Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Top 100 CEO Bukan Sekadar Angka

Oleh Karnoto Mohamad
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

MAJALAH Infobank edisi November 2026 kembali menghadirkan laporan Top 100 CEO yang menampilkan 100 pemimpin pilihan dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, asuransi, multifinance, BUMN, fintech, hingga lembaga pendukung jasa keuangan. Dari 500 lebih perusahaan, Dewan Redaksi Infobank melakukan seleksi ketat untuk menentukan figur yang layak masuk daftar. Proses ini bukan sekadar mencari chief executive officer (CEO) dari perusahaan besar, tapi juga menilai sosok yang mampu membawa perubahan dan memberi dampak bagi industri.

Kriteria penilaian dirancang dengan memadukan data kinerja perusahaan dan kualitas kepemimpinan. Artinya, angka keuangan bukan satu-satunya ukuran. Integritas, nilai kepemimpinan, inovasi, dan kontribusi terhadap industri turut menjadi pertimbangan. Melalui pendekatan ini, Infobank ingin melihat lebih jauh bagaimana seorang CEO membangun bisnis sekaligus menciptakan value yang berkelanjutan.

Kriteria pertama adalah kinerja perusahaan berdasarkan hasil rating Infobank 2026. CEO dari perusahaan yang meraih predikat “sangat bagus” menjadi prioritas, baik di sektor perbankan, asuransi, multifinance, BUMN, maupun fintech. Kinerja yang solid dan konsisten menjadi indikator penting untuk melihat kemampuan pemimpin menjaga sustainability bisnis, terutama saat menghadapi tekanan ekonomi dan persaingan yang makin ketat.

Kriteria berikutnya adalah size atau skala bisnis perusahaan. Pengukurannya disesuaikan dengan karakter masing-masing industri, seperti total aset untuk bank serta modal sendiri dan total pembiayaan bagi perusahaan asuransi dan multifinance. Infobank juga melihat capaian personal CEO, mulai dari peningkatan kinerja keuangan, keberhasilan turnaround, percepatan transformasi, hingga kemampuan membangun budaya perusahaan yang kuat. Pemimpin yang mampu membawa perusahaan bangkit dari tekanan atau melakukan perubahan besar punya nilai tersendiri.

Pengalaman dan ketokohan juga masuk dalam radar penilaian. Rekam jejak di industri, kemampuan melahirkan inovasi, serta kontribusi terhadap perkembangan sektor menjadi bagian dari pertimbangan. Selain itu, penerapan good corporate governance (GCG), penguatan sumber daya manusia (SDM), dan upaya membangun ekosistem industri yang sehat turut diperhitungkan. Jadi, penilaian tak berhenti pada hasil akhir, tapi juga melihat bagaimana seorang CEO menjalankan kepemimpinan dan membangun fondasi perusahaan untuk jangka panjang.

Kriteria penilaian Top 100 CEO 2026 tidak diterapkan secara kaku. Dewan Redaksi Infobank tetap mempertimbangkan kualitas kepemimpinan dan kontribusi luar biasa yang mungkin tidak sepenuhnya tecermin dalam angka keuangan. Pendekatan ini membuat proses seleksi lebih menyeluruh, dengan menggabungkan quantitative assessment dan pertimbangan kualitatif. Sebab, CEO yang moncer bukan cuma mereka yang mencatatkan pertumbuhan, melainkan juga yang mampu membangun kepercayaan, mendorong inovasi, dan memberi pengaruh positif bagi industri.

Sekali lagi, Top 100 CEO bukan ajang untuk menentukan siapa yang paling hebat, melainkan menampilkan figur-figur yang mewakili kualitas kepemimpinan di berbagai sektor. Daftar ini menjadi gambaran bahwa keberhasilan CEO lahir dari perpaduan kinerja, integritas, pengalaman, dan kontribusi nyata. Infobank juga meyakini, pemimpin yang tidak masuk dalam daftar tetap punya peran penting dalam menggerakkan perusahaan dan perekonomian nasional. Sebab, menjadi CEO bukan hanya soal pencapaian jabatan, tapi juga amanah untuk membawa perusahaan tumbuh sehat dan berkelanjutan.

  1. Abdul Bari 

         Jamkrindo

ABDUL Bari memimpin PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sejak 16 April 2026, berbekal pengalaman di bidang kelembagaan, operasional, dan layanan perusahaan. Lahir di Subang pada 29 September 1976, peraih gelar Doktor Ilmu Manajemen SDM serta Magister Hukum Kesehatan dan Manajemen SDM ini pernah menjabat sebagai Direktur Kelembagaan dan Layanan serta Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Dewan Komisaris PT Prima Multi Terminal, dan General Manager AXA Assistance Indonesia. Ar

2. Abdul Haris

Jasaraharja Putera

ABDUL Haris, Direktur Utama Jasaraharja Putera (JRP Insurance), merupakan sosok berpengalaman di industri asuransi. Ia meniti karier dari level operasional. Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 14 Oktober 1965, lulusan S-1 Ekonomi Manajemen STIE Benteng Huraba dan S-2 Manajemen ini telah berkarier di Jasa Raharja sejak 1990. Ia menduduki beragam posisi strategis sebelum menjabat Direktur Keuangan, Umum, dan SDM JRP Insurance pada 2018, lalu dipercaya menjadi direktur utama pada 2023. Ar

3. Abraham J. Adriaansz

PT Rintis Sejahtera

ABRAHAM J. Adriaansz, Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera (Rintis), pengelola jaringan ATM Prima, sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden direktur di perusahaan yang sama. Ia meyakini bahwa kepemimpinan bukan sekadar menentukan arah, tapi juga menggerakkan orang agar punya visi dan tujuan yang sama. Baginya, kunci membangun organisasi yang kuat adalah menumbuhkan sense of ownership di setiap stakeholder sehingga gagasan tak berhenti sebagai arahan pemimpin, tapi tumbuh menjadi gerakan bersama. Ar

4. Achmad S. Kartasasmita

Bank Mestika

ACHMAD S. Kartasasmita, Presiden Direktur Bank Mestika sejak 2010, punya pengalaman panjang di industri perbankan dan keuangan, termasuk pernah memimpin ABN AMRO Finance Indonesia dan menangani SME Banking ABN AMRO Bank di Jakarta. Berbekal gelar M.B.A. bidang International Management dari Golden Gate University, San Francisco, dan Sarjana Finance dari University of South Florida, bankir senior ini memadukan pengalaman bisnis dan keuangan untuk mengarahkan langkah Bank Mestika. Ar

5. Adi Pramana

Asuransi Tugu Pratama Indonesia

ADI Pramana, Presiden Direktur Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), punya pengalaman lebih dari 25 tahun di industri asuransi dengan jam terbang kuat di bisnis reasuransi. Pengalaman panjangnya membuatnya menjadi salah satu leader yang unggul di industri asuransi. Menjabat sejak April 2025, lulusan Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) ini sebelumnya memimpin Tugu Reasuransi Indonesia (2018-2023) dan pernah menduduki sejumlah posisi strategis di Reasuransi Indonesia Utama serta Reasuransi Internasional Indonesia. Ar

6. Agus Haryodoto Widodo

Bank Jakarta

AGUS Haryoto Widodo, Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), punya pengalaman panjang di dunia perbankan dan bisnis. Berbekal gelar Sarjana Teknik Sipil dari ITS dan Magister Manajemen Internasional dari Universitas Indonesia, Agus pernah menduduki sejumlah posisi strategis di Bank Mandiri, AXA Mandiri, dan Wijaya Karya Realty sebelum memimpin Bank Jakarta pada Januari 2024. Di bawah kepemimpinannya, Bank Jakarta menunjukkan kinerja solid. Ar

7. Albertus Wiroyo Karsono

Sun Life Financial Indonesia

ALBERTUS Wiroyo Karsono, menjabat sebagai Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) sejak Juni 2025. Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini punya pengalaman panjang memimpin sejumlah perusahaan asuransi, seperti AXA Mandiri Financial Services, Mandiri AXA General Insurance, Asuransi Jiwa Bumiputera dan Bhinneka Life. Albertus kini juga dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional. Ar

