Infobank Edisi April 2003
Infobank Edisi April 2003
Bank-bank kecil ternyata punya "penggemar" sendiri. Bank-bank kecil hidup karena jaringan bisnis pemiliknya. Bagaimana mengelola bank kecil ketika persaingan memperebutkan dana kian menggila?
Bank-bank kecil ternyata punya "penggemar" sendiri. Bank-bank kecil hidup karena jaringan bisnis pemiliknya. Bagaimana mengelola bank kecil ketika persaingan memperebutkan dana kian menggila?
Ketika suku bunga perbankan turun dan pendapatan bunga dari kredit masih menyimpan risiko tinggi, bank-bank berpaling ke pendapatan fee based. Sayangnya, tidak mudah mencari pendapatan tambahan. Bagaimana mencari jalan tol perburuan fee based income?
Banyak orang ingin disebut pengamat. Binatang apa sebenarnya para pengamat ekonomi, keuangan, dan perbankan yang tumbuh subur ketika krisis itu?
Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 diekspektasikan akan berjalan mulus dan penuh dengan rezeki partai. Pertumbuhan ekonomi bakal dipengaruhi oleh konsumsi negara dan masyarakat. Bank-bank masih tetap menyalurkan kreditnya ke sektor ritel dan konsumen. Ketakutan akan non performing loans (NPL) makin membuat bank tertekan intermediasinya.
Selain masalah modal, perusahaan asuransi dihadapkan pada masalah kreadibilitas pengelolanya. Di satu sisi, regulasi pemerintah mampu menyehatkan perusahaan asuransi. Tapi, di sisi lain, ia akan menekan populasi jumlah asuransi.
Krisis telah menurunkan jumlah bank dan sekaligus mengubah kepemilikan bank. Babak menentukan persaingan bank terjadi ketika jumlah bank tinggal 138 bank dari 240 bank pada lima tahun lalu. Bank-bank rekap yang disuntik obligasi hampir pasti dimiliki pihak asing. Peta persaingan dan pengelolaan bank juga berubah. Bank-bank besar yang sudah dimiliki pihak asing mulai merajai pasar.
Tahun 2002, perbankan menyiapkan kredit UKM sebesar Rp 30 triliun. Sayangnya, banyak UKM yang tidak bankable dan banyak bank yang tidak bisa memberikan kredit ke sektor yang dianggap paling mulia ini. Kecilnya kredit macet di UKM dapat dipastikan UKM dapat dipastikan akan membuat restrukturisasi kredit macet UKM diserahkan ke masing-masing bank.
Pertumbuhan kredit lebih banyak didorong kredit konsumsi. Kredit korporat masih mati suri di BPPN. Tahun ini, BPPN akan menjual kredit macetnya ke perbankan dengan perkiraan harga obral. Bank mana saja yang paling bernapsu menyalurkan kredit konsumsi, khususnya kredit tanpa jaminan?
Orang-orang kaya menjadi incaran bank dan asuransi untuk membiakkan rezekinya. Bagaimana tren individu kaya membelanjakan uangnya?
Gelombang penggantian direksi bank akan terus berlangsung. Apa sebenarnya yang terjadi pada industri perbankan? Bank mana saja yang berpotensi ganti-ganti direksi? Bagaimana para bankir menyikapinya?
Bank-bank adu hebat dalam pelayanan. Dari petugas satpam hingga toilet kini dijadikan tolak ukur bank-bank dalam pelayanan modern. Tapi perlukah pelayanan bank melebihi kebutuhan nasabah?
Banyak bankir asing yang mencari peruntungan di bank-bank swasta dan bahkan di bank BUMN. Mengapa bank-bank swasta mempekerjakan bankir asing pada saat terjadi inflasi bankir?