Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Herry Hykmanto, Direktur Bank Danamon Indonesia Memacu Pertumbuhan, UUS Danamon Perkuat Ekspansi Syariah

Kinerja yang kian moncer menjadi modal bagi UUS Danamon untuk memperluas pembiayaan, menggarap potensi ekosistem syariah, dan memperkuat fondasi bisnis.

Oleh Ayu Utami Saraswati
Sumber : Infobank

Sumber : Infobank

KINERJA unit usaha syariah (UUS) Bank Danamon Indonesia (Danamon) menunjukkan pertumbuhan signifikan pada semester satu 2026. Laba bersih UUS ini melonjak 163,51% secara tahunan menjadi Rp247,27 miliar, ditopang oleh pengelolaan portofolio dan sinergi antara Danamon, MUFG sebagai induk, dan mitra strategis lainnya.

Kepada Infobank, Herry Hykmanto, Direktur Danamon yang membawahkan bisnis perbankan syariah, kredit SME, sustainable finance, dan corporate real estate management (CREM), menjelaskan, ke depan, UUS Danamon akan terus memperkuat ekosistem syariah, khususnya haji dan umrah, sekaligus memperluas pembiayaan ke segmen konsumer, SME, komersial, dan korporasi untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Di tengah ekspansi itu, UUS ini tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan bisnis. Sementara itu, rencana spin-off masih dalam tahap kajian, dengan mempertimbangkan kesiapan bisnis, keuangan, operasional, serta ketentuan regulator. Seperti apa perkembangan terkini dari UUS Danamon dan apa rencana ke depannya? Berikut wawancara Infobank dengan Herry Hykmanto, bulan lalu. Petikannya:

Per Juni 2026, laba bersih UUS Danamon tumbuh 163,51%, jauh melampaui pertumbuhan aset sebesar 26,41% dan pembiayaan sebesar 16,70%. Apa faktor utama yang mendorong lonjakan laba tersebut, dan bagaimana perseroan menjaga keberlanjutan profitabilitas?

Pertumbuhan laba bersih UUS Danamon mencerminkan kinerja bisnis yang positif dan pengelolaan usaha yang konsisten. Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan bisnis yang sehat, pengelolaan portofolio yang baik, serta sinergi dengan MUFG, anggota grup perusahaan, dan mitra strategis.

Ke depan, UUS Danamon akan terus menjaga keberlanjutan kinerja melalui pengembangan bisnis secara selektif serta pengelolaan biaya dan risiko secara disiplin. Pertumbuhan akan tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Aset UUS Danamon tumbuh 26,41% menjadi Rp19,96 triliun per Juni 2026. Apa strategi utama yang mendorong akselerasi pertumbuhan aset, dan berapa target aset yang ingin dicapai hingga akhir 2026?

Pertumbuhan aset UUS Danamon didukung oleh penguatan ekosistem syariah, pengembangan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan nasabah, serta sinergi dengan Danamon, MUFG, anggota grup perusahaan dan mitra strategis. Hingga akhir 2026, aset UUS Danamon ditargetkan dapat bertumbuh sebesar 10%-20% dengan tetap mengedepankan pertumbuhan yang sehat dan prinsip kehati-hatian.

Apa strategi UUS Danamon untuk mendorong ekspansi pembiayaan ke depannya?

UUS Danamon akan terus mendorong pertumbuhan pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan nasabah serta perkembangan pasar. Ekspansi dilakukan secara selektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin untuk menjaga kualitas portofolio.

Segmen bisnis apa yang akan menjadi prioritas ekspansi UUS Danamon hingga akhir 2026? Bagaimana perseroan memastikan percepatan pembiayaan tetap diikuti kualitas aset yang terjaga?

UUS Danamon akan terus memperluas pembiayaan pada segmen konsumer (khususnya pembiayaan kepemilikan rumah dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui sinergi dengan Adira Finance Syariah), segmen SME, serta segmen komersial dan korporasi dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem Danamon, MUFG, anggota grup perusahaan, dan mitra strategis.

Kualitas aset akan dijaga melalui proses seleksi pembiayaan yang prudent, penerapan manajemen risiko yang ketat, pemantauan portofolio secara berkala, serta langkah mitigasi dini terhadap potensi penurunan kualitas. UUS Danamon berkomitmen memastikan bahwa pertumbuhan pembiayaan tetap sejalan dengan kemampuan nasabah dan tingkat risiko yang dapat dikelola.