8. Alex Sofjan Noor

Bank Syariah Nasional

ALEX Sofjan Noor, Direktur Utama Bank Syariah Nasional (Bank BSN), merupakan bankir berpengalaman yang meniti karier di berbagai posisi strategis di Bank Tabungan Negara (BTN), induk Bank BSN, mulai dari bidang pembiayaan komersial, manajemen risiko, bisnis syariah, hingga human capital dan operasional. Lulusan Akuntansi Universitas Islam Indonesia ini resmi memimpin Bank BSN sejak 20 Agustus 2025, berbekal pengalamannya dalam pengembangan bisnis dan strategi perbankan syariah. Ar

9. Alexander

Maybank Indonesia Finance

ALEXANDER, Presiden Direktur Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance), punya pengalaman panjang di industri perbankan dan pembiayaan. Ia mulai memimpin perusahaan ini pada 2007. Berbekal gelar Doktor Manajemen Stratejik dari Universitas Trisakti, ia juga menuangkan pemikiran dan pengalamannya dalam buku Managing Strategic Waves: Turnaround and Sustain Company’s Performance, yang membahas strategi membalikkan keadaan sekaligus menjaga kinerja perusahaan tetap berkelanjutan. Ar

10. Alexander Grenz

Asuransi Allianz Life Indonesia

ALEXANDER Grenz, Direktur Utama Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia), memiliki rekam jejak karier yang kuat di industri asuransi dan keuangan global, dengan perjalanan profesional di Jerman, Rusia, Hong Kong, Singapura, hingga Filipina. Ia pernah memimpin Allianz PNB Life Insurance di Filipina sebagai CEO dan Presiden Direktur, sebelum dipercaya menakhodai Allianz Life Indonesia pada April 2023. Ar

11. Andreas S. Soedjijanto

Indolife Pensiontama

ANDREAS S. Soedjijanto menjabat sebagai Direktur Utama Indolife Pensiontama (Indolife) sejak 1996. Di tangannya, Indolife tumbuh menjadi salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Tanah Air. Peraih gelar Master of Business Administration dari Netherlands International Institute for Management ini sebelumnya pernah menduduki posisi Komisaris PT Jembo Cable dan General Manager AJ Central Asia Raya. Leader satu ini merupakan salah satu figur senior di industri perasuransian nasional. AA

12. Andy Samuel

Asuransi Jasa Indonesia

ANDY Samuel diangkat sebagai Direktur Utama Asuransi Jasa Indonesia pada 2021. Alumnus Ilmu Politik Universitas Indonesia dan Pendidikan Asuransi Glasgow Caledonian University Scotland, UK, ini mempunyai pengalaman panjang dan mumpuni di industri asuransi. Ia pernah menduduki posisi strategis di sejumlah perusahaan asuransi di Indonesia. Ia merupakan sosok leader dan profesional yang andal. AA

DENGAN latar belakang pendidikan di bidang teknik dan manajemen industri, Anggoro Eko Cahyo justru sukses menapaki karier sebagai bankir. Anggoro menuntaskan pendidikan Sarjana Teknik dan Manajemen Industri di Institut Teknologi Indonesia (ITI). Sedangkan, gelar Magister Agribisnis diperolehnya dari Insitut Pertanian Bogor.

Anggoro lama menimba pengalaman perbankan di Bank Negara Indonesia (BNI). Pria kelahiran 1969 ini sempat menempati sejumlah posisi strategis di BNI. Setelah malang melintang di berbagai divisi dan sempat menjadi Vice President sekaligus CEO Regional BNI, ia kemudian dipercaya sebagai General Manager Human Capital Division BNI. Dan, terhitung sejak 2015, Anggoro masuk jajaran direksi BNI, dengan posisi terakhir sebagai wakil direktur utama pada 2020-2021.

Setelah di BNI, Anggoro kemudian mendapatkan tugas baru, yakni menakhodai BPJS Ketenagakerjaan sebagai direktur utama sejak 2021. Sekitar empat tahun kemudian, tepatnya pada 2025, Anggoro mendapatkan amanah baru lagi. Ia ditugaskan sebagai Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), bank syariah terbesar di Indonesia dengan total aset Rp456,19 triliun di akhir 2025. AA

TERHITUNG sejak 2023, Arief Harris Tandjung ditunjuk sebagai orang nomor satu di Bank Jago, setelah sebelumnya menjabat deputy chief executive officer di bank digital tersebut pada periode 2020-2023. Jebolan Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini juga sebelumnya sempat menduduki posisi Director of Finance, Treasury, and Funding Bank BTPN. AA

SEJAK 2026, Armand Hermawan diangkat sebagai President Director & CEO PT Aplikanusa Lintasarta. Sebelumnya, ia memegang jabatan yang sama di Artajasa Pembayaran Elektronis (2023-2026). Peraih gelar Doctor of Philosophy, Finance, University of Newcastle dan Master of Commerce and Management, Financial Econometrics, Lincoln University ini juga aktif di Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Ia tercatat pernah menjabat Chairman of Asian Payment Network (APN) pada 2024-2026. AA

 

SEBELUM ditunjuk sebagai Direktur Utama Bank Jateng pada awal 2026, Bambang Widyatmoko menjabat sebagai Direktur Bisnis Bank Pembangunan Daerah Banten (2022-2026). Sebelumnya, ia adalah Senior Vice President SME Regional V KB Bukopin. Bambang meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Diponegoro dan menuntaskan jenjang Magister Manajemen di Universitas Esa Unggul. AA

SOSOK Budi Herawan bukan nama asing di industri asuransi Indonesia. Selain menjabat Direktur Utama Asuransi Candi Utama sejak 2020, Budi juga tercatat sebagai Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Peraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana ini pernah menjadi Presiden Direktur Asuransi Purna Artanugraha. AA

PERAIH gelar Magister Manajemen Bidang Pasar Modal dari Universitas Indonesia ini sudah malang melintang sebagai direksi sejumlah perusahaan pelat merah. Sebelum mengemban amanah sebagai Direktur Utama Sarana Multigriya Finansial (SMF) sejak September 2026 lalu, Budi adalah Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). AA

Konsistensi Kepemimpinan dan Penguatan Kompetensi Strategis

DAMAR Latri Setiawan mempunyai latar belakang pendidikan di bidang manajemen keuangan dan pendidikan. Ia mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Keuangan dari Universitas Indonesia (UI). Lalu, sambil bekerja, ia melanjutkan studi Magister Manajemen Keuangan di UI. Keinginan belajarnya tidak berhenti di level magister. Damar kembali ke bangku kuliah menempuh pendidikan jenjang Doktor Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Dari sisi perjalanan karier, Damar mempunyai pengalaman panjang di Pegadaian. Sejumlah jabatan strategis pun pernah didudukinya, sebelum kemudian dipercaya sebagai pelaksana tugas Direktur Produk PT Pegadaian pada 2018. Selanjutnya, di tahun yang sama, ia ditunjuk menjadi Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan PT Pegadaian hingga 2022. Setelah itu, Damar mengemban amanah sebagai Direktur Utama Pegadaian hingga sekarang. AA

 

Merawat Benih Kepemimpinan di Tengah Perubahan

Seperti merawat tanaman, kepemimpinan membutuhkan kesabaran untuk menumbuhkan potensi dan kepercayaan untuk membawa organisasi terus berkembang. Begitulah prinsip yang selalu dipegang oleh sosok pemimpin ini. Oleh Ayu Utami Saraswati

Bagi Gimin Sumalim, Presiden Direktur Bank Index Selindo, memimpin bukan sekadar menentukan arah dan memastikan roda organisasi terus berputar. Ada kepercayaan yang harus dirawat, potensi yang perlu ditumbuhkan, dan nilai-nilai yang mesti dijaga di tengah perubahan.

Filosofi itu pula yang dipegangnya dalam memimpin Bank Index Selindo. Bagi beliau, seorang pemimpin tak harus selalu berdiri di depan untuk memberi perintah, tetapi juga perlu berjalan bersama timnya, mendengar, berdialog, dan memberi teladan.

