Ekonom Senior & Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia
MESKIPUN pada awalnya 2026 terlihat sebagai tahun yang lebih stabil, tapi risiko geopolitik tetap menjadi tantangan serius. Kesepakatan aturan baru dalam perdagangan dan investasi menciptakan lapangan bermain yang kompleks, dengan Amerika Serikat (AS) berlaku sebagai pemain dominan dan Tiongkok berjuang merengkuh supremasi teknologi.
Konflik perdagangan, kebijakan populis, dan ketergantungan pada bahan baku utama dapat memicu volatilitas pasar baru. Pertumbuhan ekonomi global akan tetap moderat, dengan inflasi relatif rendah seiring penurunan harga energi. Ekonomi kawasan Eropa (zona Euro) akan melambat sesaat, tapi bakal pulih nanti pada 2026. Sementara itu, AS bakal menghadapi tekanan stagflasi dari kebijakan tarif yang kontroversial.