The Finance - PERJANJIAN DAGANG RI-AS: Era Kecemasan Sistem Pembayaran Pasca “Ayat-Ayat Setan”
Rp 30.000
Perekonomian nasional masih berhadapan dengan ketidakpastian global dan pelemahan daya beli. Perbankan punya modal besar untuk menyalurkan kredit, setelah likuiditas melonggar, tapi permintaan masih lemah sehingga pertumbuhan kredit agak lambat. Industri asuransi, baik jiwa maupun umum, berada di fase transisi mencari keseimbangan antara inovasi dan proteksi, sedangkan multifinance harus berjuang menjaga kualitas pembiayaan di tengah melambatnya permintaan. Ke depan, seluruh sektor dituntut lebih adaptif demi memperkuat fondasi ekonomi.