“Kepemimpinan hari ini bukan lagi soal memberi instruksi, tapi bagaimana menjadi sumber inspirasi,” ujarnya kepada Infobank, beberapa waktu lalu.

Pandangan tersebut terbentuk dari perjalanan panjang beliau di industri perbankan selama lebih dari tiga dekade. Menariknya, dunia perbankan bukanlah bidang yang sejak awal ia rencanakan untuk ditekuni.

Lulusan Teknik Perminyakan Universitas Trisakti ini justru mengawali kariernya di dunia profesional ketika bergabung dengan Bank Bali (kini Permata Bank) melalui Officer Development Program pada 1992. Dari situlah perjalanan profesionalnya dimulai, membawanya menapaki berbagai peran dan menghadapi beragam dinamika industri.

 Setelah berkiprah di Bank Bali, Gimin melanjutkan perjalanan kariernya di Bank Ekonomi Raharja. Di sana, ia menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Relationship Manager hingga Direktur Retail Banking.

Pengalaman tersebut mengasah pemahamannya terhadap bisnis sekaligus membentuk cara pandangnya dalam memimpin.

Konsistensi dan integritas yang dijaganya sepanjang perjalanan karier akhirnya mengantarkannya ke posisi Presiden Direktur Bank Index Selindo pada 2017.

Di tengah kesibukannya memimpin Bank Index Selindo, Gimin juga terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan. Ia berhasil meraih gelar Master of Business Administration (M.B.A.) dari National University of Singapore (NUS). Baginya, proses belajar merupakan bagian penting dari kepemimpinan, terutama untuk memperluas perspektif dan menghadapi dinamika industri yang terus berubah.

Bagi Gimin, pengalaman panjang itu mengajarkan bahwa organisasi tidak bisa bertumbuh hanya dengan mengandalkan arahan dari pucuk pimpinan. Dibutuhkan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan gagasan, mencoba pendekatan baru, dan mengembangkan kemampuannya.

Karena itu, ia menerapkan gaya kepemimpinan yang kolaboratif, adaptif, dan visioner, dengan membuka kesempatan seluasluasnya bagi generasi muda untuk berpendapat dan berinovasi.

Ia percaya, gagasan segar dari generasi muda dapat menjadi energi baru bagi organisasi. Tugas seorang pemimpin bukan membatasi ruang gerak mereka, melainkan mengarahkan berbagai potensi agar tumbuh dan bergerak menuju visi yang sama. “Pemimpin yang baik adalah yang mampu menumbuhkan pemimpin-pemimpin baru,” katanya.

Di samping kolaborasi, integritas dan orientasi kepada nasabah menjadi landasan bagi Gimin dalam mengambil keputusan. Ia meyakini bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar atau penerapan teknologi yang canggih. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten pun dapat menghasilkan perbaikan berarti, selama berangkat dari kebutuhan dan keinginan untuk memberikan manfaat kepada nasabah.

Prinsip tersebut berusaha ia terapkan di seluruh lini Bank Index Selindo, termasuk dengan membangun lingkungan kerja yang terbuka. Dengan begitu, setiap karyawan memiliki kesempatan untuk menyampaikan ide tanpa dibayangi ketakutan akan kesalahan. “Inovasi tak selalu besar. Kadang dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten,” tuturnya.

Meski demikian, memimpin organisasi di tengah perubahan bukan perkara mudah. Gimin menyadari bahwa menjaga keseimbangan antara stabilitas dan kebutuhan untuk terus beradaptasi merupakan tantangan tersendiri.

Dalam situasi seperti itu, ia menempatkan fighting spirit dan semangat pantang menyerah sebagai modal penting bagi keberlanjutan organisasi. Baginya, tantangan dan krisis bukan semata-mata hambatan, melainkan kesempatan untuk belajar, menyesuaikan diri, dan mengambil keputusan dengan lebih matang.

“Saya belajar bahwa setiap krisis mengajarkan kita tentang fleksibilitas, ketenangan, dan keberanian mengambil keputusan,” ujarnya.

Cara Gimin menghadapi tekanan juga tidak terlepas dari nilai-nilai yang ia pelajari sejak kecil. Tumbuh di Sumatra, di tengah hamparan perkebunan, ia menyaksikan bagaimana para pekerja kebun menjalani hari dengan disiplin dan kerja keras, bahkan sebelum matahari terbit. Sementara itu, pepohonan yang tetap tegak menghadapi hujan memberinya gambaran tentang keteguhan dan ketenangan.

Nilai-nilai tersebut terbawa hingga ke ruang kerjanya. Gimin berusaha menjadi pemimpin yang tegas tanpa harus meluapkan amarah, tetap rasional ketika menghadapi tekanan, serta lebih memilih mencari jalan keluar daripada sibuk menyalahkan. “Bekerja profesional tak perlu marah. Semua tantangan pasti ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Selain itu, di luar kesibukan memimpin bank, Gimin memiliki cara sederhana untuk menjaga keseimbangan diri. Setiap pagi dan malam, ia menyempatkan diri bermeditasi selama 15–20 menit. Kebiasaan itu menjadi ruang untuk menenangkan pikiran di tengah padatnya aktivitas.

Pada akhir pekan, ia juga menikmati waktu berkebun di halaman rumah, menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari sawi, tomat, kangkung, kunyit hingga belimbing. “Berkebun mengajarkan kesabaran. Tak ada hasil instan, tapi kalau dirawat dengan hati, semuanya akan tumbuh,” pungkasnya. 

SEJAK 2020, Hadi Wibowo menjabat sebagai Direktur Utama Bank BTPN Syariah. Sebelumnya, lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung ini menduduki sejumlah posisi strategis di Bank BTPN, antara lain UMK business director pada 2010-2013, operations director pada 2014-2016, dan head of branchless banking pada 2017- 2019. Ia juga pernah menjabat sebagai Chief of Transformation Process Bank BTPN Syariah. AUS

HANDOJO Gunawan Kusuma, Presiden Direktur AXA Mandiri Financial Services, memiliki rekam jejak panjang di industri asuransi. Di antaranya, Deputy Chief Executive Officer Asuransi Allianz Life Indonesia dan Regional Chief Agency Officer Asia Pacific Allianz SE di Singapura. Peraih gelar Master of Business Administration Finance dari Western Michigan University, Kalamazoo, Michigan, Amerika Serikat, ini juga pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris AXA Insurance Indonesia. AUS

HANINDIO W. Hadi, Direktur Utama Perta Life Insurance, meraih gelar Sarjana Ekonomi Pembangunan dari Universitas Padjadjaran; Master of Business Administration in International Business dari University of Houston, Texas; dan Master of Arts in Economics dari Wichita State University of Kansas, AS. Ia pernah berkarya di Asuransi Tugu Pratama Indonesia dan Pertamina, sebelum memimpin Perta Life Insurance pada 2020. AUS

Kiprah Panjang Sang Bankir Senior

DI industri perbankan Tanah Air, Hariyono Tjahjarijadi, Direktur Utama Bank Mayapada, merupakan salah satu bankir senior. Ia pernah berkarya dari tahun 1984 sampai 1992 di BCA dan menduduki sejumlah posisi strategis di bidang valuta asing hingga perbankan internasional. Hariyono mulai bergabung dengan Bank Mayapada pada 1992.