UUS Danamon berfokus pada ekosistem haji dan umrah serta organisasi masyarakat muslim. Seberapa besar kontribusi ekosistem tersebut terhadap penghimpunan DPK dan penyaluran pembiayaan, serta bagaimana target pengembangannya ke depan?

Ekosistem haji dan umrah serta komunitas dan lembaga Islam merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan bisnis UUS Danamon. Ekosistem tersebut turut berkontribusi mendukung penghimpunan DPK dan penyaluran pembiayaan melalui penghimpunan dana komunitas, tabungan haji, dan layanan transaksi, serta terhadap pertumbuhan pembiayaan melalui pembiayaan haji khusus, UMKM, koperasi, institusi pendidikan dan kesehatan, serta pelaku usaha dalam ekosistem haji dan umrah.

Selain ekosistem haji dan organisasi muslim, sektor apa yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru bagi UUS Danamon? Bagaimana strategi perseroan memperluas pembiayaan ke sektor produktif tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian?

Selain ekosistem haji dan umrah serta organisasi muslim, peluang pertumbuhan terdapat pada komunitas muslim melalui jaringan distribusi bank. Ekspansi pembiayaan akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan potensi sektor dan kebutuhan nasabah. UUS Danamon tetap mengedepankan kualitas portofolio, prinsip kehati-hatian, serta manajemen risiko yang disiplin untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Rencana spin-off UUS Danamon masih dalam tahap kajian. Dengan aset yang telah mendekati Rp20 triliun dan laba bersih yang meningkat signifikan, bagaimana manajemen menilai kesiapan bisnis UUS untuk berdiri sebagai bank umum syariah tersendiri?

Seiring dengan pertumbuhan aset dan peningkatan kinerja keuangan yang berkelanjutan, UUS Danamon terus memperkuat fundamental bisnis, baik dari sisi permodalan, profitabilitas, kualitas aset, pendanaan, sumber daya manusia, maupun infrastruktur teknologi dan operasional. UUS Danamon akan mengikuti ketentuan regulator terkait spin-off dengan tetap mempertimbangkan kesiapan bisnis secara menyeluruh.

Apa indikator utama yang menjadi pertimbangan manajemen dalam menentukan waktu spin-off, terutama dari sisi skala bisnis, permodalan, profitabilitas, kualitas pembiayaan, dan kesiapan operasional?

UUS Danamon akan mengikuti ketentuan regulator terkait spin-off dengan tetap mempertimbangkan kesiapan bisnis secara menyeluruh, termasuk aspek keuangan, operasional, tata kelola, serta perkembangan regulasi dan kondisi industri.

Target apa yang ingin dicapai UUS Danamon dalam dua hingga tiga tahun ke depan, baik dari sisi aset, pembiayaan, DPK, maupun profitabilitas? Berapa target pertumbuhan yang ingin dicapai hingga akhir tahun ini?

UUS Danamon menargetkan pertumbuhan aset, pembiayaan, DPK, dan profitabilitas secara berkelanjutan dengan dukungan ekosistem syariah serta sinergi dengan Danamon dan Grup MUFG. Hingga akhir tahun ini, UUS Danamon menargetkan pertumbuhan pada kisaran 10%-20%, dengan tetap menjaga kualitas aset dan menerapkan prinsip kehati-hatian.

Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, UUS Danamon ingin diposisikan sebagai pemain seperti apa di industri perbankan syariah Indonesia?

UUS Danamon berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya terhadap pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional melalui perluasan akses layanan keuangan syariah, penguatan ekosistem haji dan umrah, pemberdayaan UMKM dan komunitas, serta pengembangan pembiayaan berkelanjutan.

Selain itu, UUS Danamon berfokus menyediakan dan memperkuat layanan syariah yang komprehensif bagi nasabah maupun ekosistem Grup MUFG. Aspirasi tersebut didukung oleh penguatan ekosistem syariah, sinergi dengan Danamon dan Grup MUFG, serta pengembangan kapabilitas digital dan layanan yang terintegrasi. L

 

Kepada Infobank, Herry Hykmanto, Direktur Danamon yang membawahkan bisnis perbankan syariah, kredit SME, sustainable finance, dan corporate real estate management (CREM), menjelaskan, ke depan, UUS Danamon akan terus memperkuat ekosistem syariah, khususnya haji dan umrah, sekaligus memperluas pembiayaan ke segmen konsumer, SME, komersial, dan korporasi untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi November 2026

Rp 65.000

BELI