LUSIANA Saleh, Head of Digital Banking and Contact Center Bank CIMB Niaga, percaya bahwa fokus dan keras kepala adalah modal utama untuk menciptakan perubahan. Saat mulai mengembangkan layanan digital banking pada 2012, banyak orang masih meragukan masa depan perbankan digital. Tapi, Lusi, panggilan akrabnya, tetap yakin karena melihat perilaku nasabah terus berubah.
Perempuan yang mengawali karier di Bank CIMB Niaga sebagai branchless banking business development head ini membangun layanan digital secara bertahap, mulai dari marketing, pengembangan bisnis, hingga akhirnya memimpin layanan digital secara end-to-end. Tantangan terberat justru datang dari internal yang masih khawatir terhadap keamanan layanan digital.
Meski sering menghadapi penolakan, Lusi memilih terus melangkah. “Akhirnya saya berhasil, walaupun dengan penuh tangis air mata. Tapi, karena mindset saya keras kepala, saya tidak bisa terima kata-kata no. Saya jalan terus, tabrak terus,” ucapnya. Baginya, setiap tantangan adalah bagian dari proses menuju perubahan.
Lulusan Teknik Industri Purdue University, Amerika Serikat (AS), ini menyadari bahwa transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Ia juga harus mengubah mindset tim dan memahami cara berpikir nasabah agar perubahan bisa diterima. “Yang penting harus fokus dan keras kepala,” katanya.
Lusi meyakini tidak ada yang mustahil selama dijalani dengan niat dan proses yang baik. “Nothing is impossible, miracle we try. Orang lain bilang tak bisa. Saya bilang bisa,” tegasnya. Keyakinan itulah yang menjadi fondasi keberhasilannya membawa transformasi digital di Bank CIMB Niaga.
Perempuan yang mengawali karier di Bank CIMB Niaga sebagai branchless banking business development head ini membangun layanan digital secara bertahap, mulai dari marketing, pengembangan bisnis, hingga akhirnya memimpin layanan digital secara end-to-end. Tantangan terberat justru datang dari internal yang masih khawatir terhadap keamanan layanan digital.