Di Bank Mayapada, lulusan Sarjana Manajemen Universitas Kristen Krida Wacana dan Master of Business Administration Golden Gate University, San Francisco, Amerika Serikat, ini mengemban amanah di sejumlah posisi top level, di antaranya sebagai direktur operasi, wakil direktur utama, komisaris, asisten direktur utama, hingga komisaris independen. Hariyono pun dipercaya menjadi Direktur Utama Bank Mayapada sejak 1994. AUS

HARJANTO Tanuwidjaja, Presiden Direktur Equity Life Indonesia, punya pengalaman panjang di industri asuransi, perbankan, dan sumber daya manusia. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama IFG Life dan Direktur Sumber Daya Manusia Bank CIMB Niaga. Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di Allianz Life Indonesia, Sun Life Financial Indonesia, serta beberapa institusi keuangan internasional. Harjanto meraih gelar M.B.A. bidang General Management dari Monash University. AUS

HARRY Iman Subekti merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada. Ia memiliki pengalaman sebagai bankir di Bank Niaga (kini Bank CIMB Niaga) dan Permata Bank sebelum bergabung dengan PT Sedaya Multi Investama pada 2018 sebagai Head of Corporate Planning & Strategy. Sejak 2020, ia dipercaya menjabat sebagai Presiden Direktur Swadharma Bhakti Sedaya Finance, perusahaan pembiayaan di bawah naungan Grup Astra. AUS

HARSYA Wardhana Prasetyo menjabat sebagai Presiden Direktur AIA Financial sejak 2024. Sebelum bergabung dengan AIA Financial, ia menduduki kursi SEVP Change Management and Transformation Office BRI pada 2022-2024. Ia juga pernah menempati posisi direktur di Citibank serta head of sales and marketing di First State Investments. Harsya meraih gelar M.B.A. bidang keuangan dari Melbourne Business School serta gelar sarjana di bidang teknik manufaktur dan keuangan dari University of Melbourne. AUS

 

 

Tumbuh dari Bawah, Memimpin dengan Ketulusan

Berangkat dari bawah, I Nyoman Sudharma membuktikan bahwa kepemimpinan dibangun lewat proses. Ketulusan, loyalitas, dan ketangguhan menjadi bekal utamanya membawa Bank BPD Bali tumbuh di tengah tantangan zaman. Oleh Ari Nugroho

PERJALANAN panjang membentuk I Nyoman Sudharma menjadi bankir yang matang. Lahir di Ungasan pada 1972, Direktur Utama Bank BPD Bali ini membangun karier dari bawah, mulai dari pegawai kontrak pada 1997 hingga kemudian dipercaya memimpin bank kebanggaan masyarakat Bali ini. Baginya, kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, tapi tentang tanggung jawab, loyalitas, dan keberanian menuntaskan setiap amanah.

Sudharma tidak menapaki jalan pintas. Alumnus pascasarjana Universitas Udayana ini menghabiskan sebagian besar perjalanan profesionalnya di Bank BPD Bali. Ia pernah menangani berbagai bidang, mulai dari kredit, treasury, perbankan luar negeri, kepatuhan, hukum, manajemen risiko, hingga sumber daya manusia (SDM). Pengalaman lintas fungsi itu membentuk leadership foundation yang kuat sekaligus memberinya pemahaman menyeluruh tentang bisnis, tata kelola, dan dinamika organisasi perbankan.

Tapi, perjalanan itu tak selalu mulus. Sudharma menyaksikan langsung krisis ekonomi 1998, kemudian menghadapi dampak Bom Bali I pada 2002 dan Bom Bali II pada 2005. Berbagai guncangan itu menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya ketahanan, kehati-hatian, dan kemampuan membaca risiko. Dari situ, ia memahami bahwa bank bukan hanya harus mampu tumbuh ketika ekonomi sedang baik, tapi juga harus tetap berdiri saat keadaan berubah menjadi sulit.

Di balik perjalanan kariernya, Sudharma memegang prinsip sederhana: bekerja dengan tulus, ikhlas, dan menyelesaikan tanggung jawab sebaik mungkin. Ia tidak sejak awal bercita-cita menjadi bankir, tapi memilih menjalani setiap kesempatan sebagai ruang untuk belajar dan mengembangkan potensi diri.

Prinsip continuous improvement menjadi bagian penting dari cara pandangnya, yakni terus memperbaiki kemampuan, tidak cepat berpuas diri, dan berani memberikan upaya lebih dari yang biasa dilakukan. Baginya, jabatan adalah amanah yang harus dibuktikan melalui tindakan, bukan sekadar simbol kekuasaan.

Nilai kepemimpinan Sudharma terlihat jelas ketika pandemi COVID-19 menghantam Bali pada 2020. Ketika sektor pariwisata terpukul dan kemampuan bayar pelaku usaha menghadapi tekanan, Sudharma berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis bank dan kebutuhan nasabah.

Edukasi mengenai relaksasi kredit, optimalisasi layanan digital, pengaturan kerja dari rumah secara terbatas, serta perlindungan kesehatan pegawai dan nasabah menjadi bagian dari langkah adaptasi Bank BPD Bali. Pendekatan ini mencerminkan adaptive leadership yang tak terpaku pada pola lama, sekaligus people-oriented leadership yang menempatkan manusia sebagai bagian penting dari keberhasilan organisasi.

Sejak dipercaya menjadi Direktur Utama Bank BPD Bali pada 14 Februari 2019, Sudharma mengemban tanggung jawab besar untuk membawa bank ini makin kuat dan kompetitif. Ia mengarahkan Bank BPD Bali agar tidak hanya tumbuh sebagai lembaga intermediasi keuangan, tapi juga menjadi agent of regional development yang berperan nyata dalam menggerakkan ekonomi daerah. Penguatan kelembagaan, peningkatan daya saing, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian dari strateginya untuk memperluas kontribusi bank bagi masyarakat Bali.

Perjalanan Sudharma menunjukkan bahwa pemimpin tak selalu lahir dari ambisi mengejar posisi tertinggi. Ada proses panjang, kesetiaan, pengalaman menghadapi tekanan, dan kesediaan untuk terus belajar yang membentuk kualitas seorang pemimpin. Jalan panjang yang telah dilaluinya menjadi bukti bahwa leadership dibangun melalui konsistensi dan integritas, bukan semata-mata gelar atau jabatan.

Bagi Sudharma, keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa jauh seorang pemimpin melangkah, tapi juga tentang seberapa besar manfaat yang bisa ditinggalkan bagi institusi dan masyarakat.

 

Menakhodai Transformasi dengan Ketegasan dan Eksekusi

Berbekal ketegasan dalam mengambil keputusan dan disiplin eksekusi, leader satu ini membangun kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan, penguatan tim, dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Oleh Ayu Utami Saraswati

BAGI Kunardy Darma Lie, Direktur Utama PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank), kepemimpinan bukan soal seberapa banyak strategi yang dirancang, melainkan seberapa jauh strategi itu mampu mengubah keadaan. Sebab, strategi yang baik tak akan berarti jika tidak diikuti keputusan dan eksekusi yang tepat.

Prinsip itulah yang ia bawa ketika dipercaya menakhodai KB Bank pada September 2025. Sebagai orang Indonesia pertama yang memimpin bank bagian dari KB Financial Group asal Korea Selatan ini, Kunardy menghadapi pekerjaan besar untuk memperbaiki kualitas kredit, tata kelola, dan budaya organisasi.

“Saya tegas dalam mengambil keputusan. Ketika melihat suatu bisnis perlu dievaluasi, saya akan segera menentukan langkah yang tepat. Bagi saya, strategi yang baik perlu diikuti dengan eksekusi yang konsisten agar dapat memberikan hasil nyata,” ujarnya kepada Infobank, beberapa waktu lalu.

Cara berpikir tersebut terbentuk melalui perjalanan panjangnya di industri perbankan. Kunardy mengawali kariernya sebagai bankir di Citi Indonesia. Di bank ini, ia menghabiskan waktu yang cukup panjang—sekitar 18 tahun—dan menekuni bidang corporate banking serta investment banking.

Prinsip itu kemudian teruji ketika ia menangani bisnis wholesale dan korporasi ketika menjabat Corporate Banking Director di Bank DBS Indonesia. Saat itu, ia membenahi segmen korporasi, komersial dan usaha kecil dan menengah (SME).

Kunardy mulai memperbaiki struktur sumber daya manusia (SDM), meningkatkan produktivitas tim hingga tiga kali lipat, memperbaiki lini bisnis yang sulit dimonitor, serta mempercepat pencadangan kredit bermasalah. Dalam sekitar dua tahun, unit tersebut berbalik mencetak laba dan membukukan kinerja terbaik.

