saing. Strategi inilah yang ditempuh PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo melalui kerja sama dengan PT bank Hibank Indonesia (hibank).
Sumber : Infobank
Kolaborasi ini menjadi langkah baru perusahaan untuk memperluas pasar sekaligus mengembangkan bisnis di ekosistem perbankan digital. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penjaminan Kredit tersebut membuka peluang bisnis sekitar Rp500 miliar pada tahap awal.
Lebih dari itu, terdapat potensi pengembangan penjaminan dari portofolio hibank lainnya yang memenuhi kriteria, dengan nilai lebih dari Rp1 triliun. Potensi tersebut membuka ruang ekspansi, meski realisasinya tetap bergantung pada kelayakan kredit dan ketentuan penjaminan yang berlaku.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Kelembagaan Jamkrindo, Krisna Johan, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis melalui kemitraan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kolaborasi dengan hibank membuka peluang bagi Jamkrindo untuk memperluas jangkauan bisnis penjaminan di ekosistem digital. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi kedua pihak, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang terukur,” ujar Krisna pada awal Oktober 2026.
Bagi hibank, penjaminan dapat mendukung pengelolaan risiko kredit dalam penyaluran kredit. Sementara bagi Jamkrindo, kemitraan ini membuka peluang memperluas portofolio penjaminan dan meningkatkan potensi perolehan Imbal Jasa Penjaminan (IJP).
“Realisasinya tetap bergantung pada perkembangan kerja sama, kelayakan kredit, dan ketentuan penjaminan yang berlaku,” ujar Krisna.
Untuk mendukung pelaksanaan kerja sama, kedua pihak akan menyelaraskan ketentuan penjaminan dan kesiapan operasional. Penyelarasan proses serta pertukaran data juga berpotensi meningkatkan efisiensi layanan, dengan tetap memperhatikan kesiapan sistem dan prosedur masing-masing pihak.
Jamkrindo turut memperkuat teknologi informasi melalui Jaguars (Jamkrindo Guarantee System), sistem inti penjaminan yang mendukung proses operasional perusahaan. Penguatan sistem ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas layanan, pengelolaan data, dan kelancaran proses bisnis.
Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, mengapresiasi kerja sama tersebut sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antarpelaku industri keuangan dan mendukung pertumbuhan ekosistem pembiayaan digital di Indonesia. Kolaborasi ini juga sejalan dengan Transformasi IMPACT Jamkrindo, yang mencakup Independence, Market, People Agility, Competitiveness, Technology.
“Semangat Transformasi IMPACT kami wujudkan melalui pengembangan kemitraan strategis, termasuk dengan pelaku industri keuangan digital. Kami melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk memperkuat sinergi, memperluas akses layanan penjaminan, serta menghadirkan solusi yang semakin relevan dengan kebutuhan pelaku usaha,” ujar Abdul Bari.
Bari mengungkapkan, dengan dukungan integrasi proses bisnis dan pemanfaatan teknologi, Jamkrindo berkomitmen untuk terus menjamin lebih luas dan menghadirkan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat serta perekonomian nasional.
Ke depan, Jamkrindo dan hibank turut menjajaki peluang kerja sama produk lain, termasuk Supply Chain Financing (SCF) dan Kredit Berbasis Garansi (KBG). Penjajakan ini menjadi peluang pengembangan bisnis lanjutan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, kesiapan operasional, dan prinsip kehati-hatian. ral
Lebih dari itu, terdapat potensi pengembangan penjaminan dari portofolio hibank lainnya yang memenuhi kriteria, dengan nilai lebih dari Rp1 triliun. Potensi tersebut membuka ruang ekspansi, meski realisasinya tetap bergantung pada kelayakan kredit dan ketentuan penjaminan yang berlaku.