Belum ada produk di keranjang belanja kamu

TB Frandy Priya Purwanto, Direktur Utama Bank Tata Asia Maraton Seorang Bankir, Membangun Bank yang Bertahan Lintas Generasi

Bagi Frandy Priya Purwanto, pagi bukan sekadar awal hari, melainkan waktu untuk menyusun arah. Di setiap langkah lari yang ia tempuh, terdapat ruang untuk berpikir, mengevaluasi, dan mengambil jarak dari hiruk-pikuk operasional bank. Dari lintasan itulah, banyak keputusan penting justru lahir dengan pikiran yang lebih jernih.

Oleh Ranu Arasyki Lubis
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

Di mata Dodi, sapaan akrabnya, lari selalu mengandung filosofi yang relevan dengan dunia yang digelutinya. Dalam sebuah maraton, kemenangan tidak ditentukan oleh siapa yang berlari paling cepat pada awal lintasan, melainkan oleh siapa yang mampu menjaga konsistensi hingga garis akhir. Pandangan itu pula yang ia terapkan dalam memimpin Bank Tata Asia.

 

Dalam dunia perbankan, keputusan yang baik tidak selalu lahir dari langkah yang paling cepat, melainkan dari kemampuan menjaga konsistensi di tengah perubahan. Itulah filosofi yang ia pelajari dari setiap maraton yang dijalani.

 

Cara pandang tersebut tidak terbentuk dalam semalam. Ia ditempa oleh perjalanan panjang di industri jasa keuangan, melalui berba-gai tantangan yang mengajar-kannya bahwa kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan kemampuan mengambil keputusan ketika situasi tidak berpihak.

 

Karier profesionalnya dimulai pada 2007 di industri pembiayaan kendaraan mela-lui Summit Auto Finance, berlanjut ke sektor asuransi bersama BNI Life Insurance, sebelum menekuni dunia perbankan, khususnya di segmen mikro dan UMKM.

 

Pengalaman selama hampir satu dekade di Bank Danamon dan Bank Mayapada memberinya pemahaman mendalam mengenai denyut ekonomi kerakyatan. Di sana, ia belajar bahwa bisnis perbankan sejatinya bukan hanya tentang angka dan laporan keuangan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, memahami karakter nasabah, serta mengelola risiko secara bijak.

 

 

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia harus menangani wilayah bisnis salah satu BPR yang menghadapi persoalan kredit bermasalah cukup serius. Rasio non-performing loan (NPL) kala itu berada pada level yang mengkhawatirkan. Namun, di tengah situasi yang kompleks itu, ia justru menemukan makna sesungguhnya dari kepemimpinan.

 

“Saat itu kami menghadapi situasi yang tidak mudah. Tingginya NPL bukan hanya angka di laporan keuangan, tetapi juga menyangkut kepercayaan nasabah, keberlangsungan bisnis, dan semangat seluruh tim. Kami memilih tidak mencari kambing hitam. Kami memilih bekerja bersama. Dari sanalah saya belajar bahwa kepemimpinan diuji bukan ketika keadaan baik-baik saja, melainkan ketika organisasi berada dalam tekanan,” bebernya.

 

Pengalaman itu menjadi fondasi penting dalam memben-tuk karakter kepemimpinannya yang tenang dalam tekanan, disiplin dalam eksekusi, dan selalu berpijak pada prinsip kehati-hatian.

Perjalanan kariernya kemudian semakin lengkap ketika ia dipercaya memegang berbagai fungsi strategis, mulai dari bisnis, kepatuhan, operasional, hingga bergelut di sektor fintech.

 

Seluruh pengalaman lintas fungsi tersebut menjadi bekal ketika ia dipercaya memimpin Bank Tata Asia. Baginya, memimpin sebuah bank bukan sekadar mengelola bisnis, tetapi membangun institusi yang mampu bertahan dan terus dipercaya dalam jangka panjang.

Di bawah arahannya, Bank Tata Asia tengah memasuki fase transformasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan.

“Sehingga menurut saya, bank yang baik bukan hanya bank yang menghasilkan profit tinggi, tetapi bank yang memiliki fondasi kuat, tata kelola yang baik, dan mampu bertahan dalam berbagai siklus ekonomi,” katanya.

 

Transformasi yang dijalankan Bank Tata Asia tidak berhenti pada digitalisasi atau pertumbuhan bisnis. Yang sedang dibangun adalah fondasi agar perusahaan tetap relevan, adaptif, dan dipercaya dalam menghadapi perubahan industri yang semakin cepat. Karena itu, ia menempatkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG) sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan. Sebab dalam industri perbankan, trust adalah aset yang nilainya jauh melam-paui angka di neraca keuangan.