Di bawah kepemimpinannya, Bank DBS Indonesia juga meraih sejumlah pengakuan internasional, antara lain Best Bank for ESG dari Euromoney pada 2024. Sebelumnya, pada 2023, Institutional Banking Group (IBG) juga dinobatkan sebagai Best Foreign Investment Bank in Indonesia oleh Global Finance.

Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika menghadapi persoalan di KB Bank. Baginya, pembenahan tidak cukup dilakukan melalui perubahan strategi bisnis. Cara berpikir dan budaya kerja organisasi juga harus berubah. Sebab, strategi yang baik membutuhkan tim yang mampu bergerak bersama.

Ia pun menekankan empat nilai yang dirangkum dalam CICO, yakni Communication, Integrity, Collaboration, dan Ownership. Karyawan tidak cukup hanya menjalankan instruksi, tetapi juga perlu memahami tanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap hasil kerja organisasi.

“Teamwork itu sangat penting. Kita harus punya tim yang baik, dan melatih tim lain supaya satu nada,” ungkap peraih gelar Master of Business Administration, University of Rochester, New York, ini.

Bagi Kunardy, membangun tim berarti menciptakan kesamaan arah tanpa mematikan inisiatif. Ia memilih gaya kepemimpinan yang terbuka dan minim birokrasi, tetapi tetap tegas dalam mengambil keputusan. Setiap orang diharapkan memiliki rasa tanggung jawab, mampu berkolaborasi, dan memahami kontribusinya terhadap tujuan bersama.

Di bawah kepemimpinannya, dalam lima tahun ke depan, Kunardy ingin KB Bank menjadi institusi keuangan yang stabil, berkelanjutan, dan disegani, sekaligus tempat kerja yang dibanggakan karyawannya. Ia juga ingin menjadikan KB Bank mitra tepercaya bagi seluruh pemangku kepentingan dan tempat terbaik bagi talenta untuk berkembang.

“Saya ingin meninggalkan legacy transformasi bagi KB Bank. Perubahan tidak hanya tentang memperbaiki kinerja bisnis, tetapi juga membangun tim yang solid dan menumbuhkan ownership di setiap lini organisasi. Dengan demikian, seluruh elemen perusahaan dapat berkontribusi dalam mewujudkan KB Bank yang lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. l

 

Dirigen di Balik Transformasi Tanpa Batas

Di bawah kepemimpinannya, KrediOne menjelma sebagai salah satu pinjaman daring top of mind di kalangan masyarakat. Namun, baginya, selalu ada ruang untuk tumbuh dan berevolusi. Lantas, ke arah mana ia akan membawa perusahaan melangkah? Oleh Mohammad Adrianto Sukarso

BULAN November 2026 menandakan tiga tahun kebersamaan Kuseryansyah sebagai CEO KrediOne. Sebelum menahkodai perusahaan fintech lending ini, pria yang akrab disapa Kus ini memiliki pengalaman 30 tahun di sektor keuangan dan pernah berkiprah sebagai General Manager Marketing/Business Development di WOM Finance serta Head Regional di FIF Group untuk area Sumatera bagian Selatan, Sumatera bagian Utara, dan Jawa Tengah.

Pada awal periode kepemimpinannya, Kus mendapat mandat untuk mentransformasi perusahaan menjadi pinjaman daring (pindar) yang dikenal oleh publik luas. Proses transformasi ini juga tidak terjadi secara instan. Kus perlu melakukan sejumlah perbaikan fundamental perusahaan yang dahulu bernama 360Kredi ini, mulai dari manajemen risiko, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan pemutakhiran teknologi.

Hasilnya, dalam kurun waktu dua tahun sampai dengan 2025, Kus berhasil mentransformasi KrediOne menjadi salah satu pelaku pindar terbesar di Indonesia yang konsisten bertumbuh dari waktu ke waktu. Per kuartal III 2026, KrediOne mencatatkan outstanding pinjaman Rp7,3 triliun, naik 58,7% secara year on year (yoy) dari periode sebelumnya. Angka tersebut menjadi bukti kesuksesan transformasi yang Kus jalankan di perusahaan.

Namun demikian, pria yang resmi terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) periode 2026-2029 ini tak lantas mengambil kredit sendiri. Baginya, kesuksesan pertumbuhan KrediOne tidak lepas dari peran pelbagai stakeholders, termasuk pemegang saham, asosiasi, dan regulator.

“Pertumbuhan industri fintech lending sekarang ini sebenarnya hasil dari kolaborasi yang konstruktif dari banyak pihak. Jadi, kalau kami tumbuh sekarang dan masih sustain, itu bukan hanya karena dari kami sendiri, tapi pertumbuhan dan perkembangan dari ekosistem pendukung itu juga turut membantu,” bebernya.

Di tengah lanskap pindar yang dinamis dan terus berevolusi, Kus masih melihat ruang untuk bertumbuh selalu terbuka lebar. Ia menekankan pentingnya bersikap adaptif guna mengkapitalisasi peluang potensial dan bergerak ke arah yang lebih baik. Lulusan jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran ini mendorong tiga hal penting untuk karyawan KrediOne: be good, be better, and do your best.

Sebagai pemimpin, Kus merasa memiliki tanggung jawab untuk memberi suri teladan bagi para karyawannya. Bagi sosok yang juga memiliki gelar Magister Manajemen dari IPMI Business School Jakarta ini, prinsip tersebut merupakan wujud integritas dan perbaikan perusahaan yang berkelanjutan.

Ke depan, tantangan bagi ekosistem pindar tidak akan sepenuhnya surut. Literasi dan inklusi masih akan menjadi aspek utama yang terus ditingkatkan oleh KrediOne dan stakeholders. Namun begitu, Kus yakin kalau KrediOne masih bisa terus berjalan ke arah yang lebih baik lagi, hingga akhirnya menjadi fintech lending yang unggul dan menjadi inspirasi tidak hanya bagi masyarakat, melainkan juga bagi sesama pelaku keuangan lain.

“Dan step by step, kami ingin menjadi perusahaan yang unggul, dan makin dikenal. Kami ingin menjadi perusahaan yang tidak hanya besar dari sisi pencairan, tapi juga perusahaan yang bisa menjadi benchmark oleh perusahaan lain tentang tata kelola, risk management, dan perlindungan konsumen,” tutupnya.

 

 

 

Memimpin Transformasi Bank QNB Indonesia dengan Disiplin

Pertumbuhan yang disiplin dan manajemen risiko yang pruden menjadi bentuk transformasi PT Bank QNB Indonesia Tbk. Pendekatan strategis ini turut diakui sejalan dengan penghargaan TOP CEO 2026 yang disematkan kepada Nick Groene, Direktur Utama Bank QNB Indonesia. Oleh Ranu Arasyki Lubis

DI bawah kepemimpinannya, Bank terus mendorong pertumbuhan bisnis sambil tetap memperkuat fundamental keuangan, berinvestasi pada sumber daya manusia dan teknologi, serta meningkatkan kapabilitas operasional. Transformasi ini mencerminkan ambisi yang jelas: menangkap peluang bisnis sekaligus membangun organisasi yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.

“Penghargaan ini mencerminkan kemajuan yang dibangun bersama melalui transformasi terarah yang didasarkan pada kekuatan sumber daya manusia, budaya kerja, dan disiplin operasional, serta didukung oleh optimalisasi analitik yang akurat,” ujar Nick Groene, Direktur Utama PT Bank QNB Indonesia Tbk, dalam wawancara dengan Infobank pada 21 Oktober 2026.

Kekuatan pendekatan ini juga terlihat dari kinerja Bank sepanjang 2025. Penyaluran kredit tumbuh 18%, hampir dua kali lipat ratarata pertumbuhan industri sebesar 9,6%. Alih-alih sekedar mengejar ekspansi, Bank QNB Indonesia menerapkan strategi yang konservatif dan selektif dengan fokus pada nasabah yang memiliki fundamental kuat. Didukung oleh eksekusi yang disiplin dan manajemen risiko yang ketat, dengan pendekatan ini, Bank berhasil menangkap peluang bisnis sambil tetap menjaga kualitas portofolio kredit.

