Belum ada produk di keranjang belanja kamu

OUTLOOK 2027

Premi Melaju, Risiko Memburu

Tahun 2027 akan menjadi momentum penting bagi industri asuransi jiwa untuk melanjutkan tren pemulihan. Pertumbuhan diproyeksikan tetap positif, ditopang pasar yang masih luas, penguatan bisnis, dan akselerasi digital. Tapi, industri tetap perlu mengantisipasi penataan regulasi serta meningkatnya risiko teknologi.

Oleh Alfi Salima Puteri

PARA pemimpin perusahaan asuransi jiwa boleh sedikit bernapas lega. Setelah melewati berbagai tekanan bisnis dan penyesuaian regulasi, industri ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kinerja hingga Juni 2026 menjadi sinyal positif. Premi tumbuh dua digit, sementara laba memelesat jauh lebih tinggi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset industri asuransi jiwa pada Juni 2026 sebesar Rp607,99 triliun, tumbuh 2,02% secara tahunan. Investasi naik 2,13% menjadi Rp535,07 triliun, sedangkan modal sendiri meningkat 2,32% menjadi Rp140,47 triliun. Pertum buhan yang lebih kuat terlihat dari sisi bisnis. Pendapatan premi bruto tumbuh 12,93% menjadi Rp85,52 triliun. Di lain sisi, laba bersih ter bang 75,27% menjadi Rp13,24 triliun.

Angka-angka itu memperlihatkan bahwa pemulihan industri tidak hanya terjadi di level top line. Kemampuan mencetak laba juga menguat signifikan. Ini menjadi fondasi yang cukup penting bagi perusahaan asuransi jiwa untuk memasuki 2027.

Di sisi pasar, ruang pertumbuhan asuransi jiwa juga belum habis. Masih terdapat masyarakat yang sudah mengetahui atau mengenal asuransi, tapi belum membeli produk. Kelompok inilah yang menjadi ceruk pasar berikutnya bagi industri. Teknologi dapat menjadi salah satu jawabannya. Digitalisasi memungkinkan perusahaan memperluas jangkauan distribusi tanpa sepenuhnya bergantung pada kanal konvensional.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Albertus Wiroyo, melihat peluang pertumbuhan bagi industri asuransi jiwa di tahun depan masih terbuka. Menurutnya, adopsi teknologi yang makin luas, ketahanan industri yang makin kuat menghadapi gejolak ekonomi, serta hadirnya program penjaminan polis menjadi sejumlah faktor yang membuat pelaku industri optimistis terhadap prospek 2027.

“Kita sih sangat optimistis ya, bahwa pertumbuhan ini bisa terus berlanjut di 2027. Saya bicara dengan teman-teman. Mereka sudah membuat rencana bisnis dengan pertumbuhan positif,” ujar Albertus kepada Infobank, bulan lalu.

Tapi, di balik peluang, tetap terselip risiko yang tidak kalah menantang. Makin cepat industri mengadopsi teknologi digital, makin besar pula risiko yang harus dihadapi.

Selain risiko teknologi, industri masih harus berhadapan dengan agenda penataan yang belum sepenuhnya selesai, termasuk proses spin-off unit syariah. Di saat yang sama, rencana penerapan risk based capital (RBC) baru dari regulator menjadi tantangan lain yang perlu dipersiapkan industri asuransi jiwa.

Tahun depan, ruang pertumbuhan industri asuransi jiwa masih terbuka, meski lajunya diperkirakan lebih moderat. Infobank mempro yeksikan premi bruto asuransi jiwa akan tumbuh di kisaran 7%-9% pada 2027. Proyeksi itu mempertim bangkan momentum pemulihan yang mulai terbentuk, sekaligus berbagai agenda penataan dan risiko yang masih membayangi industri.

Dengan pasar yang belum sepenuhnya tergarap, penguatan kanal digital, serta perbaikan kinerja dan profitabilitas, asuransi jiwa memiliki peluang menjaga pertum buhan positif dan memasuki 2027 dengan fondasi yang lebih kuat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset industri asuransi jiwa pada Juni 2026 sebesar Rp607,99 triliun, tumbuh 2,02% secara tahunan. Investasi naik 2,13% menjadi Rp535,07 triliun, sedangkan modal sendiri meningkat 2,32% menjadi Rp140,47 triliun. Pertum buhan yang lebih kuat terlihat dari sisi bisnis. Pendapatan premi bruto tumbuh 12,93% menjadi Rp85,52 triliun. Di lain sisi, laba bersih ter bang 75,27% menjadi Rp13,24 triliun.

Angka-angka itu memperlihatkan bahwa pemulihan industri tidak hanya terjadi di level top line. Kemampuan mencetak laba juga menguat signifikan. Ini menjadi fondasi yang cukup penting bagi perusahaan asuransi jiwa untuk memasuki 2027.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Oktober 2026

Rp 65.000

BELI