“Fondasi utama kami adalah perpaduan antara kepatuhan dan strategi bisnis, sehingga inovasi dapat berjalan seiring dengan pengelolaan risiko,” ujarnya. Namun di tengah berbagai agenda transformasi, perhatian Dodi tetap tertuju pada satu sektor yang sejak awal menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya, yakni UMKM.

Menurutnya, sektor ini bukan sekadar segmen bisnis, melainkan fondasi ekonomi yang sesungguh-nya. Di Jawa Barat, khususnya Bandung dan sekitarnya, ia meli-hat potensi UMKM yang sangat besar. Tantangan utamanya bukan pada kurangnya peluang, melain-kan bagaimana meningkatkan kapasitas para pelaku usaha mela-lui literasi dan inklusi keuangan.

 

Maka, Bank Tata Asia memilih untuk hadir lebih dekat dengan nasabah. Tidak berhenti pada penyaluran kredit, perseroan juga berupaya memberikan pendam-pingan agar pelaku UMKM mampu mengelola arus kas, memperbaiki kualitas produk, serta meningkatkan daya saing usaha mereka.

 

“Kami tidak ingin hanya menjadi pemberi kredit. Kami ingin menjadi mitra pertumbuhan bagi UMKM. Ketika usaha mereka berkembang, sesungguhnya ekonomi daerah juga ikut bertumbuh,” ungkap Dodi.

 

Cara pandangnya terhadap bisnis juga tercermin dalam gaya kepemim-pinannya. Ia percaya keputusan terbaik lahir dari kedekatan dengan realitas di lapangan. Karena itu, ia memilih hadir, berdialog dengan tim, mendengar masukan secara langsung, dan memastikan setiap kebijakan tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga dapat dijalankan secara nyata.

Baginya, seorang direktur utama tidak boleh terjebak dalam menara gading. Pemimpin harus memahami dinamika di lapangan, mendengar aspirasi tim, serta membangun komunikasi yang terbuka di seluruh level organisasi.

 

“Saya berusaha membangun komunikasi yang transparan dari bawah hingga atas, sehingga semua memiliki visi yang sama dan merasa menjadi bagian dari perjalanan perusahaan,” tuturnya.

 

Pendekatan ini turut membentuk budaya kerja Bank Tata Asia yang mengedepankan profesionalisme, disiplin, dan kolaborasi, namun tetap menjaga nuansa kekeluargaan.

Upaya transformasi yang dijalankan Bank Tata Asia mulai memperoleh pengakuan dari industri. Pada 2026, Bank Tata Asia berhasil meraih penghargaan dalam ajang “Rating BPR Awards 2026” yang diselenggarakan oleh Infobank.

 

Di tengah tantangan industri BPR yang semakin kompleks, penghargaan ini menjadi cerminan atas kemam-puan perseroan dalam menjaga kesehatan bank, memperkuat tata kelola, serta mempertahankan kinerja yang berkelanjutan.

 

Meniti karir di industri keuangan ini Dodi tidak ingin dikenang hanya sebagai pemimpin yang berhasil membesarkan ukuran bisnis perusa-haan. Warisan yang ingin ia tinggal-kan jauh lebih mendasar yaitu mem-bangun institusi yang sehat, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki fondasi yang mampu bertahan lintas generasi.

 

“Saya tidak ingin dikenang hanya karena berhasil membesarkan bank. Yang ingin saya tinggalkan adalah sebuah institusi yang tetap kuat, sehat, dan dipercaya, bahkan ketika saya sudah tidak lagi berada di dalam- nya. Jika budaya kepatuhan, inte-gritas, dan semangat transformasi itu terus hidup, maka itulah legacy yang sesungguhnya,” ujarnya.

 

Barangkali di situlah benang merah antara lintasan lari dan perjalanan seorang bankir bertemu. Keduanya mengajarkan hal yang sama tentang kesabaran, konsistensi, dan kemampuan menjaga ritme.

Pada akhirnya, sebuah bank tidak diukur hanya dari besarnya aset atau tingginya laba. Ia diukur dari seberapa lama mampu menjaga kepercayaan. Dan seperti sebuah maraton, perjalanan itu bukan dimenangkan oleh mereka yang berlari paling cepat, melain-kan oleh mereka yang mampu menjaga ritme, konsistensi, dan arah hingga garis akhir. Itulah perjalanan yang sedang dibangun Bank Tata Asia hari ini. ?

 

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Agustus 2026

Rp 65.000

BELI