Bank juga terus meningkatkan kualitas aset, memperbaiki neraca keuangan, serta menjaga likuiditas tetap kuat. Upaya ini turut mendorong posisi keuangan yang semakin solid, dengan laba sebelum pajak mencapai Rp50,8 miliar dan total asset mencapai Rp13,2 triliun pada 2025.

Di 2026, Bank QNB Indonesia semakin mempertajam fokus pada segmen Corporate and Institutional Banking dengan prioritas pada korporasi Tier-1 dan konglomerasi terkemuka, serta secara selektif menjajaki peluang bisnis dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan-perusahaan multinasional (MNC).

Untuk melayani segmen tersebut, Bank terus mengembangkan layanan trade finance, pembiayaan modal kerja, serta solusi cross-border – didukung oleh jaringan internasional QNB Group di lebih 28 negara – untuk menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan pasar global.

“Kami melihat peluang besar untuk menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan pasar internasional. Memanfaatkan akal imitasi (AI) dan data analitik untuk mengidentifi kasi peluang secara lebih akurat, sambil terus mengembangkan kapabilitas sumber daya manusia, kami dapat menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan menjaga disiplin yang menjadi landasan pertumbuhan jangka panjang Bank,” tegasnya.

Bank QNB Indonesia juga berkomitmen untuk mendukung transisi Indonesia menuju perekonomian yang lebih berkelanjutan melalui pembiayaan terkait ESG. Setiap peluang dikaji berdasarkan fundamental bisnis yang sehat dan manajemen risiko yang kuat, sehingga ambisi keberlanjutan berjalan selaras dengan pertumbuhan bisnis yang bertanggung jawab.

Teknologi juga menjadi salah satu pendorong transformasi di Bank QNB Indonesia. Bank memperkuat tata kelola data, mengotomasi berbagai proses, dan mengoptimalkan pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, serta efisiensi operasional. Inisiatif ini menyederhanakan proses kerja sekaligus mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.

Di sisi eksternal, Bank memperluas ekosistem digital melalui kapabilitas cash management dan open banking. Solusi ini menghubungkan nasabah korporasi dengan pemasok secara seamless, sekaligus mendorong pertumbuhan dana murah dan tabungan (CASA), serta pendapatan berbasis komisi.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas nilai tukar, forecasting, financial modelling, dan analisa risiko yang forwardlooking menjadi faktor penting untuk Bank dalam mengukur eksposur risiko, mengantisi pasi tantangan, dan memperkuat ketahanan bisnis.

“Memasuki 2027, visi kami adalah mengakselerasi transformasi Bank QNB Indonesia menjadi bank yang berbasis data, didukung oleh akal imitasi, dan terhubung secara digital dengan tata kelola yang kuat untuk semakin meningkatkan produktivitas,” tambah Nick.

Dengan mengintegrasikan data analitik, jaringan internasional yang luas, dan eksekusi bisnis yang pruden, Bank QNB Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai mitra keuangan strategis yang tepercaya untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

 

 

 

 

72. Panji Irawan

Bank Mandiri Taspen

Mendorong Perubahan, Menyiapkan Masa Depan

Leader satu ini mendorong transformasi dan memperluas bisnis Bank Mantap dengan kepemimpinan tegas dan berorientasi pada hasil. Ia tengah membangun capability dan skillset baru agar yang dipimpinnya tak hanya kuat di bisnis pensiunan, tapi juga mampu bersaing di tingkat regional. Oleh Ari Nugroho

MEMIMPIN perubahan butuh visi, keberanian, dan kecepatan. Itulah pendekatan Panji Irawan dalam membawa Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) keluar dari zona nyaman. Sejak dipercaya menjadi Direktur Utama Bank Mantap pada akhir 2025, ia mendorong perubahan bukan hanya pada struktur organisasi, tapi juga pada pola kerja, kemampuan sumber daya manusia (SDM), dan model bisnis agar bank yang identik dengan pensiunan ini makin kompetitif.

Baginya, transformasi tidak bisa berjalan setengah hati, apalagi ketika waktu untuk membuktikan hasil begitu terbatas. Ia ingin perubahan berlangsung cepat, berdampak nyata, dan dirasakan langsung oleh para pemangku kepentingan, terutama nasabah pensiunan yang menjadi bagian penting dari bisnis Bank Mantap.

Tapi, menggerakkan perubahan bukanlah perkara mudah. Panji mesti menyatukan seluruh elemen di Bank Mantap, yang berasal dari berbagai latar belakang dan dengan persepsi yang beragam pula. Ia memilih meyakinkan tim terlebih dulu dengan visi, alasan yang jelas, dan contoh konkret, sebelum menerjemahkannya menjadi langkah strategis. Baginya, transformasi bukan sekadar mengganti struktur organisasi, tapi juga memastikan seluruh tim memahami arah yang dituju.

Setelah fondasi visi dibangun, Panji mulai membenahi organisasi Bank Mantap. Ia menambah direktorat, memperkuat divisi, serta mem perjelas tanggung jawab setiap bagian. Langkah ini menjadi bekal untuk memperluas bisnis sekaligus membangun capability yang dibutuhkan Bank Mantap agar tidak terus bergantung pada satu segmen utama.

Gaya kepemimpinan Panji terbilang lugas dan berorientasi pada hasil. Ia mengakui bahwa dalam situasi tertentu, pendekatan yang lebih tegas diperlukan, terutama ketika perubahan berhadapan dengan kebiasaan lama. “Kalau memang tidak bisa dikasih tahu sekali dengan lemah lembut, ya terpaksa kami mesti pakai bahasa yang jelas,” ujarnya kepada Infobank, bulan lalu.

Panji menambahkan, organisasi tak bisa terus bergerak dengan cara yang sama hanya karena pola itu sudah nyaman dijalankan selama bertahuntahun. Makanya, ia tidak ingin transformasi hanya menjadi agenda di atas kertas.

Panji pun turun langsung ke pelbagai cabang, mulai dari Papua hingga sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Sulawesi. Lewat kunjungan itu, ia berusaha meyakinkan karyawan bahwa Bank Mantap harus berani berkompetisi dengan pemain lain yang melayani segmen pensiunan. Perkembangan pekerjaan pun dipantau melalui rapat direksi, komunikasi digital, dan evaluasi rutin agar hambatan bisa segera ditangani.

Dalam hampir setahun kepemimpinannya, salah satu perubahan penting adalah pembentukan tiga direktorat tambahan, termasuk bidang transformasi serta retail dan jaringan. Bank Mantap juga mengembangkan sembilan kantor distribusi menjadi sepuluh kantor regional. Perubahan ini dirancang agar pengelolaan bisnis, jaringan, pendanaan, dan layanan di daerah lebih terarah, termasuk untuk menjangkau nasabah di Papua dan Sulawesi secara lebih dekat.

Juni lalu, Bank Mantap memperkenalkan konsep Regional CEO. Peran kantor regional tak lagi sebatas menyalurkan target dari pusat ke kantor cabang, tapi diperluas untuk menangani aspek bisnis dan operasional di wilayah masingmasing. Dengan model ini, kantor regional diharapkan punya tanggung jawab lebih besar dan kemampuan mengambil peran yang lebih strategis.

Di balik agenda itu, sebagai leader, Panji membawa visi besar. Ia ingin Bank Mantap tetap menjadikan pembiayaan pensiunan sebagai backbone, tapi juga memiliki skillset dan model bisnis baru. “Saya menginginkan di era saya terjadi transformasi, di mana skillset dari Bank Mantap ini bukan cuma pensiunan,” ujar peraih gelar Sarjana Agricultural & Resource Economics dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Magister Manajemen Risiko dari Universitas Indonesia (UI) ini.

