Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Premi Asuransi Properti Melejit, Sementara atau Berlanjut?

Asuransi properti mengalami lonjakan premi yang luar biasa pada semester I 2024, berkat pemulihan sektor properti dan ekonomi nasional. Akankah pertumbuhan ini berlanjut dalam jangka panjang?

Oleh Alfi Salima Puteri

BISNIS asuransi properti di Indonesia mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang semester I 2024 dengan pendapatan premi mencapai Rp16,66 triliun, melonjak signikan sebesar 32,8% secara tahunan (year on year/ yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan aktivitas ekonomi nasional yang mendorong peningkatan kebutuhan perlindungan properti, seiring dengan tren positif di pasar properti Tanah Air.

Menurut data dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), lonjakan ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas di sektor properti residensial dan komersial. Namun, laporan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer sedikit melambat pada triwulan II 2024, dengan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh 1,76% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 1,89% (yoy).

Penjualan properti residensial di pasar primer mencatat pertumbuhan 7,30% (yoy) pada triwulan II 2024, melambat dibandingkan dengan triwulan I 2024 yang tumbuh 31,16% (yoy). Perlambatan ini terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe kecil. Dari sisi pembiayaan, survei menunjukkan bahwa pembangunan properti residensial sebagian besar masih mengandalkan dana internal pengembang, dengan pangsa 74,69%. Adapun dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah primer dilakukan melalui kredit pemilikan rumah (KPR), yang mencakup 75,52% dari total pembiayaan.

Pasar properti komersial juga menunjukkan dinamika menarik. Indeks permintaan untuk properti komersial kategori sewa tumbuh 4% (yoy) pada triwulan II 2024, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 3,41% (yoy). Sebaliknya, pertumbuhan permintaan untuk kategori jual tetap relatif stabil, dengan peningkatan 0,32% (yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 0,34% (yoy).

Namun, meski bisnis asuransi properti mencatat pertumbuhan signikan dengan lonjakan pendapatan premi sebesar 32,8% pada semester I 2024, Ketua AAUI, Budi Herawan, mengingatkan bahwa kenaikan tersebut lebih banyak disebabkan oleh pencatatan premi jangka panjang dari periode sebelumnya. “Perlu dicatat bahwa karena tren ini bersumber dari premi jangka panjang, maka tren ini mungkin akan sulit dipertahankan pada semester berikutnya, kecuali jika terdapat penguatan kinerja premi baru atau adanya proyek-proyek baru di bidang infrastruktur dan properti,” ungkapnya.

AAUI telah merancang beberapa strategi untuk menghadapi tantangan ini dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan sektor asuransi properti. Salah satunya adalah memperkuat sinergi dengan regulator untuk mendorong regulasi tarif premi properti yang lebih adaptif di 2025. Langkah lain adalah diversifikasi produk, termasuk pengembangan asuransi berbasis parametrik yang relevan dengan risiko akibat perubahan iklim.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, AAUI optimistis pertumbuhan sektor asuransi properti dapat tetap terjaga. Faktor seperti stabilitas pasar properti domestik dan dukungan program pemerintah menjadi fondasi utama. Namun, untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, penguatan kapasitas risiko dan kerja sama dengan mitra reasuransi global menjadi langkah penting.

Salah satu pemain utama, BCA Insurance, turut mencatatkan kinerja positif pada lini asuransi properti. Hingga kuartal III 2024, perusahaan ini berhasil membukukan pendapatan premi sebesar Rp325,6 miliar, naik 18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Asuransi properti menjadi kontributor kedua terbesar bagi BCA Insurance setelah asuransi kendaraan bermotor, yang menyumbang 59% dari total pendapatan premi senilai Rp1,3 triliun pada kuartal tersebut.

Keberhasilan BCA Insurance didorong oleh sinergi strategis dengan BCA. Produk asuransi properti yang dikaitkan dengan KPR dan pembiayaan untuk sektor usaha kecil dan menengah (small medium enterprise/SME) serta komersial telah membantu perusahaan ini memperluas basis nasabah. Selain itu, fokus perusahaan pada saluran distribusi langsung dan transformasi digital turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhannya.

Hendro Hadinoto Wenan, Direktur Utama BCA Insurance, mengungkapkan optimismenya terhadap kinerja tahun depan. “Kami optimistis pendapatan premi kami di tahun depan akan bertumbuh double digit dengan target premi properti Rp534 miliar atau tumbuh 27%,” ujarnya. Optimisme tersebut didorong oleh transformasi digital yang telah dilaksanakan serta dukungan dari panel reasuransi terkemuka yang memberikan kapasitas penutupan risiko yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Memasuki 2025, BCA Insurance tetap optimistis untuk mempertahankan momentum pertumbuhannya. Perusahaan ini menargetkan total pendapatan premi sebesar Rp2 triliun pada 2025, dengan ekuitas yang diperkirakan akan mencapai angka yang sama.

Pemain lain yang juga mencatatkan kinerja cemerlang adalah Allianz Utama Indonesia. Hingga kuartal III 2024, perusahaan ini mencatatkan pendapatan premi asuransi properti lebih dari Rp220 miliar, mengalami kenaikan 21% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan betapa besarnya potensi pasar asuransi properti di Indonesia, yang saat ini berkontribusi sekitar 34% terhadap total pendapatan Allianz Utama.

Dengan produk asuransi properti yang memiliki pangsa pasar lebih dari 60%, Allianz Utama Indonesia siap untuk memanfaatkan potensi besar ini.

Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia, Sunadi, menyatakan, “Kami terus optimistis bahwa tren ini tetap akan berlanjut hingga akhir tahun dan tahun mendatang sejalan dengan kondisi Indonesia yang masih dalam pembangunan infrastruktur.”

Allianz Utama Indonesia telah melakukan langkah-langkah strategis untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa mendatang. Mulai dari risk assessment yang komprehensif hingga kerja sama dengan pihak reasuransi, perusahaan ini memastikan bahwa kapasitas proteksi yang ditawarkan sejalan dengan kebutuhan pasar.

Meskipun ada tantangan yang perlu dihadapi, seperti ketergantungan pada premi jangka panjang dan potensi pelambatan pertumbuhan, perusahaan-perusahaan asuransi seperti BCA Insurance dan Allianz Utama Indonesia menunjukkan optimisme yang kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhannya. Berbagai strategi, seperti diversifikasi produk, transformasi digital, dan kerja sama dengan mitra reasuransi, menjadi landasan penting untuk memastikan keberlanjutan sektor ini. 

Ke depan, dengan tren positif di sektor propeti dan makin tingginya kesadaran akan pentingnya perlindungan aset, industri asuransi properti diperkirakan akan terus berkembang. Inovasi yang berfokus pada risiko perumabahan iklim, penggunaan teknologi untuk efisiensi operasional, serta peningkatan kapasitas proteksi akan menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Dalam menghadapi tantangan global dan ketidakpastian ekonomi, sektor asuransi properti Indonesia diharapkan tetap menjadi pilar penting yang mendukung stabilitas ekonomi dan memberikan perlindungan bagi masyarakat. 

Menurut data dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), lonjakan ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas di sektor properti residensial dan komersial. Namun, laporan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer sedikit melambat pada triwulan II 2024, dengan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh 1,76% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 1,89% (yoy).

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Desember 2024

Rp 65.000

BELI