Belum ada produk di keranjang belanja kamu

JAMKRINDO

Fundamental Solid, Jamkrindo Raih Predikat Sangat Bagus di TOP BUMN 2026

Konsistensi PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) menjaga ketahanan bisnis di tengah dinamika industri penjaminan kembali membuahkan apresiasi bergengsi. Sebagai anggota Holding Indonesia Financial Group (IFG) Jamkrindo sukses menyabet predikat “Sangat Bagus” dalam Rating TOP BUMN 2026 kategori “Anak Usaha BUMN 2026” versi The Asian Post, member of Infobank Media Group.

Oleh Ranu Arasyki Lubis
Sumber : Infobank

Sumber : Infobank

Prestasi ini menjadi pembuktian atas tata kelola Jamkrindo yang adaptif, prudent, serta konsisten mencetak kinerja keuangan positif. Hasil penilaian tersebut sejalan dengan fundamental keuangan perusahaan sepanjang periode 2024– 2025.

Pada 2025, Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun. Kinerja tersebut memperpanjang rekam jejak perusahaan yang konsisten mencetak profitabilitas sejak didirikan pada 1970, sekaligus menopang kontribusi melalui setoran pajak dan dividen kepada negara.

Di aspek struktur neraca, Jamkrindo mengukuhkan basis permodalan kuat untuk menopang ekspansi bisnis berkelanjutan. Total aset tercatat mencapai Rp30,86 triliun, disokong total ekuitas sebesar Rp13,84 triliun.

Kendati peningkatan aktivitas penjaminan turut menaikkan beban klaim bruto menjadi Rp6,6 triliun, Jamkrindo tetap sigap menjaga keseimbangan finansial hingga mampu membukukan imbal jasa penjaminan (IJP) bruto sebesar Rp7,12 triliun.

Kredibilitas operasional perusahaan kian teruji setelah Laporan Keuangan Konsolidasian Jamkrindo tahun 2025 meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (Unmodified Opinion) dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Global) per 30 Maret 2026.

Efektivitas strategi bisnis Jamkrindo turut tercermin dari skala jangkauan operasionalnya. Sepanjang 2025, volume penjaminan Jamkrindo sukses menembus Rp247,57 triliun, yang memberikan akses kepada lebih dari 5,56 juta pelaku UMKM dan koperasi di seluruh penjuru Nusantara.

Capaian ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita, di mana Jamkrindo memprioritaskan kualitas penjaminan, manajemen risiko yang disiplin, serta tata kelola yang transparan.

Jamkrindo juga aktif melangkah lewat pendampingan UMKM, pelatihan kewirausahaan, hingga penguatan akses pasar bagi kelompok perempuan dan penyandang disabilitas melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Integrasi antara ketaatan tata kelola, ketahanan finansial, dan komitmen pemberdayaan masyarakat ini memperkokoh posisi Jamkrindo sebagai pilar utama akselerasi ekonomi nasional yang inklusif serta berdaya saing tinggi.

Predikat “Sangat Bagus” yang diraih Jamkrindo bukan sekadar klaim, melainkan hasil evaluasi berbasis metodologi yang terukur. Penilaian didasarkan pada metodologi yang ketat dan transparan. Ada beberapa tahapan yang dilalui The Asian Post Research dalam melakukan rating BUMN ini.

Pertama, mengumpulkan laporan keuangan perusahaan BUMN yang akan dirating, yaitu laporan keuangan tiap perusahaan BUMN yang mengeluarkan laporan keuangan 2024 dan 2025. Kedua, menetapkan kriteria serta bobot yang disesuaikan dengan standar yang berlaku dan standar rata-rata industri. Standar dan bobot tersebut ditetapkan secara komite oleh The Asian Post Research melalui diskusi dan rujukan dari pengamat maupun pelaku industri BUMN. Kriteria dan bobot yang sama juga berlaku bagi anak usaha BUMN, menyesuaikan dengan bidang usahanya.

Ketiga, mengolah data dan memberi predikat. Rumus Kriteria dan pembobotan tersebut kemudian menghasilkan skor untuk menentukan predikat dapat dihitung sendiri oleh tiap-tiap perusahaan. Dengan kata lain, setiap orang dapat memasukkan angka sendiri untuk mendapatkan hasil akhir rating. Kondisi ini sengaja diciptakan untuk menghindari penilaian subjektif sekaligus mengonfirmasi bahwa rating ini benar-benar dilakukan secara independen. RAL

Pada 2025, Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun. Kinerja tersebut memperpanjang rekam jejak perusahaan yang konsisten mencetak profitabilitas sejak didirikan pada 1970, sekaligus menopang kontribusi melalui setoran pajak dan dividen kepada negara.

Di aspek struktur neraca, Jamkrindo mengukuhkan basis permodalan kuat untuk menopang ekspansi bisnis berkelanjutan. Total aset tercatat mencapai Rp30,86 triliun, disokong total ekuitas sebesar Rp13,84 triliun.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Oktober 2026

Rp 65.000

BELI