Modal Panji untuk membawa Bank Mantap to the next level itu terbentuk dari perjalanan panjangnya di industri perbankan. Ia mengawali karier sebagai bankir pada 1991, di Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), salah satu bank legacy Bank Mandiri. Ia kemudian menduduki berbagai posisi strategis di Bank Mandiri, termasuk Direktur Keuangan dan Strategi, Direktur Operation, serta Direktur Treasury dan International Banking. Panji juga tercatat pernah menjadi Direktur Treasury and International Bank Negara Indonesia (BNI) dan Tim Perancang BPI Danantara bidang finance.

76. Rahmat Budi

LegowoBRINS 

Nakhoda Pertumbuhan BRI Insurance Kepemimpinan Rahmat Budi Legowo terbukti berhasil membawa PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) mampu memelesat menjadi market leader asuransi umum segmen ritel mikro lewat optimalisasi kinerja perusahaan dan transformasi digitalisasi produk.

Oleh Ranu Arasyki Lubis

BERKAT kejeliannya membaca dinamika pasar, responsif pada perubahan, adaptif dengan tantangan, inovatif melayani nasa bah dan transformatif dari sisi produk yang pada akhirnya mampu membawa BRI Insurance menjadi perhatian dalam industri asuransi umum nasional.

Sehingga Direktur Utama PT BRI Asuransi Indonesia ini, resmi dinobatkan sebagai TOP CEO 2026 oleh Majalah Infobank dengan predikat perusahaan “Sangat Bagus” sepanjang tahun 2024–2025 (Sumber: Annual Report 2025 Audeted). Ketajaman Budi dalam menyetir arah bisnis perusahaan tidak datang dalam semalam. Pria penggemar olahraga ini meniti karier dari bawah dan punya rekam jejak yang matang selama 29 tahun pengabdian.

Memulai langkah di tahun 1997 sebagai Pelaksana Teknik Cabang Semarang BRI Insurance, Budi masuk jajaran top level selaku SEVP Bisnis di tahun 2020, Direktur Bisnis di tahun 2021, dan sampai pada pucuk pimpinan selaku Direktur Utama sejak tahun 2023.

Pengalaman panjang di lini depan bisnis memberinya modal kuat untuk mengawinkan tiga elemen penting dalam bisnis, yaitu strategi pertumbuhan yang agresif, manajemen risiko yang disiplin, dengan tata kolola yang berkelanjutan. Walhasil, terbukti ampuh mendongkrak performa BRI Insurance secara konsisten.

“Penghargaan ini membuktikan solidnya fondasi bisnis dan tata kelola di BRI Insurance. Menghadapi tantangan teknologi dan ekonomi yang terus berubah, kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan. Melayani nasabah sepenuh hati adalah filosofi kami, sesuai visi menjadi partner strategis untuk solusi perlindungan,” ujar Budi di akhir Oktober 2026.

Meroket di Tengah Masa Transisi

Visi strategis ini tidak hanya melahirkan pertumbuhan, tetapi juga mempertahankan tradisi juara. Pada ajang Infobank Insurance Award 2026, BRI Insurance sukses mempertahankan gelar The Excellent Performance General Insurance Company. Hebatnya lagi, predikat bergengsi Titanium Champion berhasil diraih berkat keberhasilan mempertahankan kinerja “Sangat Bagus” selama 15 tahun berturut turut, sejak 2012 hingga 2026.

Ketangguhan kinerja perusahaan terlihat nyata pada laporan keuangan tahun 2025. Di saat industri asuransi sedang sibuk beradaptasi dengan transisi regulasi baru (PSAK 117), ditambah dengan dinamika ekonomi nasional dan dampak ketidakpastian geopolitik global, ternyata BRI Insurance justru mencatatkan rapor hijau yang mengesankan.

Aset tumbuh 16,15% dari Rp7,082 triliun di 2024 menjadi Rp8,227 triliun di 2025. Investasi melonjak 19,97% dari Rp3,323 triliun di tahun 2024 menjadi Rp3,987 triliun di tahun 2025. Selain itu, laba bersih juga mengalami kenaikan sebesar 20,91% dari Rp568 miliar di tahun 2024 menjadi Rp687 miliar di tahun 2025. Sementara, tingkat solvabilitas (RBC) kokoh di angka 357,90%, jauh melampaui ketentuan minimum regulator yang sebesar 120%.

Budi menegaskan bahwa angkaangka ini adalah cerminan dari portofolio bisnis yang sehat. “Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan dinamika ekonomi nasional yang sangat menantang serta kebijakan regulator yang ketat, alhamdulillah kami dapat tumbuh positif dengan kenaikan laba dan modal yang kuat. Hal ini mengonfirmasi bahwa setiap keputusan bisnis yang kami lakukan selalu terukur dan terstruktur dengan manajemen risiko yang matang serta efisiensi operasional yang terjaga,” jelasnya.

Peringkat Pertama CX100 Award 2026 dari Danantara

Bagi Budi, pertumbuhan sejati terletak pada pelayanan prima kepada nasabah dan kemampuan membaca kebutuhan pasar yang terus berubah. Melalui pembaruan produk dan penguatan ekosistem digital, ia optimistis BRI Insurance akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam jangka panjang.

Komitmen itu terbukti membuahkan hasil nyata. Pada 13 Oktober 2026 BRI Insurance mendapat peringkat pertama BUMN Best Customer Experience subsektor Asuransi dan peringkat ke18 dari 116 entitas BUMN lintas sektor dalam ajang CX100 Award 2026 yang diselenggarakan oleh Danantara Indonesia.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan fokus BRI Insurance dalam menghadirkan pelayanan terbaik, kemudahan akses, serta pengalaman pelanggan (customer experience) yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.

“CX100 Award menjadi salah satu indikator agar BRI Insurance semakin optimis menatap masa depan. Berbekal fondasi finansial yang kokoh, arah bisnis yang kian bertenaga ditambah kepercayaan nasabah yang semakin prima, maka BRI Insurance siap melangkah lebih jauh sebagai navigator dan market leader di industri asuransi umum Indonesia,” tutup Budi.

 

79 Riduan

Bank Mandiri 

Pengalaman Komplet di Sektor Keuangan

LAHIR di Palembang pada 1970, Riduan memiliki pengalaman panjang sebagai direksi dan komisaris di sektor keuangan. Alumnus Universitas Sriwijaya ini pernah menjabat sebagai Komisaris di Mandiri AXA General Insurance pada 2012-2014, lalu diangkat menjadi Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan periode 2013-2016.

Berikutnya, ia ditunjuk sebagai SVP dan SEVP di Bank Mandiri. Sempat menjadi Komisaris Mandiri Sekuritas pada 2018-2019. Setelah itu, ia dilantik menjadi Direktur Commercial Banking periode 2019-2024 dan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri pada 2024-2025. Sejak 2025, ia dipercaya memimpin Bank Mandiri sebagai Direktur Utama. MAS 

 

82 Rokidi 

Bank Kalbar

ROKIDI telah memimpin Bank Kalbar sebagai Direktur Utama sejak 2021. Sebelumnya, ia menempati posisi Direktur Umum pada 2020. Di bawah kepemimpinannya, Bank Kalbar menorehkan kinerja apik. Salah satunya bisa dilihat dari kinerja Bank Kalbar 2025 yang hampir seluruh target Rencana Bisnis Bank (RBB) tercapai. SW

 

83 Santoso Rohmad

Bank BPD DIY

MENJABAT sebagai Di rektur Utama Bank BPD DIY sejak 2018, Santoso Rohmad memiliki peng alaman panjang di bank yang saat ini ia pimpin. Alumnus Universitas Islam Indo nesia (UII) Yogyakarta ini memulai kariernya di Bank BPD DIY. Berbagai posisi strategis pernah dipegang, seperti Pemim pin Cabang, Pemimpin Divisi, hingga Direktur Kepatuhan. SW

 

84 Sasmaya Tuhuleley Bank Seabank Indonesia

SASMAYA Tuhuleley berkarier lebih dari 30 tahun di sektor perbank an. Peraih Master Business Management dari Asian Institute Management, Manila, ini lama berkarier di Bank Tabungan Negara (BTN), dan telah menem pati berbagai posisi penting. Pada 2015, ia dipercaya memimpin Bank Kesejahteraan Ekonomi, yang kemudian berubah nama menjadi Bank Seabank Indonesia. SW

