Dari 17 perusahaan asuransi jiwa di kelompok premi bruto Rp1 triliun sampai dengan di bawah Rp5 triliun, tujuh perusahaan berhak atas predikat “sangat bagus”. Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia menjadi yang terbaik dengan raihan skor sempurna, diikuti Asuransi Jiwa BCA dan Great Eastern Life Indonesia.
Direksi Mandiri Inhealth; capaian luar bias
ASURANSI Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) mencetak sejarah. Tidak hanya mempertahankan predikat “sangat bagus” dalam rating asuransi ini, tapi juga meraih total skor sempurna, yakni 100%. Raihan ini sekaligus mengantarkan Mandiri Inhealth menjadi yang terbaik di kelompok perusahaan asuransi jiwa berpremi bruto Rp1 triliun sampai dengan di bawah Rp5 triliun. Capaian luar biasa ini tentu layak mendapat apresiasi lebih.
Prestasi Mandiri Inhealth di rating kali ini adalah ganjaran atas kinerja apiknya sepanjang 2023. Sejumlah indikator keuangan perusahaan asuransi jiwa ini membiru. Tumbuh di atas rata-rata laju industri. Kinerja industri ini pada 2023 memang masih menghadapi sejumlah tantangan, hingga tumbuh minus.
Tapi, tidak bagi Mandiri Inhealth. Perusahaan yang dinakhodai Budi Tua Arifin Tampubolon sebagai direktur utama ini mencatatkan kenaikan pendapatan premi bruto sebesar 15,84% year on year (yoy), menjadi Rp3,44 triliun. Terbalik dari laju premi bruto industri yang tumbuh negatif 7,43%. Jumlah investasinya pun naik menjadi Rp1,50 triliun, atau tumbuh 26,74%. Sedangkan, secara industri investasinya hanya naik 0,55%.
Di saat industri asuransi jiwa mengalami koreksi pendapatan 0,39%, Mandiri Inhealth tetap mampu tumbuh positif. Pendapatannya mencapai Rp2,89 triliun, atau meningkat 10,61% secara tahunan. Alhasil, labanya turut terdongkrak menjadi Rp186,55 miliar. Pertumbuhan juga terjadi di sisi modal sendiri, yang naik 11,08% menjadi Rp1,58 triliun. Adapun total asetnya di akhir 2023 mencapai Rp2,82 triliun, atau meningkat 6,19%.
Kondisi keuangan Mandiri Inhealth sangat sehat. Lihat saja risk based capital (RBC) yang mencapai 733,00%. Angka itu enam kali lipat lebih besar dibandingkan dengan threshold minimum yang disyaratkan regulator, yakni 120%.
ASURANSI Jiwa BCA (BCA Life) meraih skor nyaris sempurna. Dari sembilan aspek penilaian, hanya rasio penjumlahan beban klaim neto, beban komisi neto terhadap pendapatan premi neto yang tidak mendapat nilai sempurna. Kali ini total skornya 98,99%.
Perusahaan asuransi yang dipimpin Christina W. Setyabudhi sebagai presiden direktur ini mampu membukukan pertumbuhan positif. Premi bruto tumbuh 14,71% menjadi Rp1,62 triliun. Secara industri, asuransi jiwa mengalami kontraksi 7,43%. Sedangkan, jumlah investasinya tembus Rp2,53 triliun, atau naik 23,76%.
Kondisi kesehatan keuangan BCA Life kuat. Tecermin dari RBC yang ada di posisi 436,60%, jauh di atas batas minimum 120%. Rasio likuiditasnya pun terjaga di level 681,93%. AA
DALAM rating kali ini, Great Eastern Life Indonesia melakukan lompatan besar. Raihan skor 97,50% membuat perusahaan yang dipimpin Nina Ong sebagai presiden direktur ini berpredikat “sangat bagus”. Sebuah peningkatan yang signifikan, mengingat di dua penerbitan rating sebelumnya hanya meraih predikat “bagus”. Tahun lalu, Great Eastern Life Indonesia membukukan premi bruto Rp3,79 triliun, naik 16,76%. Kenaikan signifikan juga terjadi di sisi modal sendiri yang tumbuh 58,20% menjadi Rp1,10 triliun. Sementara, RBC terjaga di posisi 326,27%. AA
KINERJA apik Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) pada 2023 diganjar predikat “sangat bagus”. Fundamental perusahaan yang dipimpin Ibnu Hasyim sebagai direktur utama sangat kuat. Lihat saja RBC-nya di posisi 289,88%, jauh di atas ambang batas minimum. Dari sisi premi bruto memang mengalami koreksi, tapi indikator keuangan lainnya tetap tumbuh positif. Investasinya masih tumbuh 13,94% menjadi Rp7,23 triliun. Laba naik tipis 4,25% menjadi Rp90,24 miliar. Pemegang saham juga melakukan penguatan permodalan. Modal sendiri tumbuh 15,55% menjadi Rp712,29 miliar. Taspen Life tercatat memiliki aset Rp7,49 triliun di akhir 2023, tumbuh 13,61%. AA
ASURANSI Jiwa Central Asia Raya (CAR Life Insurance) berhasil menjaga kinerja bisnisnya pada 2023. Perseroan membukukan premi bruto sebesar Rp2,65 triliun, atau meningkat 24,98% secara tahunan. Perusahaan yang dikomandoi Freddy Thamrin sebagai direktur utama ini pun mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp208,53 miliar, atau naik 4,12%. Kondisi kesehatan keuangan CAR Life Insurance terjaga baik. RBC ada di posisi 247,00%. Adapun total asetnya mencapai Rp11,26 triliun, atau naik 7,01%. Atas kinerjanya tersebut, CAR Life Insurance mendapatkan predikat “sangat bagus” dalam rating asuransi ini. AA
PERUSAHAAN asuransi yang dipimpin Kustiawan sebagai direktur utama ini sukses mempertahankan predikat “sangat bagus”. Di rating kali ini, total skornya 91,59%. Capaian ini tidak lepas dari kinerja menawan di 2023. Kustiawan dan jajarannya mampu memacu pertumbuhan premi bruto 20,72% menjadi Rp1,22 triliun. Kenaikannya sangat signifikan, apalagi mengingat industri yang mengalami pertumbuhan negatif. Kenaikan pendapatan premi mendongkrak jumlah investasinya menjadi Rp677,03 miliar, naik 72,20%. Sedangkan, dari sisi kesehatan keuangan, terbilang sangat sehat, dengan RBC di posisi 366,68%. AA
PEROLEHAN skor 88,48% mengantarkan Panin Dai-Ichi Life masuk jajaran asuransi jiwa peraih predikat “sangat bagus” di kelompoknya. Perusahaan yang dinakhodai Fadjar Gunawan sebagai presiden direktur ini punya kondisi keuangan yang sehat. RBC-nya di level 1.303,00%. Pendapatan premi brutonya memang terkoreksi tipis 1,71% menjadi Rp2,18 triliun. Namun, penurunannya tidak sedalam industri asuransi jiwa yang anjlok 7,43%. Dengan jumlah aset mencapai Rp8,98 triliun, Panin Dai-Ichi Life berhasil mengantongi laba sebesar Rp409,66 miliar di akhir 2023. AA