 

85 Setiawan Kumala

Bank Ganesha

SETIAWAN Kumala, Pre siden Direktur Bank Gane sha, berpengalaman di bidang perbankan dengan sejumlah jabatan strategis di Citibank, Bank Danamon, UOB Indonesia, dan ICBC Indonesia. Bergabung dengan Bank Ganesha pada 2015, ia pernah menjabat Direktur Con sumer Banking, Direktur Bisnis, dan Wakil Presiden Direktur. SW

 

86 Siswadi

Astra Financial

SISWADI, Director in Charge Astra Financial, membangun kariernya sejak lama di Grup Astra. Memulai di Astra Sedaya Finance pada 1997, Siswadi pernah men duduki posisi Direktur dan Presiden Direktur di Astra Sedaya Finance, Presiden Direktur Federal International Finance, hingga Presiden Komisa ris Astra Digital Arta. Saat ini, ia juga mengemban amanah sebagai Presiden Komisaris Federal International Finance dan Sedaya Multi Investama. SW

 

87 Suhaimin Djohan

Bank Nationalnobu 

SUHAIMIN Djohan sudah dipercaya menjadi Direktur Utama Bank Nationalnobu (Nobu Bank) sejak 2013. Sebelumnya ia pernah mengisi posisi Personal Financial Services Director pada 2010 sampai dengan 2012. Sarjana Teknik dari Institut Pertanian Bogor ini juga pernah menempati posisi penting di institusi lain, seperti Direktur Retail Banking Bank CIMB Niaga, Komisaris Utama Kencana Internusa Artha Finance, dan Komisaris CIMB Niaga Auto Finance. SW

 

88 Sunadi

Asuransi Allianz Utama Indonesia

SUNADI, Presiden Direktur Asuransi Allianz Utama Indonesia sejak 2022, mengawali karier sebagai auditor di KPMG Indonesia sebelum bergabung dengan Allianz Life Indonesia pada 2001 sebagai Senior Accounting. Kariernya terus berke mbang hingga dipercaya memimpin Asuransi Allianz Utama Indonesia. SW

 

89 Sutadi

BFI Finance Indonesia

SUTADI menjabat sebagai Presiden Direktur BFI Finance Indonesia sejak 2025. Ia sudah mengisi berbagai posisi di BFI Finance sejak 2001, mulai dari Branch Ma nager, Re gional Manager, Depart ment Head dan Associate Division Head, Retail Business Division Head, hingga Direktur Bisnis dan Manajemen Aset. SW

 

90 Suwandi Wiratno

Chandra Sakti Utama Leasing

SUWANDI Wiratno punya rekam jejak panjang di sektor multi finance. Ber bagai posisi penting di sejumlah multifinance pernah ia tempati. Selain sebagai Direktur Utama Chandra Sakti Utama Leasing sejak 2012, saat ini ia juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). SW

 

91 Syahrisal Imbar

Bank Maluku Malut

SYAHRISAL Imbar menjabat sebagai Direktur Utama Bank Maluku Malut sejak 2021. Ia mempunyai pengalaman yang komprehensif di sektor perbankan. Peraih Magister Manajemen Pemasaran dari Universitas Hasanuddin ini lama membina kariernya dari bawah di Bank Mandiri. SW

 

92 Tigor M. Siahaan

Super Bank Indonesia

MENJABAT sebagai Pre siden Direktur Super Bank Indonesia sejak 2022, Tigor M. Siahaan telah lebih dari 30 tahun berke cimpung di industri per bankan dan keuangan. Sebelumnya, ia pernah tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang menempati posisi Chief Country Officer Citibank Indonesia pada 2011. SW

 

93 Vincent Henry Iswaratioso

Espay Debit Indonesia Koe

VINCENT Henry Iswaratioso memiliki jiwa entrepreneurship dan leadership yang kuat. Sebelum mendirikan dan menjadi CEO Espay Debit Indonesia Koe (DANA) pada 2017, peraih M.B.A. Strategic Management dari Waseda University ini pernah menjadi CEO Polaris 3D, Co-Founder INDOMOG, entrepreneur di Endeavor, Director and Country Head Alipay, dan Chairman PointStar. SW

 

94 Wempy Kunto Wiambodo

Surya Artha Nusantara Finance

WEMPY Kunto Wiambodo, Presiden Direktur Surya Artha Nusantara Finance, mengawali karier di Astra Sedaya Finance pada 1996 dan mengisi berbagai jabatan strategis hingga menjadi Presiden Direktur Staco Estika Sedaya Finance pada 2014. Kini, ia juga menjabat Presiden Komisaris Surya Cakra Anugerah Nusantara dan Astra Mitra Ventura. SW

 

95 Winardi Legowo

Bank Jatim

WINARDI Legowo, Direktur Utama Bank Jatim sejak 2025, memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di Bank Mandiri dengan jabatan terakhir Senior Vice President/ Regional CEO pada 2022. Ia merupakan lulusan Ekonomi Manajemen Universitas Diponegoro. SW

 

96 Wisnu Kusumawardhana

Toyota Astra Financial Services

WISNU Kusumawardhana, Presiden Direktur Toyota Astra Financial Services, berpengalaman hampir 30 tahun di Grup Astra, termasuk sebagai Direktur Marketing Retail and Digital Business Asuransi Astra. Ia merupakan lulus an Uni versitas Atma Jaya Yogyakarta, Uni versitas Indonesia, dan Université Grenoble Alpes. SW

 

97 Yuli Melati Suryaningrum

Bank BCA Syariah

YULI Melati Suryaningrum menjabat Presiden Direk tur Bank BCA Syariah sejak Mei 2021. Berpeng alaman 25 tahun di BCA, termasuk sebagai Kepala Group Corporate Banking and Finance pada 2018 2021. Ia lulusan Institut Pertanian Bogor dan Magister Manajemen Sekolah Tinggi Prasetiya Mulya. SW

 

98 Yuliana D. Yembise

Bank Papua

YULIANA D. Yembise, Direktur Utama Bank Papua sejak 2023, lahir di Biak pada 1965 dan ber pengalaman di berbagai posisi, mulai dari Kepala Cabang hingga Direktur Keuangan. Ia meniti karier di Bank Papua melalui bidang perencanaan, keuangan, treasury, dan manajemen sumber daya manusia. SW

 

99 Yulis Suandi

Bank Sulselbar

YULIS Suandi, Direktur Utama Bank Sulselbar sejak 2022, lahir di Ujung Pandang (Makassar) pada 1966 dan berpengalaman di berbagai posisi, mulai dari Pemimpin Cabang hingga Direktur Kredit dan UMKM. Lulusan STIE Muhammadiyah Palopo ini meniti karier panjang di Bank Sulselbar sebelum dipercaya memimpin perseroan. Leader satu ini adalah tipikal bankir pekerja keras dan tangguh. SW

 

100 Yuwono Waluyo

Bank Mega Syariah

YUWONO Waluyo, Direktur Utama Bank Mega Syariah sejak 2019, memulai karier perbankan di Bank Summa pada 1990 dan menempati berbagai posisi strategis di sejumlah bank, terma-suk Direktur Operasional dan TI Bank Mega Syariah pada 2015. Ia merupakan lulusan M.B.A. Asian Ins titute of Management, Manila, Filipina. Di bawah kepemimpinannya, Bank Mega Syariah berkembang menjadi bank yang unggul. SW

 

 

 

 

 

 

 

Kriteria penilaian dirancang dengan memadukan data kinerja perusahaan dan kualitas kepemimpinan. Artinya, angka keuangan bukan satu-satunya ukuran. Integritas, nilai kepemimpinan, inovasi, dan kontribusi terhadap industri turut menjadi pertimbangan. Melalui pendekatan ini, Infobank ingin melihat lebih jauh bagaimana seorang CEO membangun bisnis sekaligus menciptakan value yang berkelanjutan.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi November 2026

Rp 65.000

BELI